JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN CERITANYA! Karya ini mengadakan Event. ikuti ceritanya dan menangkan hadiahnya.
Menikah muda adalah pilihan Putri Anis (18) dengan Angga Prabowo (20). Alih-alih karena beralasan tidak ingin berpacar-pacaran dan menghindari zina di jaman modern seperti ini. Akhirnya mereka memutuskan menikah tepat ketika Putri lulus sekolah.
Gosip simpang siur tentang pernikahan Putri dan Angga yang terkesan buru-buru membuat para lambe tureh memiliki cerita hangat untuk mereka gosipkan.
Kata menikah, terkadang dalam benak para muda-mudi adalah sesuatu yang mudah untuk di jalani.
Sang istri masak, mengurus rumah dan mengurus anak, dan suami bekerja di luar. Benar-benar terdengar sangat mudah.
Tetapi ... Apakah akan semudah itu?
Apakah beberapa kalian setuju dengan ku jika tidak akan semudah itu?
Mari kita simak bersama-sama cerita kelanjutannya seperti apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memutuskan tetap bersama.
Kini, Angga dan Putri menghadap bapaknya Putri.
Putri mengaku kepada bapak jika memang ada masalah di dalam rumah tangganya. Namun, Putri tidak mengatakan yang sebenarnya. Dia hanya mengatakan jika perkelahian biasa.
Putri tidak ingin mengatai mertuanya di depan bapaknya. Mau bagaimana pun, Angga masih suaminya.
"Pak, maafkan Angga. Semua ini salah Angga. Tetapi Angga berjanji, Angga akan lebih memikirkan kebahagiaan Putri dari pada diri Angga sendiri."
Angga menunduk di depan bapak..
"Hemz, kalian sudah dewasa. Bapak hanya bisa memberi kalian sebuah nasehat. Pondasi itu minimal dua agar seimbang. Bahkan bisa lebih agar ingin kokoh. Dia ini siapa, jelas dua pondasi utama ini adalah kalian, dan sisa-sisanya adalah kami sebagai keluarga kalian.
Jika pondasi yang lain tidak dapat di andalkan, ya kalian harus kuat agar tetap utuh. Jangan mengandalkan pondasi lain, apa lagi membiarkan pondasi lain menggantikan posisi kalian.
Saya pribadi, mungkin bukan mertua atau ayah yang baik untuk kalian. Tetapi, semenjak kamu mengucapakan janji kepada Allah di atas ijab dan kobul, bapak berusaha untuk ikhlas melepaskan anak bapak satu-satunya ini.
Satu pinta bapak, cintai dan sayangi putri bapak satu-satunya ini. Andai kata Putri berbuat salah, bawa dia ke dapan bapak, agar bapak dapat menasehatinya.
Tidak mudah membina sebuah rumah tangga. Apalagi usia kalian masih pada muda. Pikiran yang masih labil. Jangan sungkan dan jangan di telan mentah-mentah nasehat orang tua, semua ini juga demi kebaikan kalian."
Angga dan Putri mendengarkan nasehat dari pada bapak dengan diam seribu kata.
Putri tidak dapat mengatakan apa-apa lagi. Sedangkan, Angga merasa sangat tertampar dengan perkataan bapak.
Dia yang salah, dia yang telah menyakiti Istrinya.
Bapaknya adalah orang tua yang membesarkan Putrinya. Namun dia datang dan mengambil Putri kesayangan mereka, lalu dia mencampakkan begitu saja.
Angga melihat anak gadisnya yang sedang duduk di pangkuan sang ibu nya.
Angga melihat Aurel yang cantik dan manis. Angga membayangkan, bagaimana jika anaknya di perlakukan sama sebagai mana dia memperlakukan ibunya.
Sakit, itu pasti. Hanya membayangkannya saja sudah membuat Angga naik darah.
Bagaimana jika bapak mertua tahu apa yang sudah Angga dan keluarganya perbuatan kepada Putri?
Yah, Angga dapat memprediksinya. Pastilah kini kepalanya akan langsung di penggal oleh bapak mertuanya.
Angga sangat bersyukur, karena istrinya masih sudi menutupi aibnya dan juga keluarganya.
Setelah mendapatkan nasehat, Angga pun berpamitan untuk pulang. Karena Angga akan mengemasi barang-barangnya dan juga barang-barang Putri untuk di pindahkan ke Ruko.
Putri dan Angga sudah memutuskan untuk tinggal di ruko.
"Hati-hati, Mas. Ini sudah malam, jangan ngebut-ngebut!" Putri mencium tangan suaminya.
"Makasih ya, dek. Kamu sudah mau menutupi aib mamas dan juga mamas yang udah jahat sama adek."
"Udah tugas aku sebagai istri, mas. Putri juga ada salah, jadi Putri minta maaf ya mamas. Maafin Putri kalo Putri ada salah sama Mamas?"
"Nggak, dek. Kamu istri yang sangat Solehah. Mamas bangga dan bersyukur banget karena kamu adalah istri mamas."
Angga mencium kening istrinya dan mencium pipi anaknya.
"Ya udah, mamas pulang dulu ya. Besok mamas bawa alat-alat kamar ke ruko. Assalamualaikum."
"Walaikum salam."
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi ini seperti biasa Putri akan langsung di sibukkan dengan membuat berbagai macam kue.
Aurel seperti biasa akan di asuh oleh bapak, jalan-jalan di taman.
Ketika sedang membuat kue di dapur, Putri mendengar jika ada suara lonceng pintu masuk berbunyi.
Putri mengira itu adalah suaminya yang datang membawa pakaian dan juga kasur ke ruko.
Di dapur, Putri bersembunyi untuk mengerjai Angga. Dia berniat akan melemparkan suaminya tepung yang dia genggam.
Seseorang pun membuka tirai yang menutupi dapur.
BHAAA..!
Putri menganggetkan orang itu dan langsung melemparkan tepung ke wajahnya.
Wajah sumringah Putri seketika langsung memucat ketika dia melihat jika itu bukanlah suaminya.
Mico, dia terlihat seperti marah.
Dia mengelap mukanya yang penuh dengan tepung.
"Ah, kak Mico!? Itu kamu? Maaf kak, maafin aku, aku kira tadi-!"
Putri tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Tangannya sibuk mengibakkan tepung yang menempel pada baju Mico.
"Aku tidak papa, singkirkan tangan mu!" ucap Mico membuat Putri langsung menarik tangannya.
"Maaf, kak?" ucap Putri dengan lirih.
Mico menghela nafas berat.
"Di mana kamar mandinya?" tanya Mico.
"Di sana, Kak."
Ketika mico akan masuk ke dalam kamar mandi. Entah mengapa keramik yang terdapat tepung itu sangat licin membuat Mico terpeleset.
Sontak, tangan Putri spontan untuk ingin menolongnya.
Tapi, tangannya tubuhnya yang kecil tidak mampu menompang tubuh Mico yang tinggi kekar.
"Ahk!" Putri pun meringis ketika kepalanya terbentur lantai.
Mico yang masih berada di atas tubuh Putri pun baru kali menatap wajah Putri dari dekat.
Dia menatapnya dengan slow pandangan. Terlihat sangat manis.
Mico tidak mendengarkan ringisan Putri dan panggilan Putri yang ingin Mico segera turun dari tubuhnya.
"Hallo kak Mico. Kak Mico, halooo!" Putri akhirnya berteriak.
"Oh, maaf!" Mico pun langsung terjingkat Setelah sadar jika mereka sedang timpah tindih.
"Kak Mico gak papa?" tanya Putri sambil mengelus kepala belakangnya.
"Aku gak papa, makasih ya."
Mico yang gugup pun langsung pergi ke kamar mandi tanpa menatap wajah Putri..
Putri hanya hanya bisa menghela nafas lega mendengar Mico baik-baik saja. Jelas jika terjadi sesuatu kepada Mico, maka dirinyalah yang akan di salahkan.
Karena dirinya yang sudah menyebabkan tepung bertebaran di lantai sehingga menjadikan licin.
"Huft, selamat kamu putri. Makannya, lain kali lihat-lihat dulu siapa yang datang. Oya, ngapain ya kak Mico datang ke sini pagi-pagi sekali?" gumam Putri sambil mengelap lantai.
Tanpa Putri sadari, dari kejauhan Angga melihat semuanya. Karena tirai dapur terbuka, jadi Angga dapat melihat dari pintu luar yang terbuat dari kaca.
Angga membeku sesaat. Dia mengeraskan rahangnya. Jiwanya terasa membara dan menggebu-gebu.
"Matilah kau!" umpat Angga yang langsung masuk ke dalam dengan tidak sabar.
................
slm sukses
semoga sukses selalu untuk semua karya-karya nya 🥰
Happy Ending
My Bestie mampir