NovelToon NovelToon
Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sekar Laveina

Lara zavina, seorang owner cafe berperawakan tinggi, cantik, single. Suatu hari ia bertemu dengan seorang CEO berstatus duda beranak satu. Karena sebuah insiden, Lara yang nota bene seorang pengusaha cafe harus mau menjadi seorang pengasuh sang putri dari CEO itu.

Syahdan Azwar, sejak pertama melihat Lara, ia sudah jatuh cinta. Apalagi Serenia Azwar, putrinya, juga menyukai Lara. Syahdan pun menjadi berani mengejar cinta sang pengasuh cantik yang mengasuh putrinya. Karena Lara juga wanita penyayang dan baik, Syahdan merasa jika Lara pantas menjadi ibu dari anak-anaknya.

Apakah Lara mau menjadi ibu dari putri CEO yang dia asuh?
Saksikan kisah mereka disini ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 25

thank you bin terima kasih

buat kalian yg dh setia sm author

n selalu setia sm Syahdan dan Lara

kita lanjut yukkks mari

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Syahdan kesal setengah mati Lara bahkan menutup telpon.Syahdan berencana balas dendam pada Lara,yang sudah membuat Syahdan begitu merindukannya,tapi Lara bilang dia tidak merindukan Syahdan.

"Kita lihat saja sayang sampai kapan kamu akan bilang tidak merindukanku"Syahdan menyeringai dengan sudut bibir terangkat sebelah

Sore hari Jeni menelpon Lara.Lara sedang tertidur karena baru saja meminum obatnya.Jeni heran kenapa Lara tidak mengangkat telponnya.Jeni memutuskan menelpon Syahdan

tuuttt tuttt tutt

(halo kak)sapa Syahdan

"Dan apa kau tahu Lara kemana.Dia tak menjawab telpon dariku"Jeni menanyakan pada Lara pada Syahdan

(aku tidak tau.mungkin dia tertidur karena tadi saat kutelpon dia bilang akan meminum obat)

"Oh kalau begitu aku akan pergi ke rumahnya saja nanti"Jeni menutup telponnya

tut tut

"Hah heran kenapa hari ini semua orang menutup telpon seperti ini!"Syahdan mendesah.Lalu kembali berkutat dengan berkas berkasnya yang menumpuk.Sepertinya dia harus lembur hari ini

Sorepun tiba.Jeni pergi ke rumah Lara setelah menitipkan Seren pada bi Eli.Jeni menenteng kedua kopernya dan menaiki taxi ke rumah Lara.Dua puluh menit kemudian Jeni sampai didepan rumah Lara.

ting tong

Zidane sedang menonton acara tv.Karena bel terus berbunyi akhirnya Zidane bangkit menuju pintu dan membukanya

"Hai Zid!"sapa Jeni

"Kak Jen.Mari masuk"Zidane mempersilahkan Jeni masuk

Jeni meninggalkan kopernya di taxi dan menyuruh supir taxi itu menunggu.

"Zid bolehkah aku meminta ijin padamu agar Lara diijinkan mengasuh Seren kembali"Wajah Jeni penuh ke khawatiran dan Zidane melihatnya dengan jelas bagaimana gelisahnya Jeni

"Ada apa kak Jen sepetinya begitu was was dan gelisah"tanya Zidane kemudian

"mari duduk lah dulu

Zidane mempersilahkan Jeni masuk dan duduk diruang tamu

"Zid..anakku sakit di rumah.Dan aku harus segera pulang ke LA"

"Hmm lalu ka Jeni ingin Lara menginap lagi di rumah Syahdan?tapi maaf ka aku tidak bisa" pungkas Zidane tegas

"Tidak menginap tapi biarkan Lara mengasuh dari pagi sampai sore sementara Syahdan kerja.Boleh ya Zid.Ayolah taxiku sudah menunggu yah yah yah"pinta Jeni.Zidane mengangguk meskipun terpaksa.setelah mendapat ijin dari Zid Jeni segera pergi

Taxi itupun berlalu dari pandangan Zid.Jeni tertawa di dalam taxi.

"Ha ha haa.Zid percaya kalau aku pulang ke LA karena anakku sakit.Zid,Zid kau sungguh gampang tertipu ha haha"Jeni tak henti tertawa

Jeni hanya ingin Syahdan dan Lara sering bersama.Dia sengaja pergi agar ada alasan untuk Lara dan Syahdan bertemu setiap hari.Setelah Jeni berlalu Lara terbangun dari tidurnya.Dia melirik jam dinding dikamar tidurnya.

"Hmm sudah sore rupanya!"Lara menggeliatkan tubuhnya dan menguap

"huuuaammmp"

Lara pergi kekamar mandi. setelah mandi Lara turun dan menemukan Zid sedang minum kopi di depan tv.Mendengar suara langkah Lara,seketika Zidane menoleh dan memanggilnya

"La..kemarilah!"panggil Zidane

"Ya Zid ..ada apa?"tanya Lara

Setelah sampai di ruang tamu Lara duduk di sofa depan Zidane

"La,,tadi kak Jeni kesini mencarimu"

"Ada apa kak Jeni kesini?tumben?"tanya Lara

"Dia ingin kau kembali menjaga Seren.Anak kak Jen sakit,jadi dia buru buru pulang ke LA!"jawab Zidane

"Oh begitu"jawab Lara singkat

Dihatinya Lara sangat senang dia bisa bertemu Seren setiap hari.Juga bisa bertemu Syahdan disana.Hati Lara berbunga bunga menunggu esok hari.Tapi suara ancaman Zidane membuat dia lesu

"Hanya mengantar Seren dan menjemput juga menjaganya sampai sore.TIDAK BOLEH MENGINAP..mengerti!!"tatap Zidane dengan tajam

"Iya Zid.Aku mengerti!"jawab Lara tak semangat

Lara tau dengan pasti jika Syahdan sedang sibuk akhir akhir ini.Syahdan selalu pulang diatas jam 9 malam.Jika Lara disana sampai sore berarti mereka tidak akan bertemu.Lara sangat merindukan Syahdan meski baru dya hari tidak bertemu.Lara pergi ke dapur untuk makan,selesai makan dia pergi kembali ke kamarnya.Dia menelpon Syahdan

drrttt drrtttt'Syahdan sedang sibuk dengan berkas berkasnya saat Lara menelpon.Syahdan tersenyum simpul

"Hehm Kau bilang tidak merindukanku tapi sekarang kau menelponku"gumam Syahdan melihat ponselnya tanpa mengangkat panggilan dari Lara.Syahdan sengaja melakukkan itu dalam rangka balas dendam.Syahdan bersumpah akan membuat Lara sangat merindukannya

tuutt tutt(nomor yang anda tuju tidak menjawab)operator cellular yang menjawab

Lara sedih mendengar operator yang bicara

"Kenapa kamu gak angkat telpon aku mas?"gumam Lara sedih.Lara nerebahkan tubuhnya dan berniat tidur malam lebih awal,agar bisa pergi pagi pagi sekali ke rumah Syahdan.Supaya dia bisa bertemu Syahdan sebelum Syahdan pergi ke kantor.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

***pagipun tiba

Jam 5 pagi Lara sudah bangun dan bersiap siap ke rumah Syahdan.Lara pergi jam 6 kerumah Syahdan.Dua puluh menit waktu yang biasa dia tempuh ke rumah Syahdan,hari ini rindunya pada Syahdan membuat dia melajukan mobilnya dua kali lipat kecepatan yang biasanya.Sepuluh menit dia sampai di depan pintu.Hari ini Lara dandan secantik mungkin,agar bisa membuat Syahdan terpesona saat melihatnya

Lara menarik nafasnya berulang ulang sebelum mengetuk pintu.

"huuhh haahh"Lara menarik nafasnya dan mengetuk pintu

tok tok tok

Bi Eli membuka pintu dan mempersilahkan Lara masuk

"Silahkan masuk non,tuan di ruang makan sedang sarapan"ucap bi Eli

"Terima kasih bi"jawab Lara

Bagai remaja yang baru jatuh cinta,jantung Lara berdebar debar melangkah ke ruang makan.Hatinya sangat bahagia akan bertemu dengan kekasih pujaan hati.Lara tidak sabar melihat reaksi Syahdan saat melihat penampilan Lara hari ini yang berdandan dengan cantik.Lara sampai di ruang makan dan melihat Syahdan sedang menyesap kopinya sambil membaca koran pagi

"Pagi mas!"sapa Lara sambil tersenyum sangat manis.Lara tau Syàhdan sangat menyukai senyumannya

"Pagi La.."Syahdan hanya menatap Lara sekilas dan menjawab sapaannya.Lalu kembali membaca korannya

"Seren masih tidur kau bangunkan dia,jangan lupa sebelum berangkat ke sekolah ajak Seren sarapan dulu"Syahdan bangkit setelah mengatakan itu.Syahdan tidak memandang Lara ataupun tersenyum apalagi memuji Lara.Lara sedikit sedih

"Biii..saya berangkat"Syahdan pamit dan segera mengambil tas kerjanya lalu pergi.

"Dia tidak pamit padaku?apa dia marah padaku?"Lara bergumam sedih.Lalu pergi ke kamar Seren

Di garasi Syahdan masuk ke mobilnya,tapi tidak langsung berangkat tapi melamun membayangkan betapa cantiknya Lara hari ini.Lara memakai dress putih tanpa lengan dengan panjang selutut dengan dibalut luaran cardigan transparan berwarna pink.Wajahnya benar benar sangat cantik dengan bibir dipoles lipstik warna cabe merah yang mengkilap.Membuat Syahdan mengacak rambutnya frustasi

"Aahh benar benar dia itu sedang berniat menggodaku di pagi hari apa?Seandainya aku tidak sedang menghukummu,sudah kupastikan jika lipstikmu tidak akan serapi itu lagi"Syahdan bergumam di mobil sambil mengacak ngacak rambutnya.Lalu dia segera berangkat ke kantor sebelum dia kalah oleh nafsunya untuk menghampiri Lara

Lara melamun memandikan Seren.

"Mama Selen dinginn!"ucap Seren

Lara tidak sadar jika dia sudah memandikan Seren setengah jam.Sampai Seren menggigil kedinginan terus terusan diguyur Lara menggunakan shower

"Haahh maaf maaf sayang mama gak sengaja,Seren dingin sayang.Sini mama lap kamu sayang!"Lara mengambil handuk dan mengelap tubuh Seren.Mengutuk dirinya sendiri yang membuat Seren sampai kedinginan

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

author coba bikin scene2 manis

buat mereka berdua

ttap stay with Syahdan

n Lara

love you more

readers2 yang dh dkung karyaku

makasih selalu author ucapkan pada kalian

see you next episode

1
R'vina
Luar biasa
R'vina
loh ko .. 😶
R'vina
hayalan tingkat Dewa... kasian olahraga jari jariiii..😁😂
susi 2020
😂😂
susi 2020
🤣🤣
susi 2020
🙄🙄
susi 2020
😘😘
susi 2020
😎😎
susi 2020
🙄☺️🙄
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘
Umi Salsabilla
kok suster ikutan panggil mas si thort,harusx kan pak gitu panggilx ,g jelas banget suster itu
Umi Salsabilla
g usah becanda thort ntar ku santet online baru tau rasa
Umi Salsabilla
kenapa Asisten selalu gercep ya ketimbang Ceox ,,, rata2 pd lelet selalu yg dijadikan Andalan Asisten ajha terus ,,, Hheemmm 🤔
Umi Salsabilla
authort suka gt deh 😉
Tari Octora
sangat bagus
sendy kiki
bagus ceritanya
Novi Anjar
masa baru bertamu langsung disuruh masuk ke kamar tidur, enggak nunggu di ruang tamu
jusia ernita
akhirnya
jusia ernita
😭😭kok sedih
Sekar Laveina: siapin tisu, Kak 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!