Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
memulai dari awal
" Wi,, segera lah pulang sudah seminggu lebih kamu di sini,bilang pada mertua mu kalau kau hamil pasti mereka senang" ucap Ibu Tiwi
sudah seminggu Tiwi di rumah nya,tak ada tanda-tanda keluarga Raihan akan menjemput nya..
" biar lah dulu bu,aku masih merindukan ibu" elak Tiwi,,
kemarin Nyonya Fatyah sudah menghubungi nya jangan pulang dulu..
" kau tak merindukan suami mu wi,dulu waktu ibu hamil kamu ibu tak bisa jauh-jauh dari bapak" jelas ibu Tiwi
" sangat bu,, sangat merindukan nya" gumam Tiwi pelan
Tiwi mengusap perut nya pelan sambil membayangkan wajah Bara..
" ya kalau rindu pulang wi,jangan di tahan-tahan,nanti kamu bisa tambah sakit" oceh ibu Tiwi lagi
" kalau aku pulang dalam keadaan sakit begini justru akan tambah rumit bu" batin Tiwi
****
" mas..hari ini aku mau ke kantor mu "ucap Raina bergelayut manja di tangan Bara
" kenapa?" tanya Bara heran dengan perubahan sikap Raina
" aku minta maaf mas selama ini terlalu cuek pada mu,aku ingin kita memulai semua nya dari awal,aku akan mencoba menerima mu" ucap Raina
Bara diam sejenak,,
" terlambat na,,hati ku bukan untuk mu, dulu aku pernah meminta mu untuk menerima pernikahan ini tapi kau malah pergi dengan pria lain,ntah apa.yang membuat mu kembali lagi pada ku,,yang jelas saat ini hati ku untuk Tiwi..hanya untuk Tiwi" batin Bara
" mas.....kenapa melamun" ucap Raina menepuk pundak Bara pelan
" hmmm....aku.. a-ku ada meeting di luar hari ini ,lain kali saja ya.." tolak Bara
" aku ingin kau mengenal kan ku pada karyawan kantor mas" pinta Raina
" ya...tapi tidak sekarang,,,,aku berangkat dulu" ujar Bara segera keluar rumah
" ma...izinkan aku menjemput Tiwi ma,,ini sudah seminggu lebih,aku tak bisa apa-apa tanpa dia" bujuk Raihan pada mama nya,saat ini Raihan berada di kamar mama nya
" mama bolehkan kamu menjemput Tiwi dengan satu syarat,,kau harus sembuh dulu,mama mau kau membina rumah tangga yang normal bersama Tiwi,kasihan dia han, bagaimana pun Tiwi Perempuan normal,dia pasti tertekan dengan semua ini....mama merasa berdosa sudah meminta nya menikah dengan mu,tapi mau bagaimana lagi,hanya Tiwi perempuan yang bisa di atur"jelas Nyonya Fatyah panjang lebar
" ma....aku janji akan mengurangi kebiasaan ku"
" bukan mengurangi han, tinggalkan....kamu lelaki tampan...kaya,, tidak akan ada perempuan yang menolak mu,tapi penyakit mu itu menjijikkan..." tekan Nyonya Fatyah
" apa kamu ingin seperti ini seumur hidup,,kalau iya,mama tak akan pulangkan Tiwi kerumah ini...kasihan dia" ucap Nyonya Fatyah pura-pura menangis
" ma...jangan menangis,,maaf kan aku" bisik Raihan memeluk mamanya
" sekarang kamu pilih Tiwi dan mama atau pilih mempertahankan Penyakit mu itu?"
" ma-.."
" jawab Han,,mama tak akan membiarkan Tiwi kembali lagi kerumah ini dan kamu tak akan bertemu dengan mama lagi" ancam Nyonya Fatyah
Raihan bimbang,,dia benar-benar sudah tergantung dengan Tiwi,dan juga menyayangi mama nya
" baiklah demi mama dan Tiwi aku kan berobat dan tak akan lagi mengenal dunia malam" ucap Raihan lantang
nyonya Fatyah tersenyum senang, misi nya berhasil,,,
" baiklah besok kamu bisa jemput Tiwi,tapi hari ini kamu harus menjalani pengobatan,mama sudah siapkan psikiater untuk kamu,,kamu harus mulai terapi karena mama yakin penyakit kamu ini bukan dari lahir tapi dari pergaulan bebas kamu..." jelas Nyonya Fatyah
" baiklah ma,tapi setelah aku menjalani semua nya aku mau satu hal dari mama"
" apa???"
" aku mau mama bebaskan Tiwi,biarkan dia hidup sebagai kebanyakan istri lain nya,biarkan dia menikmati dunia" ujar Raihan
" jika kamu sudah normal mama akan lakukan" tegas Nyonya Fatyah