Fabian Alvaro Ibramsyah, adalah seorang laki-laki yang keras kepala dan keras hati. Sejak kuliah dia sudah di jodohkan dengan seorang siswi kelas 8 yang tinggal di asrama panti, ini semua adalah ide mama nya yang sudah kesal melihat kelakuan Bian yang urakan. Dia hobi balapan, sering ikut tawuran, lalu bicaranya kasar. Sejak kematian papanya dia makin menjadi, tidak ada lagi sosok yang dia takuti. Dia menolak pertunangan ini, namun mama nya mengancam akan bunuh diri jika dia tidak menerima perjodohan itu. Dengan terpaksa dia menerima perjodohan itu. Dua tahun setelahnya, karena suatu keributan kecil Bian dan Mamanya bertengkar. Kemudian mobil yang dikendarai mamanya mengalami kecelakaan. Mamanya mengalami cedera dibagian kepa yang sangat parah. Demi membuat mamanya bahagia Bian menikah dengan Lia. Bian yang sudah bersumpah tidak akan pernah menyia-nyiakan istrinya itu menjadi makin menjadi-jadi. Dia makin tidak perduli pada istrinya. Akankah Aulia akan bisa menaklukkan hati suaminya. Akan kah perjuangan Aulia mempertahankan rumah tangga nya berhasil. Simak kisahnya dalam Akhirnya Cinta karya Luna Hanayuki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luna Hanayuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam Yang Buruk
Mereka berdua meninggalkan area pemakaman. Bian sudah berada dibelakang kemudinya. Sementara itu istrinya duduk disebelahnya.
"Mas ... "
"Hmm..."
"Mas Bian lapar tidak?"
"Ya"
"Nanti kita makan malam dulu ya, Mas?"
"Ya"
Bian melajukan kendaraannya perlahan. Entah mungkin hatinya lagi senang. Dia tak seugal-ugalan biasanya nya. Mereka mencari tempat makan yang nyaman. Untuk urusan ini Bian nomer satu. Dia jago sekali memilih tempat makan romantis. Di sebuah hotel berbintang dengan nuansa romantis dan syahdunya. Aulia suka sekali tempat ini.
"Mas Bian, boleh aku bicara?"
"Bicara lah!"
"Aku ingin meneruskan kuliah. Tapi mungkin tempat nya agak jauh dari rumah. Di kota sebelah. Aku dapat jalur undangan disana. Itu juga kalau Mas Bian mengizinkannya"
"Terserah kamu. Urus saja hidupmu sendiri. Itu bukan urusanku"
"Dulu memang begitu. Tapi sekarang aku perlu izin dari Mas Bian sebagai suamiku. Akan sulit nantinya jika aku harus bolak balik dengan jarak jauh seperti itu. Ini kesempatan tak datang dua kali, namun Mas Bian bagaimana?"
"Bukankah sudah ku bilang. Urus saja hidupmu sendiri. Aku urus hidupku sendiri. Kita ini ibarat dua orang asing yang tinggal satu atap. Cuma ada ikatan pernikahan terpaksa tanpa ada ikatan hati. Jadi aku tak perduli apapun yang kamu lakukan. Tenang saja, aku tetap akan bertanggung jawab atas biaya hidup dan kuliahmu nanti. Setiap bulan aku akan tranfer uang ke rekening mu"
"Tapi Mas ... bukan itu .... "
"Aku minta jangan pernah ikut campur dengan urusanku. Aku ingin bebas dan bersenang-senang tanpa terikat. Jadi kita jalani saja hidup kita masing-masing"
"Jalani hidup masing-masing? Maksud Mas Bian?"
"Aku sudah berjanji dengan Mama tidak akan menceraikanmu, karena itu kamu tetap menjadi istriku. Paling tidak hanya dalam status. Tidak dengan hatiku. Dan jangan harap aku akan menyukaimu. Tidak akan pernah"
Entah setan apa yang merasuki Bian, tiba-tiba saja suasana hatinya berubah. Bian menyudahi makannya. Dia pergi meninggalkan Aulia sendiri yang belum menghabiskan makanannya. Aulia mengejar suaminya. Namun dia kehilangan jejaknya. Mobil Bian sudah tidak ada diparkiran.
Hancur perasaan hati Aulia menghadapi semua yang terjadi. Dia hanya bisa menangis sedih. Dia memesan sebuah taxi online. Lalu pulang kerumah. Setangah jam perjalanan dalam taxi online terasa begitu lama.
Sampai dirumah dia tak mendapati mobil suaminya. Dia menuju lantai atas, dikamar nya pun Bian tak ada. Akhirnya Lia kembali turun dan masuk kekamarnya. Dia kembali terisak dibalik bantalnya. Dan akhirnya tertidur karena lelah menangis.
******
Bekas tangisannya semalam menyisakan wajah sembab. Pagi ini dia berangkat sekolah seperti biasanya. Dia memesan sebuah taxi online. Bibi sudah menyiapkan sarapannya namun dia tidak berselera untuk memakannya.
"Kamu pucat sekali, Lia? Kamu baik-baik saja?", tanya Dara saat jam istirahat.
"Aku baik-baik saja", jawabnya lesu.
"Kamu yakin? Badanmu dingin sekali. Lebih baik kamu beristirahat saja di ruang UKS"
Aulia menolaknya. Dia tetap bersekolah sampai jam belajar selesai. Saat bel pulang berbunyi semua anak berlarian keluar kelas. Aulia berjalan perlahan, kepalanya terasa sangat pusing.
"Lia ...", panggil seseorang.
Aulia menoleh. Adam dan Dara memanggilnya dari belakang. Dia mencoba tersenyum.
"Kamu baik-baik saja, Lia? Kamu pucat sekali"
Baru saja Adam selesai bicara, Aulia sudah jatuh tak sadarkan diri. Adam panik melihat perempuan yang disukainya tergeletak tak berdaya. Mereka membawa Aulia kerumah sakit.
Setelah melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel darah pasien, dokter tidak mengizinkan dia pulang, Aulia terkena tipes stadium sedang. Dan akhirnya dia harus di opname selama lima hari.
******
jangn di injak injak
umur 19 bru ada pemberkatan nikah