Kisah Amaira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geng Arian bertindak
Amaira berjalan menyusuri koridor dengan perasaan galau dan bingung. Bagaimana bisa dia mencari bukti itu jika tidak maka masa depan nya yang akan menjadi taruhannya
Di keluarkan dari sekolah, oh hal itu tidak ada sama sekali di dalam benak gadis berusia lima belas tahun itu
Amaira mengeluarkan ponsel nya masih sambil berjalan melewati kelas kelas dan menghubungi Ilham
"Iya ra ada apa" tanya Ilham
"Gue butuh bantuan geng Arian kita kumpul di markas ya" ucap Amaira dengan mempercepat langkah nya kemudian memutus sambungan
Langkah lebarnya menyusuri jalanan menuju bagian belakang sekolah di sana ada sebuah bangunan tinggi yang di dalam nya di gunakan untuk tempat penampungan air
Tap.. tap.. tap..
Langkah kaki Amaira dengan cepat menaiki anak tangga satu per satu hingga sampai di paling atas
"Ada apa ra kenapa manggil kita" tanya Ilham
"Iya lo pasti butuh bantuan soal tadi ya" tebak Ana sambil bersedekap dada
"Iya Bu Rena gak percaya hanya dengan omongan gue doang" ucap Amaira dengan cemas
"Lalu dia minta bukti" tanya Fera
"Iya dan dalam waktu seminggu jika aku gak bisa ngasih bukti gue dan Sandy bakal di keluarin dari sekolah kan gak lucu Sandy baru masuk dan di tendang dari sekolah ini...."
"... dan parah nya surat tanda kelulusan gak akan di kasih" jelas Amaira
Hah bagaimana bisa separah itu akibatnya apa gue bantu aja ya batin Nara
"Ok kita bakal cari bukti nya lo tenang aja" ucap Ilham
"Gue harap segera dapet ya buktinya gue takut" ucap Amaira
"Ra lu lupa kita siapa sekali bergerak semua bukti bisa dengan mudah kita dapat" ucap Ana
"Dikta lu jadi mata mata di setiap kelas sama Andri" perintah Fera
"Siap bu sekretaris" ucap Dikta
"Ck cepet lu" ucap Fera kesal
"Emang gue pernah tindak lelet gitu" tanya Dikta
"Hashh iya gue tau lu selalu cepet makanya dari pada buang waktu sekarang bergerak deh" ucap Fera
"Gue ke kelas 9A lo ke kelas lain cepet" ucap Andri
"Hah?? Ngapain lu di sono" tanya Dikta
Andri langsung menuruni anak tangga tanpa menjawab pertanyaan dari sahabat nya itu
"Etdah tuh manusia apa es ya gk pernah leleh sama sekali" ucap Dikta
"Jangan bengkok" ucap Ana
"Eh gue masih waras ye mending sama Amaira iya gak dari pada ma tu anak" ucap Dikta sambil menatap Amaira dengan menaik turunkan alis nya
"Ck" Amaira berjalan menuruni anak tangga dan meninggalkan semuanya
"Kalian cek cctv" ucap Ilham
"Gue?" Tanya Fera
"Iya lo sama Ana" ucap Ilham
"Eitss di toilet gak ada cctv bambang" ucap Ana
"Gue tau tapi cek aja siapa tau ada yang mencurigakan" ucap Ilham dan pergi
"Terus tugas gue apa" tanya Leon sambil santai duduk dan bersender pada bahu teman nya yang sedari tadi hanya menyimak kini dia angkat bicara
"Tugas seperti biasa tutup mulut mulut yang gunjing Amaira" ucap Ana
"Oh tugas gampang" ucap Leon sambil mengedikkan bahu nya
"Ayo guys" ajak Leon pada ketiga teman nha dan pergi
"Kuy Fer" Ana dan Fera pun pergi untuk menjalankan tugas nya
Nara masih diam mematung bahkan teman teman nya lupa dengan diri nya
"Gue harus gimana" ucap Nara dengan bimbang
Bagus sekali ceritanya 👍
LIKE♥️♥️
Mampir di novelku ya
GADIS TIGA KARAKTER
aku mampir bawa bintang lima dan jempol buatmu