Rumah tangganya yang harmonis tiba-tiba menjadi kacau semenjak kehadiran Sharon yang tak lain adalah mantan kekasih Mizi.
Desahan seorang perempuan mengalihkan fikiran Syani yang berada diujung anak tangga, dengan rasa penasaran Syani mendekati asal suara itu.
Betapa terkejutnya Syani melihat adegan didepan matanya, bagai disuguhi sebuah film dewasa, syani terpaku ditempatnya.
"Air mataku mengalir tak terbendung, aku terisak seorang diri, istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bercinta dengan perempuan lain."
Mampukah Syani mempertahankan rumah tangganya?
(harap bijak memilih bacaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutradilla Muis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
Setelah berjuang selama dua bulan akhirnya ketukkan palu memecah keheningan, menandakan syani dan mizi telah resmi bercerai, meski awalnya syani sempat putus asa dengan perceraiannya yang sangat mengulur waktu karena ulah mizi yang sangat terkesan tidak rela bercerai dan akhirnya mediasi dilakukan,dengan hati terpaksa dikuatkan, setelah bersalaman dengan pihak-pihak pengadilan, mizi menghampiri syani yang baru saja ingin melangkah keluar dari ruangan itu,
"syan," panggil mizi,
Syani menoleh karena namanya dipanggil, diapun tersenyum pada mizi,
"iya mas" kata syani,
"sekarang kita resmi bercerai, semoga kamu bahagia," lirih mizi,
"dengan ucapan yang sama mas," balas syani dengan senyuman terlukanya, yah tak dipungkiri syani sangat terluka dengan semua hal yang terjadi kepadanya, namun dia tetap berusaha tegar demi anak semata wayangnya,
"bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kali? " tanya mizi, dan dibalas senyuman oleh syani, tanpa membalas ucapan mizi, syani memeluk mizi, dalam pelukan itu mizi dan syani menangis dalam diam, mengingat semua kenangan indah mereka hingga akhirnya syani tersadar dan melepas pelukan itu,
"baiklah saatnya aku pulang, abi menunggu dirumah" kata syani memecah keheningan diantara mereka,
"baiklah," kata mizi dan syani berlalu meninggalkan mizi,
Kini syani meringkuk diatas ranjangnya, menangis sejadi-jadinya, yah dia menangisi perceraian yang terjadi pada rumah tangganya, dia kecewa pada dirinya sendiri yang tak bisa mempertahankan rumah tangganya, kecewa pada dirinya sendiri karena membiarkan ayah dari anaknya pergi dari hidupnya, ingin rasanya syani mengulang waktu dan menghentikan perceraian itu tapi hatinya kembali sakit mengingat semua kejadian-kejadian yang meyakinkan hatinya untuk mengakhiri rumah tangganya,
Hingga suara tangis abigail menyadarkannya, dia mengusap wajahnya yang bengkak karena menangis, dia menghampiri abi yang berada dalam box tidurnya, dia mengangkat abi lalu menggendongnya dengan lembut dia menatap anaknya dengan lembut ditatapnya abi dengan tatapan sendu, tak terasa air matanya kembali memenuhi pelupuk matanya,
"maafkan mama nak," lirihnya, dia kembali menangis sejadi-jadinya seakan mengerti perasaan ibunya, abi yang berada dalam gendongan syani menatap ibunya lekat, seakan menguatkan ibunya.
"maaf jika nanti duniamu tidak sesempurna milik orang lain nak, tapi ibu janji akan berusaha memberikan yang terbaik untuk abi" lirih syani sambil mengecup pipi cabi anaknya, dan tiba-tiba handphonennya memecah suasana yang mengharukan itu.
"Halo" sahut syani,
"Apa hari ini kamu tidak kekantor?" kata arkam,
"Oh maaf, aku lupa memberitahumu, aku tidak masuk hari ini, aku harus menemani abi," kata syani,
"jadi, bagaimana sidangnya? " tanya arkam,
"yah lancar," jawab syani,
"maav karena tadi aku ada meeting hingga tidak bisa mengantarmu kepengadilan," kata arkam lagi, dan syani hanya tersenyum mendengar kata-kata arkam,
"its oke ar, ya udah abi mau ***** dulu," kata syani,
"baiklah, aku akan mampir setelah semua pekerjaan disini selesai," kata arkam
"terserah kau saja, bye" sahut syani dan mematikan panggilan telefon tersebut dan melanjutkan kegiatannya.
Disebuah tempat arkam tampak berfikir, bagaimana jika dia melamar syani dalam waktu dekat ini, apakah syani akan menerima lamarannya, tapi bagaimana jika syani sama sekali belum siap, tapi arkam tetap optimis, dan fikirannya buyar ketika sekertarisnya mengintruksi bahwa meetingnya akan segera dimulai.
lanjutkan, Thor 🚴🚴🚴💦
lanjutkan aksimu, Thor.
sehat" & sukses slalu
namun dg pikiran yg berbeda..
ditunggu lanjutannya, Thor
sehat" slalu
tuh kn ... emang dasarnya Rifqa jiwanya pelakorr. demen banget mengagumi laki orang 😒😒😒
- meminta balas budi ke arkam atas kontribusi mba ifqa yang PERNAH membersamai usaha arkam dari 0
atau
- meminta cinta dan perhatian arkam KEMBALI yang dulu pernah terputus karena kesalahan mba ifqa sendiri
atau
- ingin menghancurkan rumah tangga dan kedamaian arkam ??
atau
- mba ifqa hanya sedang terobsesi karena arkam saat ini sudah mempunyai awak kapal dalam nahkoda yang dia kayuh???