Kesedihan kadang membuat kita lupa dan menjadi gelap susah membedakan mana yang salah dan benar hingga menimbulkan kemarahan yang menyebabnya sulit tuk menyengarkan penjelasan hingga akhirnya penyesalan pun datang dan membuat kita menjadi Sadar namun semua sudah terlambat, Waktu yang dulu sudah berputar tidak mungkin bisa kembali lagi.
Ikuti kelanjutan Kisah Nadia Dan Kasih yang berjuang menjaga ibunya membalas budinya dulu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
"Ayah, biarkan ibu duduk di pinggir Nadia!" pinta ibu.
"Oh baik bu, kalo gitu ayah bantu ibu duduk ya," kata ayah menuruti ibu.
Setelah ibu duduk di sebelah Nadia yang sedang tidur pulas, ayah kembali ke luar untuk membawa barang-barang yang tadi ayah tinggalkan di motor, setelah itu masuk ke dalam untuk menaruhnya, dan berniat untuk pergi ke kantor polisi karena ini sudah 24 jam Kasih tidak pulang sudah bisa di katakan hilang.
Kenapa ayah harus menunggu 24 jam dulu saat mau melapor? karena biasanya jika kabar hilangnya belum 24 jam belum bisa nyatakan hilang dan tidak akan di proses oleh polisi, karena mereka mengira jika anaknya hanya sedang main saja dan belum pulang.
"Bu, untuk makan siang ibu mau beli apa? biar ayah yang beliin untuk ibu dan Nadia?" tanya ayah setelah selesai dengan kerjaannya.
"Terserah ayah saja deh, ibu akan terima yang ayah juga beki untuk ayah sendiri jangan cuma untuk ibu dan Nadia aja!" jawab ibu menyarankan.
"Baik, bu yaudah kalo gitu ayah keluar dulu ya, beli nasu," ayah pamit dan keluar rumah.
Karena,sedang tertimpa musibah ayah tidak buka warung ayah memutuskan untuk libur dulu jualannya mau pokus untuk mencari Kasih dulu entah sampai kapan.
Saat ayah pergi ke warung sambil berniat je kantor polisi berbekal potonya Kasih dan info-info sedikit tentang Kasih ayah pun menuju kantor polisi sekalian ke warung.
Ibu yang duduk di samping Nadia membelai rambut Nadia dengan lembut ia pandangin wajah Nadia tersirar sebuah kekhawatiran yang dalam, dan rasa takut karena telah menjadi kakak yang gagal, ibu mengerti ekspresi wajah putrinya.
"Maafkan ibu ya, Nak jika selama ini ibu kurang memperhatikanmu atau membuat kamu terkekang dengan selalu mengatur dan membatasi ruang gerakmu, ibu melakukan itu semua bukan karena ibu tidak sayang, tali hanya semata karena ibu tidak ingin hal buruk terjadi padamu seperti yang terjadi pada Kasih itu karena kelalaian ibu," gumam ibu dalam hati.
Saat ibu sedang membelai rambut Nadia tanpa sadar air mata ibu keluar dan menetes menenai pipinya Nadia dan membuat Nadia terbangun, kemudian terkejut saat melihat ibu ada di sampingnya.
"Hoaamm,,, hmm!!! ibuu... kapan ibu pulang??" tanya Nadia memeluk ibu.
"Ibu baru aja pulang, kok belum lama maaf ya kalo ibu ganggu tidurnya Nadia, gara-gara ibu Nadia jadi terbangun deh," jawab ibu membalas pelukan Nadia.
Entah sejak kapan terakhir kali ibu merasakan peluka tubuh Nadia karena, semenjak ia masuk sekolah SD dan tumbuh semakin besar banyak perubahan yang terjadi pada Nadia dan menciptakan jarang di antara ibu dan anak satu ini.
"Enggak apa-apa kok bu, ibu gak salah emang Nadia udah mau bangun gimana keadaan ibu? ibu maafin Nadia ya gara-gara Nadia udah sering nyakitin perasaan ibu, dan sekarang gara-gara Nadia juga ibu jadi kehilangan Kasih!!" uncap Nadia panjang lebar meraaa binggung.
"Iya sayang sebelum Nadia minta maaf juga, ibu udah maafin Nadia kok dan yang terjadi sana ibu saat ini bukan semuanya kesalahan Nadia semua terjadi atas kehendak Allah, jadi berhenti menyalahkan diri sendiri ya!" pibta ibu menghibur Nadia.
Ibu tahu kalo Nadia juga merasa tetpukul dan bersalah bangget karena kehilanggan Kasih, bagaimana tidaj saat Kasih hilang Nadia yang saat itu bersamanya andai Nadia tidak menuruti perkataan Kasih untuk meninggalkannya di sana,seorang diri pasti saat ini Kasih masih ada di tengah-tengah mereka.
Ibu memeluk Nadia lebih erat lagi kini tinggal Nadia putri ibu yang masib bisa ia perhatikan sementara Kasih sedang dalan pencarian.
****
Kantor polisi.
Sementara di tempat ayah yang sedang ada di kantor polisi saat sampai tadi ayah sudah duduk di dalam dan sedang menunggu kepala polisinya yang kata anak buahnya sedang istirahat sebentar, karena polisi ini adalah teman SD ayah dulu jadi ayah hanya ingin di urus dengan temannya sambil bercerita.
Sudah sekitar 30 menit ayah duduk sambil menunggu bahkan kopi yang tadi sudah di suguhkan sudah habis terminum semua, lims belas menit kenudia setelah menunggu lama pak polisinya datang dari arah luar karena habis solah di musollah.
"Assalamualaikum! maaf ya paj sudah menunggu lama!" salampak polisi masuk je ruangannya.
"Waalaikumsalam, Ryan! apa kabar?" sahut ayah membalas salam Ryan.
Ryan adalah teman sewaktu kecil ayah saat dari SD sampai ayah lulus SMP selalu menjadi teman sekekas, kemana pun ayah pergi selalu bersama Ryan mereka sahabat tapi bagaiman saudara tak pernah pisahkan.
"Yaa ampunn ternyata Herman, kirain siapa! apa kabar Man?" tanya Ryan saat tahu kalo itu ayah sahabat kecilnya.
"Alhamdulilah lagi kurang baik Yan! kamu sendiri gimana kabarnya!" jawab ayah balik tanya.
"Alhamdilulilah baik Man! oh tadi katanya lagi kurang baik?! emang ada apa Man!" tanya Ryan polisi muda.
"Iya jadi gini, Yan! saya mau laporin kehilangan seorang anak yang batu berusia tujuh tahun, kulitnya putih dan kira-kira tingginya sekitar 100 cm," jawab ayah mencetitakan ciri-ciri Kasih.
Ayah menberikan potonya Kasih yang tadi ia bawa dati tumah dan memberikan waktu untuk polisi memoethatikan dan mengebakin wajahnya Kasih.
"Cantik ya anaknya, oh iya kapan perkara kejadiannya dan di mana, juga dan berapa kita butuh data info yang lebih jelasnya agar memudahkan kita untuk mencarj!' kata Ryan menjekaskan aturan melapor nak hilag.
Ryan emang belum tahu kalo ayah sudah menikah dan punya anak dua, karena waktu habis kelukusan SMA mereka pisah tempat Ryan meneruskan sekolahnya di jakarta, sedang ayah hanya diksmus.
Sedang ayah tetep tinggal di rumah meneruskan kegiatannya yang di barengin dengan sambil bekerja jadi saat ayah menikah dulu Ryan tidak bisa dateng hanya mendengar kabar angin saja
"Oh iya ngomong-ngomong ini anak siapa Man yang kamu lalorin ini?" tanya Ryan baru ngeh.
"ini anak saya lah, Ryan emang siapa lagj," jawab ayah bangga.
"Apa!!? kamu sudah punya anak? berapa Man! yang bener aja saat nikah sudah tidak tahu cuma denggar kabar kanu nikah aja, tapi gak bisa dateng karena sibuk belajar." Jawab Ryan.
"Ga Apa- apa kok, Yan santai aja," uncap ayah.
Ayah menceritakan kepada polisi Ryan tentang hilangya Kasih, dari tanggal, Hari, dan tempat kejadiannya, polisi Ryan mencatat semua keterangan ayah dan berjanji akan segera mengurus semua laporan ayah dan akan berusahan untuk bisa menemukan Kasih, setelah itu ayah pun pamit pulang.
"Yaudah makasih ya, Ryan saya harap kamu bisa membantu saya dan segera menemukan putri saya!" pamit ayah penuh harap.
"Iya semoga saja, kamu hati-hati Man, doain semoga kasus ini cepat tertangani," kata Ryan akan berusaha,membantu.
simpen==> simpan
bagus