Sequel dari novel Kehidupan Penuh Luka
Cerita tentang perjalanan kisah pernikahan Lichyia dan Arel yang adanya Kinara sebagai orang ketiga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Malam hari nya di kamar masing masing Lichyia dan Arel tidak bisa tertidur entah karena apa pikiran mereka merasa terganggu tanpa sebab
Lichyia bangun dari tidurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya menatap langit malam yang sangat indah
Arel berguling dari posisi tengkurap nya dan mencoba menghubungi Kinara yang sedari tadi tidak bisa di hubungi
"Dimana sih Kinara" ucap Arel
"Ya Allah semoga pernikahan ku ini akan selalu abadi hingga maut yang memisahkan kami" ucap Lichyia penuh harap dan duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya
"Kinara dia dimana sih!! Apa sesibuk itu dia sampai sampai tidak bisa menjawab telfon ku sebentar saja" ucap Arel kesal lantaran ponsel Kinara sedari tadi mati
"Dia online" ucap Arel bahagia dan langsung menelfon kembali kekasih nya saat melihat notif jika Kinara sedang online
"Hallo sayang kau dari mana saja dari tadi aku telfon kamu tapi gak bisa apa kamu sibuk" ucap Arel mencerca Kinara dengan pertanyaan pertanyaan
"Iya maaf tadi aku sibuk kuliah" ucap Kinara
"Kuliah? Sejak kapan kamu kuliah" tanya Arel karena setahu nya Kinara tidak kuliah karena terhalang biaya
"Ya sejak beberapa hari yang lalu saat tahun ajaran di mulai dan hari ini hari pertama ku masuk kuliah" ucap Kinara dengan bahagia
"Arel ngapain ya" gumam Lichyia di kamar sebelah
"Oh baguslah eh tapi kamu dapat dari mana biaya untuk kuliah" tanya Arel
"Aku... aku pakai uang kamu yang kamu berikan kemarin" ucap Kinara
"Oh ya apa itu cukup" tanya Arel
"Tentu saja cukup jika di universitas biasa Rel bahkan itu lebih" ucap Kinara
"Baguslah aku akan mengirim uang padamu setiap minggu untuk biaya kuliah kamu ok" ucap Arel
"Benarkah" tanya Kinara tak percaya
"Ya"
"Makasih sayang makasih banyak" ucap Kinara
"Sama sama love you besok kita ketemu di cafe X jam delapan jangan lupa" ucap Arel
"Iya jam delapan kan" ucap Kinara
"Iya yaudah tidur udah malem" ucap Arel
"Iya iya"
Panggilan terputus
Malam semakin larut dua orang penghuni rumah itu sudah berada di alam mimpi nya masing masing
.
.
.
.
Pukul empat subuh Lichyia terbangun dengan nafas menderu seperti orang ketakutan
"Astagfirullah mimpi apa aku tadi" ucap Lichyia dengan wajah pasi
"Gak gak mungkin pernikahan ku dan Arel pasti akan baik baik aja" gumam Lichyia
"Astagfirullah udah hampir subuh aku mandi dulu habis itu sholat" ucap Lichyia dan beranjak bangun dari duduk nya menuju kamar mandi
Selesai mandi selama lima belas menit dia keluar sudah mengenakan pakaian rapi dan bersiap untuk sholat subuh
Setelah sholat subuh Lichyia duduk termenung di balkon kamarnya masih memikirkan mimpi yang sangat buruk bagi nya
Di dalam mimpi tersebut ada dirinya dan Arel serta satu wanita lain yang berdiri di belakang Arel dan posisi Lichyia berada di depan Arel
Lichyia dan wanita itu bersiteru untuk membawa Arel dan menggenggam tangan Arel. Namun di menit berikutnya Arel menggenggam erat tangan wanita itu dan hendak pergi meninggalkan Lichyia
"Enggak Arel jangan tinggalin aku" teriak Lichyia di tengah kabut hitam
Perlahan Arel dan sosok perempuan itu mendekati sebuah cahaya namun saat mereka hendak menembus cahaya tersebut Arel kembali ke Lichyia dan memilih pergi bersama Lichyia
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN