Kisah Cinta yang di awali dari sebuah ketidaksengajaan oleh seorang wanita dalam pelariannya menghindari perjodohan
Cerita yang seru, kocak dan menegangkan, diselingi dengan kisah Cinta yang manis
Diawali dengan pertemuan seorang wanita cantik bernama JASMINE AGATHA NUGRAHA dan seorang laki-laki yang Rupawan ABRAHAM HANZEL BRIAN
Pertemuan keduanya menciptakan kisah cinta yang sangat rumit dan penuh perjuangan dari orang-orang yang ingin memisahkan mereka
Apa yang akan terjadi dengan mereka berdua, mari kita ikuti kisahnya
Cerita ini masih saling terpaut dengan kisah sebelumnya di Karya Author:
1. POWER OF WOMAN
2. DOKTER ALENA
3. SAHABATKU KEKASIHKU
Mohon bijak dalam membaca, ada konten ***+ di beberapa alur cerita
Salam sehat dan Bahagia dari Author
Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persekongkolan
Abraham dan dokter Farel masih berada di kamar menunggu Mina untuk sadar, mbok Darmi juga ikut panik dengan mondar mandir di depan pintu kamar majikannya
"Tenanglah Ab, sebentar lagi wanita ini akan sadar, tapi kamu harus hati-hati, efek obat itu masih ada dalam dirinya, aku tidak bisa menetralkan langsung begitu saja, kemungkinan 2 hari akan bersih"
"Hem, aku tau"
"Jaga dia, jangan biarkan berinteraksi dengan lawan jenis dulu, takut terjadi hal yang enak-enak nanti"
"Apa?!, dasar brengsek kau Rel"
"Hahaha, aku serius, jaga dulu jangan sampek kontak dengan lawan jenis selama 2 hari"
"Iya aku tau, kau ini_"
"Dan ingat, kamu juga lawan jenis baginya Ab, jangan lupa itu!"
"Iya Rel, berisik kau ini!"
Farel langsung tertawa melihat ekspresi Abraham yang aneh bercampur lucu baginya, tidak biasanya seorang Abraham Hanzel Brian di buat panik dan bingung oleh seorang wanita, dan baru kali ini Farel sebagai teman lamanya melihat hal itu di wajah Abraham
Tak lama kemudian Jasmine pun tersadar dan terkejut mendapati dua orang laki-laki yang langsung menjauh saat melihatnya menggerakkan tubuhnya
"Tuan Abraham?, Apa yang terjadi dengan saya, ini kenapa saya diinfus dan tubuh saya rasanya masih panas" ucap Jasmine
"Sebaiknya kita keluar Rel, sepertinya pengaruh obatnya muncul kembali" ucap lirih Abraham dengan sikap waspada
Farel melihat aneh ke arah Abraham yang terlihat tegang
PLAK
"Aduh, kenapa kau memukulku Rel?!" Teriak Abraham
"Kau ini laki-laki, takut amat di per*kosa sama wanita, nikmati saja kalau pembantu kamu itu nanti minta"
"Breng*sek, kau kira aku laki-laki apa?!"
"Laki-laki kurang belaian, sudah punya istri tapi masih perjaka, aneh"
"Diam!, Jaga mulutmu!"
Keduanya segera keluar dari kamar dan meminta Mbok Darmi untuk menjaga Jasmine di kamar pribadinya
Farel pamit untuk pulang dan kemudian Abraham langsung menuju ke kamar Kartika untuk membuat perhitungan
"Jelaskan apa yang terjadi, jangan berbelit dan jangan berani berbohong!" Ucap Abraham yang kini sudah berada dalam kamar Kartika
"Aku hanya bercanda saja tadi, ada barang bagus dari teman yang ingin aku buktikan, katanya bisa menambah gairah begitu, dan tidak sengaja pembantu itu mencicipinya"
"Apa!, Bagaimana bisa dia mencicipi obat kepa*rat itu kalau bukan kamu yang menyuruhnya, jawab!" Bentak Abraham
"Kau ini, kenapa sih masalah sepele gini saja di besar-besarkan, toh dia cuma pembantu, bukan wanita simpanan mu kan?"
"Jaga mulutmu Kartika, aku sudah terlalu mengalah selama ini, dan kau semakin keterlaluan!"
"Apanya yang keterlaluan, kau saja yang terlalu sensitif soal pembantu itu, ingat dia cuma pembantu bukan wanita kalangan atas sepertiku!"
"Oh ya, kamu memang wanita kalangan atas yang mempunyai sepak terjang wanita menjijikkan lebih buruk dari kalangan bawah"
"Kau selalu menghinaku Abraham, bahkan sekarang demi membela wanita sialan itu ha!"
"Jaga sikapmu Kartika, kau jauh lebih buruk dari wanita sialan yang kau bicarakan itu, kau bahkan tidak pantas dibandingkan dengannya!"
BRAK
Abraham segera keluar dan membanting pintu kamar Kartika lalu segera pergi ke ruang kerjanya
Sementara Kartika sudah menjerit, menangis dan mengamuk di kamarnya karena tidak terima dengan hinaan Abraham saat dibandingkan dengan pembantunya
"Aku membencimu Abraham, aku membenci mu pembantu sialan, aku membenci kalian!!" Teriak Kartika seperti orang gila
Abraham sudah menghubungi Rafael dan menyuruhnya untuk memblokir akses keuangan Kartika sampai dua bulan kedepan, dan berencana memberikan uang tunai ke Kartika setiap bulannya
Tak lama terdengar ketukan pintu ruang kerja Abraham, ternyata mbok Darmi yang ingin meminta Mina untuk kembali ke dalam kamarnya di lantai bawah
"Apa Mimin sudah kuat berjalan Mbok?"
"Sudah tuan, dan Mina sendiri yang minta untuk pindah"
"Hem, baik mbok, ingat 2 hari jangan keluar rumah dulu, jaga si Mina"
"Iya tuan.."
Mbok Darmi segera memindahkan Jasmine ke kamarnya, sedangkan Abraham kini sudah berada dalam kamarnya yang rupanya sudah di bersihkan olek Mbok Darmi
Abraham mulai meredupkan matanya karena sudah sangat ngantuk, dan tanpa sengaja mencium bau harum sesuatu yang beberapa hari disukai nya, rupanya ada sebuah tali rambut milik pembantunya yang tanpa sengaja jatuh dan tertinggal diatas ranjangnya
Entah kenapa Abraham tersenyum, hatinya merasakan suka cita dan bahagia yang tidak bisa dia gambarkan saat mendapati khas bau harum tubuh pembantunya yang tertinggal si sana
Dan tak lama kemudian diapun tertidur dengan pulas
*
Keesokan harinya di suatu tempat, Agung Dwi Vinan mengajak Kartika yang masih beberapa hari dikenalnya untuk dia manfaatkan membalas sakit hati karena Abraham yang telah berhasil membuatnya tidak berkutik
"Hai Agung, kau sudah menungguku dari tadi?"
"Tentu saja sayang, aku kangen sekali dengan mu"
"Oh ya, kenapa, permainanku di ranjang membuatmu ketagihan hem?" Tanya Kartika manja
"Tentu saja itu salah satunya, dan aku dengar kalau kamu sebenarnya istri dari seorang Abraham Hanzel Brian, benarkah itu sayang?"
"Dari mana kau tau, dan memangnya kenapa kalau aku ini istri nya?"
"Wow, aku tidak berani melakukan sesuatu di ranjang bersamamu, suamimu itu akan menghabisi ku" ucap Agung berpura-pura
"Kamu tidak perlu khawatir sayang, pernikahan kami tidak seperti yang kau bayangkan, kita bebas melakukan apapun, jangan pedulikan suamiku"
"Oh ya, jadi dia merelakan istrinya di jamah orang lain rupanya"
"Lebih tepatnya di tidak peduli dengan istrinya, sudah, jangan membicarakan Abraham, Aku semakin membencinya"
"Aku juga sama" sahut Agung
"Maksudmu?"
"Kau tidak mengenalku?, Aku Agung Dwi Vinan, pemilik perusahaan Vinan Company"
"Oh ya Tuhan, jadi kau pemilik Vinan Company?"
"Dan suamimu itu sempat mencari gara-gara denganku, hingga membuatku malu"
"Benarkah, lalu?"
"Sepertinya kita di ditakdirkan bertemu untuk membalas kelakuan suami Arogan mu itu sayang"
"Hem, bisa juga, aku juga sagat membenci nya akhir-akhir ini" ucap Kartika
"Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk memberi pelajaran padanya?" Ucap Agung memberikan penawaran menarik
"Kalau untuk menghancurkan perusahaan Hanzel company aku tidak setuju, karena itu adalah warisan dari keluargaku, apalagi kehidupan mewahku di sokong dari sana juga" jawab Kartika
"Lalu, kenapa kamu tidak mengambil alih perusahaan mu saja, sekarang perusahaan itu sudah maju, kamu tinggal menjalankannya saja, mudah kan?"
Kartika berpikir sejenak, sambil kelihatan masih bimbang dengan masukan dari Agung
"Jangan bingung, kalau nanti perusahaan itu jatuh ke tanganmu, aku akan membantumu menikmati bagaimana asiknya menjalankan bisnis milik sendiri" ucap Agung
"Em..benarkah?, Okey kalau begitu aku setuju dan akan membantumu mulai sekarang" jawab Kartika
"Tapi sebelumnya, bisa kan, kau membantuku diatas ranjang, rasanya aku ingin berolah raga sebentar denganmu sayang" ucap Agung
"Dasar kau ini, baiklah, aku juga ingin pelepasan yang nikmat denganmu" jawab Kartika sambil mengerlingkan matanya
Keduanya segera beranjak dan mencari hotel mewah dan berbintang untuk melepaskan hasrat dan kerinduannya bermain gila, setelah keduanya terpu*skan, mereka menyusun langkah pertama untuk memulai kerjasamanya
"Aku ingin tau semua pekerjaan penting yang masih di rencanakan oleh perusahaan Hanzel Company, apa kau bisa membantuku untuk mencari tahunya?" Tanya Agung
"Akan aku usahakan, aku rasa data itu ada di ruang kerjanya, akan aku cari dan ku kirimkan ke kamu kalau sudah ketemu"
"Bagus, kau memang wanita yang luar biasa" ucap Agung sambil memeluk Kartika yang masih polos di atas tempat tidurnya
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
ceritanya menarik dengan bahasa yang nyaman dibaca.
ketika tokoh tokohnya sudah menikah adegan 21 nya selalu ada...jadi bacaan yg hot thor,jadi biar g nge hot banyak yg ke skip....
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰🥰