NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Mafia / Nikahkontrak / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anna Indriani

Ferya gadis cantik berambut hitam, bermata indah dengan tatapan teduhnya. Dia tumbuh menjadi gadis ceria penuh dengan senyum, untuk menutupi sebuah rahasia dan sifat aslinya.

Dia memiliki kekasih bernama Andrian yang memiliki dendam besar dibalik cinta palsunya. Untuk membuat Ferya hancur dua hari sebelum hari pernikahannya dia dijebak oleh adik dan kekasihnya sendiri,yang membuatnya menunjukan sifat aslinya yang dingin dan angkuh.

Suatu hari pertemuanya dengan seorang pria yang memaksanya membuka hati untuk menerima cinta tulusnya mengubah segalanya. Hingga sebuah tragedi kelam di masalalu terbongkar membuatnya pergi lalu kembali dengan penyesalan dan harapan akan sebuah cinta.


Mari ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyerangan

Terlihat saat ini para pasukan Camorra sedang bersiap- siap menyerang markas utama mafia Revicks. Semua telah siap tinggal menunggu perintah untuk berangkat menyerang.

"Kalian semua siap?" tanya Riel dengan tegas pada pasukannya.

"Siap tuan," jawab mereka semua yang berjumlah 200 orang dengan lantang.

"Baik kita akan menuju ke markas Revicks sekarang.

Setelah mereka sampai di markas Revicks semuanya telah siap pada posisi masing - masing untuk menyerang.

Salah satu anggota Revicks yang melihatnya dari jarak jauh pun langsung menghubungi Rafey dan Fathan.

"Hallo tuan," ucap orang itu dengan suara bergetar saat panggilan terhubung.

"Ya katakan," jawab Rafey dengan tegas.

"Tuan markas kita diserang, sepertinya mereka dari geng mafia Camorra." lapornya pada Rafey

"Saya segera kesana," ucapnya lalu memutuskan panggilan.

Disisi lain Rafey terlihat sangat marah saat ini karena geng Camorra yang dia kira sudah dikalahkan ternyata menyerang balik sekarang.

"Sial beraninya mereka menyerang markas," umpatnya dengan kesal.

"Ada apa sayang?" tanya Ranya

"Itu mah markas diserang oleh geng Camorra," ucapnya dengan pelan.

"Lalu?" tanya Ranya

"Ya aku harus kesana," jawabnya dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa.

"Rafey sayang, sudah berapa kali mamah bilang keluarlah dari dunia hitammu itu. Mamah khawatir nak, mamah takut kehilangan kamu. Jangan membuat mamah bersedih jika kamu sampai terluka lagi." ucap Ranya dengan lembut entah sudah berapa kali dia menasehati putranya itu untuk keluar dari dunia hitam.

"Mah aku tidak bisa, kita belum menemukan adikku yang satunya. Setelah menemukannya aku berjanji akan keluar dari dunia hitam, tapi tidak sekarang." jawabnya dengan pelan tanpa bisa mamandang yang sudah meneteskan air mata.

"Sayang kamu bisa mencari adikmu dengan cara lain, tidak seperti ini." ucapnya pelan

"Ranya tenangkan dirimu, aku akan ikut bersamanya dan menjaganya agar tidak terluka." ucap Arka menenangkan istrinya.

"Tap-," ucap Ranya langsung dipotong oleh Arka.

"Aku akan pastikan putra kita akan pulang dengan selamat dan tidak akan ada luka sedikitpun." ucap Arka penuh keyakinan.

"Baiklah kau juga jaga dirimu baik - baik," ucap Ranya pasrah jika suaminya itu sudah bicara.

"Baiklah ayo kita pergi. Dimana Fathan dan Raya?" tanya Arka yang tidak melihat Fathan dan Raya.

"Fathan lagi pergi sama Raya tapi mereka sekarang sudah menuju markas," jawabnya lalu melangkahkan kakinya keluar Mansion diikuti oleh papahnya.

Sesampainya mereka di Mansion Fathan dan Raya sudah terlebih dahulu sampai. Sudah banyak anggota yang tewas dan banyak juga yang terluka namun lagi-lagi anggota Camorra telah kalah dan melarikan diri.

Rafey mengedarkan pandangannya melihat sekeliling mencari ketua dari geng Camorra namun sepertinya tidak ada.

"Than sudah lihat ketuanya?" tanya Rafey to the point.

"Belum kak, sepertinya ini hanya penyerangan awal saja," jawab Fathan

"Kita harus lebih waspada, mereka tidak sebodoh yang kita pikirkan." ucap Arka

"Iya pah," ucap mereka bersamaan.

Saat situasi mulai tenang, mereka fikir jika penyerangan sudah selesai. Tetapi dugaan mereka salah, penyerangan kembali dilakukan dengan membawa begitu banyak anggota lebih dari sebelumnya.

Pertempuran berjalan dengan seperti yang direncanakan Ferya, jika mereka pasti akan mengira kalau Camorra telah kalah. Pasukan Rafey telah habis dari 100 orang kini tinggal 10 orang ditambah dirinya, fathan , raya dan papah nya.

"Menyerahlah kalian," ucap Riel yang keluar dari mobil tetapi memakai topeng.

"Siapa kau?" tanya Raya yang juga saat ini memakai topeng agar tidak dikenali.

"Aku wakil pimpinan Camorra," jawab Riel

"Dimana pimpinan yang asli, apa dia takut berhadapan denganku." sinis Fathan

"Cikh dia tidak punya waktu meladeni sampah seperti kalian," ucap Riel dengan nada mengejek.

"Beraninya kau," umpat Fathan

Perkelahian pun terjadi antara mereka, sedangkan saat ini Raya tengah menghadapi pasukan Ellard.

Di sisi belakang Rafey dan Arka sedang mengobati para pasukannya yang terluka dan menyuruh pengawal yang tersisa untuk mengkremasi orang yang meninggal dan memberikan santunan pada keluarga nya.

Dor......

Satu tembakan dilepaskan Ellard dan mengenai lengan kanan Raya.

"Arrggghhhh......." teriak Raya menahan sakit ditangannya, seketika tubuhnya membiru karena peluru yng digunakan ialah peluru beracun.

Melihat hal itu membuat Fathan murka dan segera menyelesaikan perkelahiannya dengan Riel.

Dor.....

Satu tembakan di lepaskan Fathan dan mengenai kaki kanan Riel. Sadar jika dirinya sudah tidak bisa melawan Riel pun menyuruh pasukannya untuk kembali ke markas.

"Kita kembali sekarang," perintah Riel dengan tegas, lalu dengan cepat Ellard membantu Riel berjalan.

"Sayang kamu ngga papa," tanya Fathan dengan khawatir karena tubuh Raya sudah membiru.

Raya diam saja tanpa menjawab karena memang dia sedang menahan sakit. Rafey dan Arka baru saja datang dan terkejut melihat Raya tertembak hingga tubuhnya membiru.

"Fathan cepat bawa ke Mansion dan hubungi dokter pribadi kita," perintah Arka dengan tegas.

Rafey dengan cepat menghubungi dokter Felly dan Martin yang merupakan dokter pribadi keluarga Farizqy.

Mobil memasuki kediaman keluarga Farizqy dengan cepat Fathan membawa Raya keruang pengobatan. Saat masuk Ranya dikejutkan dengan keadaan putrinya dan dia langsung menangis histeris.

"Hiks.... Hiks..... Apa yang terjadi pada putriku pah?" tanyanya pelan sambil terisak di pelukan suaminya.

"Dia pasti akan baik-baik saja, kamu tenang ya." ucap Arka menenangkan istrinya namun Ranya hanya diam saja tanpa mau menjawab suaminya dan terus terisak.

"Ayo kita keatas lihat Raya," ajak Arka

Mereka pun ke atas dan melihat dokter sedang mengeluarkan pelurunya dan Raya yang sudah pingsan dari tadi. Tidak lama kemudian dokter pun datang memberi tahukan keadaan Raya.

"Bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya Ranya dengan tidak sabaran.

"Tenang nyonya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun kami tidak menemukan obat penawar racunnya. Racun ini sangatlah langka dan mungkin hanya dibuat oleh orang yang memiliki IQ diatas rata-rata. Mungkin penawar racunnya juga hanya mereka yang membuatnya yang tau." ucap Felly menjelaskan

"Apa.maksud kalian ha?" bentak Rafey lalu mendorong dokter itu hingga terkena dinding.

"Tuan mohon bersabar kami akan memanggil tim dokter terbaik di rumah sakit untuk membuat obat penawarnya. Jadi tuan mohon sabarlah saya sudah menghubungi dokter dirumah sakit untuk kesini secepatnya. Namun jika sampai pagi hari tiba tidak ditemukan obat penawarnya maka berdoa lah semoga ada keajaiban yang ada." ucap Martin dengan menunduk

"Lakukan yang terbaik untuk putri saya," ucap Arka dengan tegas.

"Baik tuan," ucap mereka lalu melangkahkan kakinya ke ruang laboratorium menyusul para dokter yang sudah ada disana.

"Pah aku tidak mau kehilangan Raya setelah aku pernah kehilangan Zeyna." ucap Ranya disela sela tangisnya.

"Tidak akan ku biarkan Raya pergi meninggalkan kita sayng," ucap Arka

Karena lelah menangis Ranya pun tertidur di pelukan sang suami lalu Arka dengan cepat membawanya ke kamar mereka. Setelah membawa Ranya ke kamar dia menyusul Fathan dam Rafey yang juga sedang diruang laboratorium bersama para dokter.

1
Sri Wahyuni
pke akal yg waras ferya kluarga s arka pda baik pke etika ga usah teriak2 gue az yg bca crta nya keselvsm tingkah loh
Sri Wahyuni
ferya yg salah siapa tpj knp jd jutex k smua orang
hope
makin seru,,,
hope
aq kok pusing we 😐😐😐
kiki
lah cakepan si arly ketimbang reyfa
kiki
siapa lg zyna, arly jg nyri adekny arlyn
kiki
jangan" si ferya anak kandung dri mafia atau pengusaha terkaya d dunia
kiki
au ah, nama tokohnya bikin mumet, kaish aja nama freya knp ferya, leisa bikin aja lisa,q ribet amat
Rizka Rizky
bagus ceritany
LUCKY Sholeha
😄
Eni Da
ceritanya bagus
Anna_Riana: makasih🤗
total 1 replies
Anonim
pusing sama nama tokoh nya thor
JEJE @●@
duh jadi cowok nggak bisa pegang kepercayaan....
masa iaya lansg judge pengkhianat aja... hanya karena satu adegan yang blm tentu adalah alami ... itu rekayasa okey ...
JEJE @●@: mmpir balik ke pelet janda penggoda
total 2 replies
Herlina Adhil
aku suka ceritanya
Herlina Adhil
lanjutkan karyamu Thor 💪💪
Herlina Adhil
Mantul ceritanya
Herlina Adhil
lanjutkan...aku suka ceritanya
Herlina Adhil
lanjutkan karyamu Thor,jangan pernah patah semangat
Anna_Riana: Makasih🤗
total 1 replies
要钱💸
kerenn
要钱💸
keren x
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!