Mala, jatuh cinta pada pria amnesia yang ditolong ayahnya. Mereka saling jatuh cinta dan menikah. Ketika ingatannya kembali, sang suami tidak pernah lagi pulang ke rumah Mala.
Penantian Mala berakhir dan dia memutuskan merantau ke kota. Dia bertemu dengan suaminya yang ternyata adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
Bagaimana Mala akan bersikap dan kesalahpahaman apa yang membuat sang suami tidak pernah kembali?
Bagaimana si kecil Gala ketika tanpa sengaja bertemu sang ayah?
Dapatkah sang suami mendapatkan cinta Mala kembali, dan bersaing dengan pria-pria yang mengejar Mala?
Jawabannya ada disini, yuk baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Andra lebay
Mala tersenyum ketika di kampus bertemu dengan Wina. Mala mencoba memahami semua tindakan Wina sebagai bagian dari kecemburuan Wina yang masih bisa ditolerir olehnya.
Sedangkan Wina mulai bersikap acuh tak acuh pada Mala. Seolah Mala yang sedang melakukan kesalahan dan menunggu eksekusi.
Mala hanya bisa diam ketika sang sahabat tak lagi peduli dengan keberadaannya. Keinginannya untuk menyapanya hilang seketika. Wajah Wina tak lagi bersahabat Ketika bertemu dengannya.
Mala duduk termenung di sebuah bangku di taman kampusnya. Dia berusaha mengisi bahan bakar untuk lebih bersemangat menjalani hari-harinya di kampus.
"Sendirian, aku akan menemanimu di sini," kata Andra yang tiba-tiba duduk di sampingnya.
"Tidak juga, tadi aku bersama Wina," kata Mala berbohong.
"Benarkah? Tadi aku lihat, Wina mengacuhkan mu," kata Andra membuat Mala malu karena ketahuan berbohong.
"Sebentar lagi aku akan wisuda. Masih ada satu permintaanku yang masih tersisa kan? Bersediakah kamu menemaniku?" tanya Andra.
"Bukankah wisuda itu hal yang sangat penting, harusnya kamu mengajak kedua orangtuamu bukannya aku. Kamu nanti bakal di ketawain orang lagipula aku tidak cantik malah membuat kamu malu saja," kata Mala sambil melihat ke arah Andra.
"Siapa bilang kamu tidak cantik? Bahkan menurutku kamu lebih cantik dari wanita manapun," kata Andra sambil memperhatikan Mala yang tersenyum mendengar ucapan Andra.
"Sudah, jangan lebay. Jika ada yang mendengarnya pasti mengira kamu jatuh cinta padaku," kata Mala menahan tawa.
"Biarin saja semua orang tahu. Memang apa salahnya mencintai kamu, kamu bebas, aku bebas. Tidak ada yang melarang," kata Andra.
"Susah bicara sama kamu. Keras kepala," kata Mala pelan.
"Bagaimana, bisa nggak temani aku wisuda?' tanya Andra lagi.
Mala diam tak bersuara. Pikirannya sedang bingung. Tapi desakan Andra akhirnya membuat Mala setuju walaupun hatinya masih ragu. Sedangkan Andra tersenyum gembira.
"Mala, apa ada hadiah untukku? Kita kan teman, setidaknya hadiah kelulusan," kata Andra.
"Hadiah, bukannya lulus itu memang sudah seharusnya. Begini saja jika nanti kamu lulus dengan nilai bagus, setidaknya peringkat kedua nggak usah kesatu karena aku yakin kamu tidak bisa," kata Mala.
"Bener ya, jika peringkat kedua kamu akan kasih aku hadiah? Tapi aku hanya ingin minta satu permintaan saja," kata Andra senang.
"Apa?" tanya Mala.
"Rahasia," jawab Andra.
Mala menggelengkan kepalanya melihat tingkah Andra yang kekanak-kanakan. Usia Andra lebih muda satu tahun dari usia Mala. Tapi karena Mala telah mengalami banyak pengalaman hidup, makanya Mala terlihat lebih dewasa dari Andra.
Hubungan Mala dan Andra masih baik-baik saja. Andra juga tampak bahagia, karena itu Mala tidak ingin memberitahukan tentang kedatangan ibunya Andra ketempat kerja Mala.
Jika sampai Andra tahu, Mala tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan hubungan ibu dan anak itu. Apalagi Andra orangnya sangat keras kepala. Mungkin memang Mala yang harus mundur pelan-pelan dari kehidupan Andra.
Bukannya Mala takut pada ibunya Andra, akan tetapi lebih baik menghindari masalah di kemudian hari. Agar Mala bisa lebih tenang tinggal di kota ini.
Dan Mala juga tidak ingin selalu membuat Bara khawatir dan merepotkan Bara untuk menyelesaikan masalah yang dia perbuat.
Mala pun harus lebih banyak bekerja dan bukan bermain-main dengan anak-anak muda seperti Andra. Seusia Andra, pastinya belum ada keseriusan dalam bersikap maupun tindakan.
andra : Sakitnya mencintai sepupu ku,,
saat nya bu shella dan pak reno bahagia...
cepet halalin y pak reno... 😘
tiga kali apa ngga cape mala,,😁😁