Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya
Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.
Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??
Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan tak terduga
Akbar mengendarai mobilnya dengan gegas, tujuannya adalah kerumah Teman baiknya, pikiran Akbar sudah buntu, bingung mencari jalan keluar tentang keuangan nya yang sedang sempit
Dalam persimpangan jalan menuju rumah sahabatnya perut Akbar tiba-tiba nyeri tak tertahankan, Akbar yang meraung sakit tak mampu mengendalikan kemudi, mobilnya melaju tanpa kendali hingga saat Akbar menginjak rem waktunya sudah terlambat, mobil yang di kendarai nya menghantam pagar pembatas .
Kepulauan asap itu keluar dari mobilnya, Akbar berusaha mempertahankan kesadaran diri, merangkak keluar dari mobilnya yang sudah ringsek di bagian depannya
Di waktu yang bersamaan Andrean dan Rinjani sedang berada di jalur yang sama dimana Akbar mengalami kecelakaan tunggal
" Sepertinya ada kecelakaan!!" Rinjani menyipitkan matanya
" Iya Astagfirullah kecelakaan tunggal, aku bantu dulu ya??" Andrean bergegas menghentikan mobilnya tak jauh dari mobil Akbar
Andrean segera turun dari mobil dan mendekati pria yang sedang berusaha merangkak dari dalam mobil, melihat pemandangan itu Rinjani turut serta turun dan hendak membatu, terapi saat Andre berhasil mendudukkan tubuh pria itu Rinjani terkejut saat melihat yang baru saja kecelakaan adalah Akbar
" Mas Akbar??"
Rinjani dapat melihat Akbar mencoba membuka matanya, tetapi tak lama mata itu terpejam rapat dan tubuhnya ambruk tersungkur
" Dre??"
" Kita bawa kerumah sakit??"
" IYa!!"
Andrean membaringkan tubuh Akbar di kursi belakang Rinjani duduk di samping kemudi bersama Andrean, tetapi saat mobil hendak melaju Rinjani memilih pindah kebelakang menemani Akbar yang sudah tak sadarkan diri
Tangan Rinjani bergetar saat menarik kepala Akbar yang berdarah keatas pangkuannya, ada rasa yang tak bisa Rinjani jelaskan saat melihat keadaan pria yang masih berstatus suami nya itu
Pria yang pernah Rinjani cintai sepenuh hati, tetapi pria yang kini juga begitu ia benci
Rinjani mengamatati tubuh Akbar , sudah hampir dua minggu mereka tak pernah bertemu sejak sidang keduanya waktu itu, besok Rinjani akan pergi ke negara tetangga untuk melakukan donor sum-sum tulang belakang, Rinjani tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Akbar dengan keadaan seperti ini
Begitu mereka sampai di rumah sakit, Akbar langsung di tangani oleh Dokter, di sini rumah sakit yang sama dimana putri Akbar Via di rawat
Rinjani bertanya dalam hati apa gadis kecil duplikat Akbar itu sudah pulang dari rumah sakit ini?? Sambil menunggu Akbar di tangani kaki jenjang Rinjani melangkah menyusuri koridor rumah sakit, hatinya ingin memastikan Via sudah pulang atau belum??
Saat Rinjani bertanya kepada suster yang pernah membantunya mengurus administrasi, Rinjani terkejut saat mengetahui bahwa Via masih dirawat, bukan karena belum sembuh, tetapi karena Ayah nya belum melunasi biaya perawatan nya.
Ada apa?? Bukankah Akbar pernah mengatakan bahwa gajinya sebenarnya lebih dari Lima belas juta?? lantas mengapa membayar administrasi rumah sakit diri nya tidak mampu??
Rinjani melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar rawat Via, hati Rinjani terasa tercubit melihat gadis kecil meringkuk di atas ranjang tanpa di dampingi siapapun, sebenarnya dimana istri pertama suaminya itu?? sibuk ber- ekting sampai melupakan anaknya?? sangat tak masuk akal
" Tante,!!" Mata kecil itu terbuka
Rinjani tersenyum dan mendekati tubuh kecil Via
" Tante Via mau pulang " Rengek Via pada Rinjani
Rinjani berbicara dengan suster, suster mengatakan bahwa keadaan Via sudah baik-baik saja, masalah Via belum keluar dari sini karena kendala biaya.
" Suster tolong berikan rincian biaya nya biar saya yang akan membayar!" ucap Rinjani pada suster
" Baik kalo begitu biar saya ambilkan datanya!!"
Rinjani memeluk tubuh Via, entah bagaimana setelah ini? kemana Rinjani akan memulangkan gadis kecil ini?
Mengantarkan kerumah Keyra mungkin? karena mau di serahkan ke Akbar, Akbar sendiri saat ini sedang sakit.
Rinjani tidak bisa menunda kepergian nya, Akbar ataupun Via bukan tanggung jawabnya, Rinjani disini karena rasa kemanusiaan Rinjani menyakinkan itu pada dirinya, meski hatinya sedikit goyah melihat keadaan Akbar, tetapi Akbar punya Keyra untuk apa Rinjani khawatir.
Setelah mengurus administrasi Via, Rinjani meminta Andrean untuk memulangkan Via ke rumah Keyra, sedangkan Rinjani ingin melihat keadaan Akbar sebentar.
" Pasien sudah siuman, kepalanya berdarah karena terbentur tetapi tidak ada cidera berarti, tekanan darah nya naik dan juga sepertinya mengemudi dalam keadaan sakit maag nya kambuh, tolong di jaga pola makan nya ya Bu, setelah sakit perutnya mereda pasien boleh langsung pulang!!"
Rinjani mengangguk mengerti sebelum masuk kedalam ruang UGD di mana Akbar tadi di tangani, jika sudah tidak sakit perut nya Akbar di perbolehkan pulang, mendengar ucapan Dokter ada kelegaan di hati Rinjani, syukur lah Akbar baik-baik saja
Begitu membuka korden, mata Rinjani bertemu dengan mata terkejut milik Akbar
" Rinjani??"
Rinjani tersenyum, kakinya mendekati tempat tidur kerangka besi itu
" Kamu yang membawa aku ke sini??" Akbar bertanya dengan nada rendah
" Iya tadi di bantu sama Andrean!!"
Akbar membasahi bibirnya yang kering
" Mau minum??" Tanya Rinjani yang di angguki oleh Akbar
Rinjani tadi sempat ke kantin membeli minum sebelum mengurus administrasi Via, Rinjani menyodorkan sebuah botol yang lengkap dengan sedotan nya
Sepanjang Akbar meneguk air yang di ulurkan oleh Rinjani matanya tak lepas dari wajah wanita cantik di sampingnya, kini Akbar merasa minder saat parfum khas Rinjani memenuhi Indra penciuman nya
Bodoh, Akbar menyalahkan dirinya sendiri saat sekarang hidupnya hancur, di tengah lamunannya Rinjani menarik botolnya
" Ayo biar tak antar pulang!!"
" Aku mau bayar administrasi dulu !!"
" sudah di urus oleh Andrean begitu juga administrasi perawatan Via"
Malu' itu yang saat ini Akbar rasakan, rasanya sekedar menatap Rinjani Akbar tak punya muka, Wanita yang telah dirinya sia-sia kan Sudi membantunya.
" Aku akan Menganti nya nanti"
" Tidak perlu! "
" Tapi Rinjani____
" Mas aku tidak tau apa yang terjadi dengan dirimu saat ini, tapi kalo bisa aku minta tolong, utamakan Via, melihat dirinya meringkuk seorang diri di ruang rawat aku sangat tidak tega, nasehatilah istri mu untuk lebih memperhatikan Via!"
"Jangan menatap ku seperti itu, aku memang belum punya anak, tapi tidak musti punya anak dulu seseorang bisa mengerti tentang anak!!"
" Saat ini aku kekurangan uang Rinjani, semua usahaku mengalami penurunan pendapatan, saat ini uang ku benar-benar tipis!!" Keluh Akbar dengan menunduk.
" Akbar yang pernah menjadi suamiku memang bukan orang kaya, sebulan hanya memiliki pendapatan 1,5juta, Akbar yang pernah ku kenal tidak pernah mengeluh tidak punya uang, jangankan uang 7 juta, setiap bulan saja gajinya hanya 1,5 juta, karena Akbar yang ku kenal hanya seorang guru SD, karena Akbar yang ku kenal adalah pria penuh kesederhanaan, pria yang bahagia hanya dengan menu sarapan nasi goreng telur ceplok, Pria yang mudah bahagia hanya karena uang arisan sebesar 500.000, Maaf aku tidak mengetahui soal Akbar yang lain, Karena selama dua tahun aku hanya mengenal satu sosok Akbar, pria sederhana dengan sejuta perhatian".
Berakhirnya Kalimat Rinjani, Akbar tak mampu membendung air matanya, benar'. Rinjani tak mengenal Akbar pemilik kedai minuman dengan penghasilan puluhan juta, siapa Akbar keday?? yang Rinjani kenal adalah sosok Akbar yang pergi pagi pulang malam untuk mengajar, mendapatkan penghasilan minim tetapi hidup mereka begitu terasa bahagia, lantas pantaskah Akbar mengeluh di hadapan wanita yang bahkan tidak mengerti tentang usaha kedainya??
mwereka nikah trus sibouonh deh sm ansel ke inggris. ajuh dr wereng pengerat itu...