NovelToon NovelToon
Hearts Beast

Hearts Beast

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Anak Kembar / Tanah Kosong / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: Huacheng Imut

Kehancuran dunia akhirnya dimulai!

Profesor Edmund menciptakan sebuah virus Monster yang menyebar melewati udara setelah laboratoriumnya meledak karena kesalahannya sendiri!

Bertahun-tahun, seluruh manusia bertarung melawan monster yang dulunya adalah seorang manusia. Menggunakan peralatan seadanya, mereka semua membentuk sebuah kelompok yang nantinya akan menghabisi semua Monster yang berkeliaran di bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 25 - Dua Wajah Kembar II

Perlahan, Eldric membuka matanya setelah hawa dingin menerjang tubuhnya meski dia memakai pakaian tebal. Di dalam sebuah ruangan yang cukup gelap dan minim cahaya, Eldric mencoba mengingat bagaimana dia bisa ada di sini. Di dalam ruangan itu, hanya ada dua kotak besar dan satu kursi yang bersandar di sudut ruangan. Lampu yang ada di sini juga sudah lama tidak di nyalakan. Beberapa serangga juga berkumpul di sisi ruangan namun itu tidak mengganggunya.

”Ah, iya. Sekarang aku ingat. Paman memukulku sampai tidak sadarkan diri lalu, Paman membawaku kemari setelah suara ledakan itu datang. Apa yang terjadi di luar sana sampai-sampai Paman mengunciku di sini?” Eldric berusaha membuka pintu yang terbuat dari besi. Namun, pintu itu tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.

Eldric terus menggedor pintunya dan membuat suara berisik, berharap ada seseorang yang menyadari keberadaannya. Beberapa menit kemudian, tidak ada satu pun orang yang menjawabnya. Mereka semua pergi keluar karena sesuatu yang menarik terjadi di sana.

Tentunya Eldric semakin kepikiran. Jika Aciel sampai melakukan itu padanya, mungkin saja terjadi sesuatu yang buruk di luar sana. Terlebih, Ayhner juga tidak kelihatan sejak tadi. Dia merasa, jika sesuatu yang buruk menimpa Ayhner, Aciel pasti tidak akan tinggal diam. Dia akan melakukan sesuatu untuk melindunginya. Akan tetapi, entah mengapa firasatnya saat ini benar-benar buruk.

Tidak bisa!

Eldric melirik ke arah jendela kecil yang berada jauh di atas sana. Tepat di depan jendelanya, dia menatap sepasang merpati yang juga sedang melihat ke arahnya. Merpati itu memiliki sepasang mata merah yang tampak indah dan sepertinya, mereka hendak mengatakan sesuatu untuknya.

...~o0o~...

”Bagaimana kau melihat wajahmu sendiri? Terlihat sama tapi, sebenarnya mereka itu dua orang yang sangat berbeda.” Ayhner menyeringai, menatap Willsouth yang menunjukkan senyuman yang dipenuhi niat tersembunyi.

Gillsouth tampak begitu terkejut sekaligus tak percaya. Sakit kepalanya semakin bertambah parah. Jantungnya berdegup kencang dan kakinya gemetar, tak kuasa menahan berat badannya sendiri.

Di dalam dirinya, pasti ada sebuah perdebatan hebat mengenai Willsouth yang sama persis dengannya. Samar-samar, dia melihat masa lalunya. Ayah, Ibu dan saudara kembarnya sendiri. Tepat di sebuah reruntuhan gedung, dia sedang menatap mayat kedua orang tuanya yang terbaring lemas, tertimpa tembok bangunan yang rusak.

”Siapa, dia itu?” Gillsouth memundurkan langkahnya dan menjatuhkan pedangnya. Matanya terbelalak, terus menatap ke arah Willsouth yang seperti sedang mengujinya.

Ayhner tak melihat ekspresi Gillsouth sepenuhnya dan hanya bisa meliriknya dari tempat yang sama. Tetapi, dia bisa menebak apa yang sekarang ini dilakukan oleh Gillsouth. Dia pasti tak bisa mempercayainya. Apalagi, hilang ingatan yang dialaminya masih belum sembuh. Pasti sangat menyusahkan jika dia harus menahan sakit kepalanya terus menerus.

Dia menghela nafas, sebelum akhirnya berkata untuk menenangkan perasaan Gillsouth saat ini. ”... Tenang saja, Gill! Mungkin saja dia tidak ada hubungannya denganmu. Meski tidak sedarah, tidak jarang beberapa orang memiliki kembarannya masing-masing kan?”

Mendengar ucapan Ayhner membuat Gillsouth bisa merasa sedikit lega. Setidaknya, sakit kepalanya berkurang sedikit begitu juga dengan beban pikirannya. Namun, apakah memang benar begitu?

”Ah, benar juga sepertinya aku mengingat sesuatu.” Aciel menyela pembicaraan. Dan ketika Ayhner melihatnya seperti itu, tiba-tiba saja firasatnya menjadi sangat buruk.

Aciel melanjutkan, ”Ya, aku melihat orang itu. Dia sempat bergulat denganku saat aku mencari Ayhner di dalam laboratorium. Aku pikir, orang itu adalah Gill. Tapi, justru Gill yang sudah menyelamatkan Ayhner darimu dan semua orang yang ada di sana. Mengenai wajah itu, kau pasti ingat kejadian pengeboman gedung hotel. Dua anak selamat dari kejadian itu setelah orang tuanya melempar mereka keluar.”

”DIAM!!!”

Gillsouth tiba-tiba berteriak dan jatuh berlutut di tempatnya yang sama. Hidungnya terlihat mengeluarkan darah. Terus mengalir sampai akhirnya dia jatuh lemas ke samping. Beruntungnya, Ainsley yang setia padanya langsung mendatanginya dan menahan kepalanya agar tidak menyentuh tanah.

”Aduh, makhluk beda spesies ini. Kerjaannya cuma membongkar masa lalu orang lain.” batin Ayhner yang menahan kesalahannya. Kali ini bukan dia saja yang menjadi korbannya melainkan Gillsouth juga ikut terlibat.

Melihat Gillsouth yang begitu sengsara, membuat Willsouth tersenyum lalu tertawa lepas, menatapnya dengan remeh. ”Benar-benar menarik. Sudah kuduga, akhirnya akan seperti ini. Aku tahu kau pasti akan sangat terkejut setelah mengingatnya. Oh, ya! Apakah kau tahu alasan mengapa kau bisa hilang ingatan seperti ini?”

Hening seketika, semua orang menatap Willsouth dengan rasa penasaran mereka yang menunggu jawaban. Tak berapa lama kemudian, Willsouth kembali menyeringai. Dia tidak juga melepaskan Ayhner dari genggamannya. Dia berencana untuk melakukan sesuatu namun, tidak menyangka argumennya akan berbeda dari apa yang dibayangkannya.

Setelah sekian lama menunggu, Willsouth akhirnya menjawab, ”Kau tidak berhasil mengingatnya? Tiga tahun lalu, rumah kosong milik nenek tua yang sudah meninggal seminggu yang lalu. Terjadi adu tembak menembak hingga pada akhirnya, akulah pemenangnya. Kau tidak sadar kalau aku telah memberimu sebuah obat yang akan membunuhmu. Tapi, ternyata obat itu tidak sampai membunuhmu dan hanya membuatmu hilang ingatan. Aku membuangmu ke sungai dan menyembunyikan seluruh jejakmu. Syukurlah kalau kau tidak mengingatnya.”

DORR!!!!

Suara tembakan peluru terdengar sekali dan nyaris saja mengenai kepala Willsouth jika dia tidak memiringkan kepalanya. Peluru yang meleset, menghancurkan reruntuhan bangunan yang berada di belakangnya dan membuat cekungan besar di tanah. Saat itulah, dia melihat sebuah pistol yang dilingkari oleh kilatan kuning dari tangan seseorang yang mengendalikannya.

Ayhner tampak begitu terkejut. Dia berusaha untuk berbalik ke belakang di saat tentakel milik Willsouth terus menggenggam tubuhnya. Dia memang membutuhkan waktu yang cukup banyak sampai pada akhirnya dia berhasil melakukannya.

”Tidak, Eldric! Hentikan!” gumam Ayhner, menatap waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh Eldric berikutnya. Karena takut firasatnya akan kejadian, Ayhner pun berteriak, ”Eldric! Hentikan! Jangan lakukan apa pun! Aku baik-baik saja!”

Willsouth seperti mengingat sesuatu saat Ayhner menyebut namanya. Dia berpikir sebentar sebelum menjawab, ”Ahh, kau anak yang kemarin ya. Aku nyaris tidak mengenalimu karena saat itu kau terlihat lemah sekali. Aku penasaran, sehebat apa kekuatanmu itu sampai-sampai profesor Edmund menginginkanmu kembali.”

”Cih!” Ayhner berdecak kesal, mendengar perkataannya. Dia menatap kembali ke arah Eldric kemudian berkata, ”Eldric! Kendalikan dirimu! Jangan membahayakan semua orang!”

Wajah Eldric terlihat sangat marah. Kesabarannya benar-benar habis. Dia mencengkram pistol di tangan kanannya dengan sangat kuat dan tak akan melepaskannya apa pun yang terjadi.

”Aku tidak tahan melihat mereka semua! Kesabaranku sudah habis! Aku tidak tahan lagi melihatmu terluka parah karena melindungiku. Dan sekarang, waktunya bagiku untuk melenyapkan mereka semua!”

Emosi Eldric benar-benar tidak terkendali. Dia melayangkan beberapa pelurunya ke arah Willsouth akan tetapi, Willsouth tetap bisa menghindarinya meski peluru itu telah menghancurkan sebagian besar tanah yang dipijaknya.

”Sial! Aku tidak bisa diam saja di sini.” Ayhner berusaha melepaskan dirinya dari tentakel yang masih mengikatnya sampai sekarang. Saat dia sedang mencobanya, Aciel muncul di belakangnya dan langsung memotong tentakelnya menggunakan pedang lalu menarik Ayhner ke tempat yang aman.

”Kau baik-baik saja kan?” Aciel tampak khawatir saat dia berhasil membawa Ayhner kembali ke sisinya. Ayhner sendiri hanya bisa menganggukkan kepalanya dan terdiam selama beberapa saat.

Ayhner kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Eldric yang masih menembakkan pelurunya dengan membabi buta. Jika dia terus melakukannya, lama kelamaan kota ini akan semakin hancur dan tidak bisa diperbaiki.

”Cih!”

Ayhner mendorong Aciel yang mencoba menghalanginya untuk bergerak. Dia pun akhirnya berlari ke arah Eldric dengan cepat lalu, memeluknya dari samping. Ayhner memeluknya begitu erat sampai-sampai membuat Eldric tidak bisa menggerakkan bahu dan tubuhnya.

”Eldric, hentikan. Aku baik-baik saja. Kumohon, jangan melakukannya. Kalau kau lepas kendali, aku juga akan terbunuh olehmu. Jadi, kembalilah menjadi Eldric yang dulu.” ucap Ayhner pelan dan perlahan, dia melemaskan pegangannya.

Eldric yang mendengarnya mulai tersentuh dan langsung menurunkan tangan kanannya. Lama-kelamaan, nafasnya mulai tersengal-sengal seperti sedang menangis. ”Aku hanya ingin melindungi Ayhner. Selama ini, kau terluka karena aku. Aku merasa bersalah karena tidak melakukan apa pun dan selalu mengandalkan mu setiap saat. Aku mencoba untuk tidak diam di tempat dan melakukan sesuatu. Karena, bukan tidak mungkin aku akan sendirian.”

Ayhner merasa terharu mendengar ucapannya yang nyaris membuat matanya menjadi sembab. ”Kau sudah mencobanya. Itu tidak buruk sama sekali.” ucapnya pelan.

Willsouth merasa diabaikan oleh mereka berdua. Dia memasang ekspresi kesal kemudian melirik ke arah monster siput yang masih setia berdiri di belakangnya. Dia seperti ingin memulai sebuah rencana baru dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah Ayhner dan Eldric.

Sambil menyeringai, Willsouth berkata, ”Bunuh mereka berdua.”

1
Kita_Yama
Bagus banget sih menurut aku. penyampaiannya juga mudah dipahami. kalau soal slaah ketik sih maklumin aja 😁
Kita_Yama
Tapi kenapa sepi dah padahal bagus gini
Kita_Yama
bagus banget woi😭
Natcat
semangat kak
Natcat
sepi yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!