"sakit memang sakit rasanya, kecewa memang kecewa yang ku dapatkan, tapi akulah yang memilih untuk mencintaimu.
namun, gadis sepertiku pun juga masih punya hati, bukan?
aku lelah, sungguh
dan aku memilih menyerah untuk membebaskan diri dari belenggu istri tak di anggap" Bila
"seharusnya aku membelikanmu bunga dan memegang tanganmu,
seharusnya aku memberikanmu seluruh waktuku selama aku masih memiliki kesempatan" Marva
##
jangan terlalu membenci sesuatu yang akan menjebakmu terperangkap dalam lubang penyesalan
karna akan tiba masanya yang disia-siakan berhenti mencintai dan yang menyia-nyiakan baru mulai mencintai saat semuanya sudah tak terjangkau lagi
dan jangan memanfaatkan kesempatan kedua karna tak semua orang akan memberikannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mickey Mouse24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
~aku menemukanmu, namun kamu bukan lagi seperti yang aku kenal~ Marva
*********
"bukannya itu tuan Sucipto?" tanya Jefry menunjuk ke depan dengan dagunya
Manda mengikuti arah pandang lelaki yang tengah mengandeng tangannya sekaligus mengendong princess mereka di lengan satunya, ah iya, tuan sucipto. Pria paru baya itu adalah tujuan utamanya menghadiri acara ini, si pemilik tanah sengketa.
Merutuki dirinya yang terlalu fokus pada mantan mertuanya saat mata mereka bertemu pandang hingga membuat Manda melupakan keberadan tuan Sucipto, ia terlalu terharu bisa melihat sosok pasangan paru baya itu setelah 4 tahun berlalu. hendak memeluk melepas rindu dan juga menananyai kabar mereka namun yang ia dapatkan hanya sikap acuh bahkan sebelum ia sampai di hadapan orang tua mantan suaminya.
"mau menyapa sekarang? Atau tunggu saat ia seorang diri?" tanya Jefry
"2 orang yang ada di hadapan tuan sucipto dan istrinya,, mereka orang tua dari--" beritahu Manda akan sosok 2 orang yang tengah berbincang ria dengan targetnya, ia sengaja mengantungkan kalimatnya karna bibirnya terlalu berharga untuk menyebut bahkan mengingat mantan suami brengseknya
Jefry mengalihkan atensinya pada 2 orang yang Manda maksud, rupanya ada reaksi berbeda yang bisa ia lihat. Si wanita dengan raut benci dan kecewa sedang yang lelaki tampak terkejut.
'kenapa mereka tak nyaman dengan kehadiran Manda? Bukannya mereka dulunya menyanyagi Manda?' batin Jefry mengingat akan cerita Bila 4 tahun lalu.
'tapi baguslah akan reaksi mereka, dengan begitu twins dan Manda tak akan berurusan lagi dengan pria sial4n itu' lanjut Jefry dalam hati
"yaudah, kita sapa dulu pemilik pestanya" sahut Jefry
"tidak! Aku tidak memiliki urusan penting dengannya" tolak Manda tegas, ya, ia memang sosok yang tak pandai berbasa-basi jika bukan urusan bisnis dan perusahaan. Ia memang terkenal dengan sosok Ceo muda cantik yang dingin
"kita langsung menyapa tuan Sucipto" lanjutnya, ia menoleh ke arah tuan sucipto yang belum menyadari keberadaannya, berbeda dengan 2 orang paru baya yang biasa ia sebut dengan papa mama 4 tahun lalu.
"baiklah bu bos, tunjukan pesonamu, taklukan tuan sucipto" balas Jefry sedikit bergurau agar mommy twins tetap rilex mengahadapi tuan sucipto sekaligus mantan mertua yang baru Jefry tau rupanya hari ini.
"baiklah, jika ia menawarkan posisi madu untuk istrinya aku kira aku cocok untuk posisi itu" balas Manda enteng
"dan sebelum kamu menerima tawaran itu, kamu sebaiknya lebih dulu melaporkan aku karna tindak pembunuhan" jawab Jefry melirik tajam ke arah wanita cantik yang tengah mengadeng lengannya
Manda susah payah menahan tawanya, ia mengulum bibirnya, lucu sekali rasanya bisa membuat pria tampan di sampingnya menampilkan raut wajah cemburu.
Tak ingin berdebat lagi, Manda menarik tangan kecil Zafier dan lengan Jefry untuk melanjutkan langkahnya untuk menyapa tuan Sucipto.
Mengembangkan senyuman manisnya, keluarga kecil ceo Ivander itu melangkah dengan penuh wibawa
"halo, selamat malam, tuan Sucipto" sapa Manda lembut setelah berada di hadapan saingannya
"selamat malam?" tuan Sucipto membalas dengan wajah sedikit bingung.
"oh, perkenalkan saya Nabila Amanda Ivander, Ceo Ivander Corp" ujar Manda memperkenalkan diri dengan sopan, ia menjulurkan tangannya
'Ceo?' beo kedua pasangan paru baya dalam hatinya
"oh, ibu Amanda yah, senang bisa bertemu dengan anda di sini" Sucipto membalas uluran tangan wanita muda di hadapannya. Manda tersenyum manis mendapat respon dari sucipto
"mohon maaf baru bisa bertemu disini, saya baru pulang dari luar negeri sejam yang lalu" beritahu Sucipto dengan wajah tak enak
"oh, tak mengapa tuan, disini juga kita masih bisa bahas hal-hal yang lebih penting dari makanan dan minuman, bukan?" ujar Manda sarat akan ambisinya namun terdengar halus dan sopan
Tuan sucipto yang mendengarnya menyungingkan senyum takjub, wanita cantik dihadapannya rupanya bukan wanita biasa, pantas saja bisa menjadi Ceo perusahaan Ivander corp diusia muda, yang memiliki puluhan ribu karyawan bernaung disana
Ekpresi yang sama juga di pancarkan oleh tuan Phelan, mendengar keberanian mantan menantunya membuat suami Reni itu bangga akan perkembangan wanita cantik yang telah di sia-siakan oleh Marva, putranya. Ia bernapas lega, mantan menantunya rupanya memiliki kehidupan jauh lebih baik dari praduganya.
Berbeda dengan tuan sucipto dan tuan Phelan, Reni malah menahan geram, ia sangat muak mendengar suara wanita muda yang telah menghianti putranya.
"oh, tentu saja" balas Sucipto akhirnya
"ohya, perkenalkan, rekan bisnis saya, tuan Phelan dan nyonya Phelan" lanjut Sucipto memperkenalkan sepasang suami istri paru baya pada Manda
"halo, tuan, nyonya, saya Manda" perkenal Manda menjabat tangan mantan mertuanya bergantian, ia memperkenalkan diri seolah mereka baru pertama kali berkenalan
"Guntur Phelan" ujar tuan Phelan mencoba mengikuti alur. Sedang Reni tak menanggapi sedikitpun, bahkan tangannya segera ia tarik sebelum tangan Manda merekat.
Manda sadar diri, sosok wanita 4 tahun lalu yang sangat menyayanginya kini membencinya karna ia tak lagi memiliki ikatan dengan keluarga Phelan, ya, kasih sayang Reni nyatanya hanya sebatas menantu, dan setelah menjadi mantan, wanita yang melahirkan pria brengsek masalalu manda itu bersikap acuh bagaikan tak kenal.
Meski kecewa karna sikap Reni, tapi Manda berusaha tenang, ia tak mau ambil pusing, karna sekali lagi ia memang ingin lepas dari keluarga Phelan agar hidup twins tak terusik.
"oh perkenalkan saya Jefry, dokter ahli kejiwaan, ayah dari anak-anak Manda" Jefry memperkenalkan diri sebagai jawaban atas pertanyaan tuan Sucipto lewat lirikan mata
Deg
Sontak orang tua Marva menoleh kearah Jefry. Sebenarnya mereka sudah menerka, melihat bagaimana Manda mengandeng lengan Jefry sejak masuk room, namun mendengar secara langsung pengakuan Jefry kenapa rasanya mereka tak terima.
'jadi karna pria ini putraku menderita selama 4 tahun karna ditinggalkan oleh wanita penghianat ini' batin Reni geram, giginya saling beradu di dalam sana untuk melampiaskan emosinya, seandainya bukan di tempat umum, sudah Reni jambak rambut panjang mantan menantunya ini
Merasa tak pantas berdekatan dengan seorang wanita murahan, Reni beranjak tanpa pamitan, ia bahkan pergi tanpa mengajak suaminya.
Manda menatap kepergian Reni dengan sendu, meski ia tak ingin lagi terlibat oleh keluarga Phelan, tapi di dalam dasar hatinya ia sedih akan sikap Reni yang tak lagi menyapanya.
"its, oke. Kami selalu bersamamu" bisik Jefry yang mengerti perasaan Manda.
Manda menghela napas, kemudian menoleh menatap twins bergantian, ia berikan senyum hangat pada keduanya yang bersikap baik dan tenang.
Senyuman yang begitu disukai oleh kedua buah hatinya, begitu juga dengan Jefry. Namun berbeda dengan sosok pria yang berada di ujung sana dengan seorang bocah lelaki yang terus menempelinya.
Tatapannya penuh luka, ia bahkan tak sadar jika rekan bisnis yang sedari tadi berbincang dengannya telah meninggalkannya karna ia tak lagi fokus akan arah pembicaraan sejak netranya menangkap sosok keluarga kecil memasuki ruangan.
Tangannya terkepal kuat menahan amarah, bahkan ia mengabaikan ringisan mulut kecil putranya yang tangannya ia remas kuat sedari tadi.
"shs, tangan Ino sakit, papa" lirih anak kecil itu
'jadi ini alasanmu pergi dariku? Tak tahuka kamu kalau aku menderita disini? Kamu bahagia diatas penderitaanku' batin Marva miris
Bersambunggg...
#######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu