NovelToon NovelToon
Merpati Ku Yang Hilang

Merpati Ku Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:945.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puspa Herliyah

Bunga selama 6 tahun dia menanti kekasih nya yang bernama Yudha seorang polisi yang bertugas di luar pulau jawa.

Dia menanti kekasih nya selama itu karena tidak ada kata perpisahan diantara mereka, hanya sebuah perpisahan sementara dan Yudha berjanji akan kembali tahun depan untuk melamar Bunga.

Sehingga Bunga merasa dia masih kekasih Yudha karena tidak ada kata putus diantara mereka hanya hilang tanpa kabar.

Karena penantian Bunga selama ini menanti kekasih nya kembali dia selalu menutup hatinya untuk lelaki lain.

Anton teman Bunga yang seorang guru dia jatuh cinta terhadap Bunga namun Bunga selalu menolak perasaan Anton karena dia masih mengharap kan Yudha kembali kepadanya.

Apakah Bunga dan Yudha akan bertemu kembali..??

Apakah Yudha masih menjaga hatinya seperti Bunga..???

Atau Bunga lebih memilih Anton..???


Extra Part

Menceritakan kisah cinta Shapira yang sudah dewasa, dengan seorang laki - laki bernama Fathir yang berprofesi sebagai seorang polisi.

Kisah cinta kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan masalah, dan hadir nya sang mantan Fathir bernama Anggi yang berada di tengah - tengah rumah tangga mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pudding Roti

Hari ini Bunga terakhir berada di sukabumi, karena besok dia akan kembali ke Bogor.

Sedangkan kan Silvia Dan Bram akan pergi ke Bogor untuk mengunjungi keluarga besar Bram dan mengenal kan calon istrinya Silvia.

" Bunga kamu benar Mau di rumah sendirian ." Tanya Bram.

" Iya Bram Saya di rumah saja lagian kan ini adalah acara kalian." Jawab Bunga sembari bersandar di sofa sembari menonton tv.

" Ya sudah, kalau Mau makan atau cemilan di dapur banyak say, di kulkas juga banyak tadi Bram bawa banyak makan an pas kesini. " Kata Silvia karena saat akan menuju ke rumah nya Bram membeli kan aneka makanan dan cemilan untuk Silvia dan Bunga.

" Ok siap, makasih." Ucap Bunga sembari tersenyum.

" Kita jalan dulu ya , kalau Mau tidur jangan lupa kunci pintu nya, kita kayaknya pulang malam." Ucap Bram sambil berdiri dari duduk nya.

" Siap Pak laksanakan ." Kata Bunga sembari tangan nya hormat kepada Bram.

" Kita jalan dulu ya.. say.. bye.." Ucap Silvia lalu pergi meninggalkan Bunga sendiri di rumah nya dan di ikuti langkah Bram dari belakang.

Bunga pun mengantar mereka sampai depan pintu, hingga mereka masuk ke dalam mobil yang akan mereka tumpaki dan akhirnya berlalu dari pandangan Bunga.

Saat hendak akan masuk dan menutup pintu rumah terlihat Shapira dan Susi datang.

" Tante....." Teriak Shapira sembari berlari menuju arah Bunga dan langsung memeluk Bunga.

" Hay.. Sayang..."sapa Bunga.

" Tante, shapira boleh kan maen ? " Tanya Shapira sembari kedua tangan kecil nya melingkar di leher Bunga.

" Tentu boleh dong sayang.. " Jawab Bunga sembari mencium pipi kanan shapira yang chuby.

" Yuk masuk.."Ajak Bunga.

Mereka pun memasuki rumah milik Silvia Dan Bram. Rumah dengan desain minimalis berlantai 2. Dengan tatanan perabotan yang elegan dan minimalis.

" Bu kemana bu Silvia . " Tanya susi sembari mengedarkan pandangan nya mencari Silvia sahabat Bunga.

" Dia sedang ke Bogor dengan calon suami nya." Jawab Bunga sembari menuju ruang keluarga.

" Tante beneran besok Mau pulang ke Bogor ." Tanya Shapira.

" Iya sayang besok Mau balik ke Bogor , beberapa hari disana terus balik ke indramayu." Jawab Bunga.

" Yah... bakalan nggak pernah maen ke sukabumi lagi dong. "Ucap Shapira sembari tertunduk dengan rasa kecewa.

" Kan kita bisa video call an." Ucap Bunga sembari memeluk tubuh mungil Shapira.

Shapira pun mengangkat kepalanya ke atas menatap wajah Bunga sembari dengan wajah berseri - Seri.

" Janji ya.. tante." Ucap Shapira sembari menunjukan jari kelingking nya.

" Janji.." Balas Bunga sembari menautkan jari kelingking nya ke kelingking Shapira.

" Mba Susi catat no Saya ya.." Kata Bunga.

" Baik bu. " Ucap Susi lalu mengambil ponsel nya. lalu mencatat nya di ponsel nya.

" Saya call ya.. bu." Ucap Susi sembari menekan nama Ibu Bunga di ponsel nya.

No asing pun lalu masuk ke ponsel Bunga, lalu Bunga pun menyimpan no Susi di ponsel nya.

" Shapira sudah ijin sama papah mamah belum? "

" Sudah sama papah ." Jawab Shapira.

" Oh.. ya sudah kalau sudah ijin takut nya nanti di cariin. " ucap Bunga lembut.

2 jam yang lalu

" Pah, siang Shapira sama mba Susi Mau maen ke tante Bunga boleh." Tanya Shapira sambil duduk di atas tempat tidur yudha sembari memeluk bantal guling.

Yudha yang sedang menyisir rambut nya di depan cermin rias sambil melirik ke putri nya sekilas lalu menghadap cermin kembali.

" Boleh nanti jangan sampai sore . " Jawab Yudha.

" Papah nanti jadi kenalan sama tante Bunga ." Tanya Shapira kembali pada papah nya.

Yudha pun lalu membalikan tubuh nya , dan menghadap Shapira lalu berjongkok di tempat tidur yang Shapira duduk masih memeluk bantal guling.

" Insya Allah sayang." Jawab Yudha sembari membelai rambut Shapira.

" Pah tante Bunga tuh cantik terus baik hati, Shapira pengen deh punya mamah seperti tante Bunga ." Ucap Shapira tiba - tiba yang membuat yudha membulatkan mata nya.

" Memang tante Bunga belum punya pasangan sayang, kalau tante Bunga sudah punya pasangan nggak boleh sayang . " Ucap Yudha sambil memegang jemari Shapira.

" Pasangan itu apa pah? " Tanya Shapira dengan polos nya.

" Pasangan itu seperti kakek nenek, seperti mamah papah tapi sayang nya mamah sudah pergi meninggalkan kita lebih dulu sayang. Jadi papah nggak punya pasangan kecuali tante Bunga seperti papah juga ." Kata Yudha penuh penjelasan kepada putri semata wayang nya.

" Berarti tante Bunga juga sama pasangan nya meninggal dunia seperti papah ." ucap Shapira polos nya.

" Hahahahaha..." Yudha tertawa atas pertanyaan Putrinya yang polos.

" Ya tidak harus meninggal Sayang mungkin belum punya ." Kata Yudha sambil mencubit kedua pipi chubby Shapira.

********

" Shapira sudah makan? " Tanya Bunga.

" Sudah tante, tapi shapira Mau cemilan ." Jawab Shapira.

" Shapira nggak boleh kaya gitu ya.."Kata Susi tiba - tiba.

" Nggak apa - apa loh mba Susi ." Ucap Bunga.

" memang nya Shapira Mau cemilan apa , tante banyak aneka cemilan ada chiki, keripik. " Kata Bunga sembari menurunkan Shapira dari pangkuan nya lalu menuju dapur.

" Tante Shapira mau di bikinin pudding roti, papah juga suka sama pudding roti katanya mamah dulu suka banget bikin pudding roti . "

" Boleh banget sayang nanti tante bikinin, tante periksa dulu ya ada bahan nya tidak ." Ucap Shapira sembari mencari bahan untuk membuat pudding di dapur.

" Sayang.. roti ada, Susu, telur sama gula ada tapi agar - agar nya sama santan nggak ada ." Ucap Bunga kecewa.

" Biar Saya saja yang beli bu ." Ucap Susi.

" Boleh, tolong ya beliin agar - agar, gula pair sama santan . " Ucap Bunga sambil menyerahkan uang lembaran berwarna biru.

" Baik bu ." Ucap Susi menerima uang dari Bunga dan berlalu menuju warung untuk membeli agar - agar dan santan.

" Tante siapin bahan lain nya dulu ya." Kata Bunga sambil menyiapkan bahan - bahan lain nya .

" Tante nanti main ke rumah Shapira ya sambil kenalan sama kakek, nenek dan papah. Nanti Shapira minta pudding nya di bawa pulang Mau kasih ke papah suruh kasih nilai rasa nya enak bikinan mamah atau tante. " Ucap Shapira.

" Hahahaha.. kamu lucu deh. " Kata Bunga sambil tertawa.

" Pasti enak bikinan mamah shapira, pudding nya di bikin penuh cinta pasti rasa nya nikmat." Ucap Bunga lagi.

" Tapi Shapira belum pernah cobain pudding nya mamah, kata papah pudding roti mamah enak kalau lagi kangen mamah, papah selalu minta mba Susi bikinin pudding roti walau rasa nya beda. " Ucap Shapira sambil tertunduk.

Bunga pun mendekati Shapira lalu menagkup wajah Shapira.

" Memang mamah Shapira kemana?" Tanya Bunga.

" Mamah Shapira sudah meninggal dunia tante, pas habis melahirkan kan Shapira mamah meninggal dunia. Kuburan mamah ada di kalimantan." Ucap Shapira dengan mata berkaca - kaca.

" Maaf kan tante ya, tante tidak tahu." Ucap Bunga lembut.

Shapira mengangguk kan wajah nya lalu memeluk Bunga.

" Tante, Shapira senang banget bisa kenal sama tante, Shapira pengen banget punya mamah seperti tante ." Kata Shapira yang masih memeluk Bunga.

" Shapira bisa anggap Tante mamah angkat Shapira , dan boleh panggil mamah Bunga." Ucap Bunga sembari membelai rambut Shapira.

" Beneran Tante, Shapira panggil tante mamah Bunga. " Tanya shapira senang.

" Boleh ." Jawab Bunga sambil tersenyum.

Lalu Susi pun datang sambil menenteng kresek kecil berisi agar - agar dan santan.

" Ini bu bahan - bahan nya ." Ucap Susi sembari menyerahkan kantong kresek belanjaan yang dia beli.

Bunga pun langsung mengeksekusi bahan - bahan untuk dia buat pudding roti request shapira. Dia membuat pudding roti 3 loyang, 1 buat di makan bersama, 1 buat di bawa shapira pulang dan 1 loyang lagi untuk Silvia dan Bram.

Beberapa menit kemudian pudding pun jadi setelah 1 jam Bunga masuk an ke dalam kulkas.

" Shapira cobain ya sama mba Susi pudding buatan mamah Bunga. " Ucap Bunga sambil mengiris pudding dan meletak kan nya di atas piring, lalu memberikan nya pada Susi dan Shapira.

Shapira dan Susi mencoba memakan pudding bikinan Bunga. mereka memakan nya dengan sangat lahap dan meminta nya lagi.

" Gimana enak? " Tanya Bunga.

" Wah ibu pas banget enak ." Jawab Susi.

" Enak banget mah, pasti nenek, kakek sama papah suka." Ucap Shapira yang sambil menyendok kan pudding roti nya untuk memasuk kan nya ke dalam mulutnya.

" Kalau enak habisin ya, kapan lagi mamah bikinin pudding kaya gini besok kan sudah nggak bertemu mamah lagi." Ucap Bunga.

Hingga waktu sore pun tiba Bunga telah menyiapkan pudding untuk keluarga Shapira. Entah mengapa perasaan Bunga tidak enak sekali terasa jantung nya berdegub kencang.

" Ya Allah kenapa Saya seperti ini ya..? terasa tidak enak sekali." Guman Bunga.

" Mamah Bunga sudah siap." Tanya Shapira menghampiri Bunga yang sedang berada di dapur menaruh irisan pudding di atas piring untuk di bawa ke rumah Shapira.

" Sudah sayang ini sudah selesai mudah - mudahan kakek, nenek sama Papah suka ." Ucap Bunga sembari membawa piring berisi pudding roti.

" Ayo mah ke rumah Shapira. " Ajak Shapira lalu berjalan menuju pintu depan dan di ikuti langkah Susi dan Bunga Dari belakang.

Shapira begitu senang mengajak Bunga untuk berkenalan dengan kakek, nenek terutama papah nya.

Tapi kenapa jantung ini berdetak begitu sangat kencang sekali. Guman Bunga sambil melangkah kan kaki nya menuju rumah Shapira.

1
Lalu Awan
penasaran
Dewi Oktavia
masih cinta
Dewi Oktavia
enak x y Safira dapat laki yang 👍
Dewi Oktavia
cinta harus milih
Dewi Oktavia
uh,,,,, 😕 yang laki kurang tegas jika awewe y 🤕
Dewi Oktavia
ne parah x
Dewi Oktavia
jika cinta kenapa mendua,,,kanjadi cemburu
Dewi Oktavia
wis,,,,,jika tahu bisa nyesal dong
Dewi Oktavia
asyik cemburu
Dewi Oktavia
Alhamdulillah bisa dapat uang
Dewi Oktavia
ne yang terbaik,,, wanita tak da di madu
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,,,laki banyak mba,,, yang salah siapa laki ingin nikah ko di tahan sekarang da yang mau jadi obsesi,,,,
Dewi Oktavia
ko da y memaafkan suami sudah bobo ma wanita lain😜
Dewi Oktavia
wih cerita novel y bagus ,,,,saya jadi terbawa😁👍
Dewi Oktavia
apa pun bangkai di sembunyikan pasti tahu jua
Dewi Oktavia
cinta harus memilih dan cinta kepada orang yang tepat,jika Allah mengizinkan pasti selalu bersama
Dewi Oktavia
astaghfirullah
Dewi Oktavia
moga di nikahi
Dewi Oktavia
wanita bodoh yang aku baca
Dewi Oktavia
nah Lo,,,cantik tapi ko mau di ajak bobo sama laki orang😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!