NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

drrtt drrtt. . . ponsel seorag pria berdering beberapa kali. Ia mengambil ponselnya dan menerima panggilan tersebut buang tak lain adalah dari bawahannya.

"boss... wanita itu telah di selamatkan seseorang." ucap bawahan pria tersebut.

"siapa yang berani menyelamatkannya?"

"saya gak tau pasti, tapi kemungkinan mereka adalah orang-orang nya tuan Alexi."

"sial!" ucap pria itu sambil menutup telponnya.

*

Mansion Alexi

Nino kembali dengan seorang wanita yang ia selamatkan. Ia pun membawa Ayumi masuk ke dalam rumah Alexi dan mempertemukannya dengan Meira.

Di sebuah ruangan Meira terus mengoceh pada Alexi sambil terus mondar-mandir hingga membuatnya pusing. "diam atau ku lakban mulut kamu!" ucap Alexi dengan wajah datarnya.

"boss, tugas selesai." ucap Nino yang telah berada di hadapan tuan muda Alexi.

Alexi hanya menyeringai ke arah Meira dan tentu saja hal itu membuat gadis yang sedang berdiri tak mau diam seperti cacing kepanasan itu punya sebuah firasat yang tidak enak. Setelah beradu tatapan api dan es, seorang gadis berjalan ke arah mereka dengan keadaan yang masih utuh tanpa lecet sedikitpun.

"Meira. . ." panggil Ayumi dengan suara manja dan bibir bawah yang sedikit lebih maju.

"oh my God.. Ayumi......" teriak Meira menyebut nama temannya itu sambil berlari dan memeluknya.

"huaaa... yumi.. maafin aku, kamu gak papa kan? ada yang sakit? mereka gak ngapa-ngapain kamu kan? Yuni ayo jawab." beberapa pertanyaan Meira ajukan secara beruntun.

"gimana aku mau jawab kalau kamu terus nyerocos."

"maaf habisnya aku khawatir."

"haaahhh... aku baik-baik aja, untung ada pangeran yang selamatin aku."

"pangeran?"

Ayumi mengangguk dan melirik Nino yang berdiri di sebelahnya dengan senyuman yang begitu genit hingga membuat Nino menjadi salting. Meira pun melangkah menghampiri Nino dan berterimakasih karena telah menyelamatkan sahabat satu-satunya.

"uhuk...." suara Alexi yang berpura-pura batuk.

"berterimakasih lah pada tuan muda, karena dia yang telah merencanakannya. Meira tercengang mendengar perkataan Nino, ia menggunakan bahasa isyarat dan ekspresi wajah nya ketika Nino menyuruhnya untuk berterimakasih pada Alexi. "heem." Nino mengangguk dan menggerakkan kedua alisnya ke arah Alexi. "aishh... haruskan aku berterimakasih padanya?" gumam gadis itu sambil memainkan jarinya.

"te-terimakasih." ucap Meira terbata-bata sambil menunduk.

"apa ucapan terimakasih cukup untuk menyelamatkan nyawa seseorang?" ucap Alexi.

"sudah ku duga, pria ini benar-benar menyebalkan bisa nya hanya membuat ku kesal saja!" gumam Meira.

"apa yang harus aku lakukan?"

"lusa pernikahan kita, bersiaplah." ucap Alexi sambil berdiri dan meninggalkan ruangan itu.

"hah?!"

Sontak ucapan pria kutub itu membuat Meira dan Ayumi kaget hingga mereka saling tatap satu sama lain. "oke fix kehidupan aku yang sebenarnya akan segera di mulai." Batin Meira yang kemudian terduduk lemas di lantai.

Setelah sekian lama Alexi tidak berhubungan dengan seorang wanita, akhirnya ia di pertemukan dengan Meira hingga membuatnya terpesona di awal mereka bertemu, bukan hanya sekedar suka, namun ia begitu terobsesi dengan gadis pemilik nama Meira Anastasia Gultom itu yang memiliki paras cantik dan pesona yang mendebarkan.

**

Rumah Meira

Sesampainya ia dalam rumah, Meira merebahkan dirinya yang terasa begitu lelah melebihi dari aktivitas apapun, setelah berkali-kali ia di buat kaget oleh pria menyebalkan itu akhirnya Meira bisa santai sejenak, sebelum hari pernikahan paksaan itu tiba.

"Ra.."

"hm?"

"kyaaaa... sebentar lagi kamu bakal jadi nyonya monarch." teriak Ayumi yang terlihat begitu bahagia.

"senang ya, lihat temennya menderita."

"Lexi pria keren, tampan, mapan, CEO pemilik perusahaan ternama dan terbesar, apa nya yang menderita?"

"tapi aku... aisshhh... udah lah gak usah di bahas."

"malam ini kamu tidur disini ya?" sambung Meira yang menyuruh Ayumi untuk menginap di rumahnya.

"oke."

**

Keesokan harinya, akhirnya setelah absen beberapa hari Meira bisa kembali ke kampusnya yang begitu ia rindukan. suasana pagi hari yang begitu damai tanpa ada gangguan dari Alexi si pria menyebalkan. Meira pergi ke kampus bersama Ayumi dengan menaiki sebuah bus. Sudah lama sekali rasanya mereka tidak berangkat bersama seperti itu dan hari itu juga akan menjadi hari terakhir mereka bersama.

Sesampainya di kampus, Meira di sambut hangat oleh beberapa temannya, tak terkecuali Devan yang sampai kini masih menunggunya.

"apa kabar Ra?" sapa Devan.

"baik, ahh iya kebetulan ada yang ingin aku bicarakan." sambung Meira pada pria di hadapannya.

"katakan, aku siap mendengarkan."

"temui aku di rooftop." ucap Meira sambil berjalan lebih dulu menuju roof top kampus.

*

Ro****of top kampus

Devan berjalan menghampiri Meira yang telah menunggunya sambil melihat ke arah beberapa mahasiswa yang berlalu lalang di bawah.

"ada apa Ra? kayaknya serius banget." ucap Devan dari belakang Meira.

Gadis itu menoleh dan membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Devan. "sebelumnya aku mau minta maaf, karena selama ini selalu mengabaikan kamu." ucap Meira sedikit menunduk.

"gak papa Ra, aku ngerti kok"

"aku minta, mulai saat ini berhentilah untuk mengejar ku"

"kenapa?"

"aku udah punya calon suami, dan aku gak mau menyakiti hati kamu lebih dalam lagi, kamu pria baik Dev gak seharusnya kamu terus-terusan mengejar aku, masih banyak wanita lain yang menunggu kamu." jelas Meira.

Devan mengalihkan pandangan nya dan mengepalkan kedua tangannya, rasa kecewa dan marah bergelut dalam diri Devan, namun ia tak bisa memperlihatkan semua itu di hadapan Meira. Ia pun melangkahkan kakinya menghampiri Meira dan meraih kedua tangan nya yang kemudian menarik kedalam pelukannya.

"Dev.."

"biarkan sebentar saja, sebelum aku melihat kamu bersama orang lain." ucap Devan.

Meira hanya terdiam di dalam pelukan Devan, bagaimanpun juga ia merasa bersalah karena selama ini ia tidak bisa membalas perasaan pria itu dan selalu mengabaikannya. 5 menit mereka berpelukan akhirnya Devan melepaskan pelukannya, dan kini mereka pun menjalin hubungan hanya sebagai teman.

"aku duluan." ucap Meira yang berjalan pergi meninggalkan Devan dan menuruni tangga.

"heh." desis Devan yang masih menyimpan amarahnya.

*

Selesai dengan beberapa tugasnya Meira dan Ayumi berencana untuk pergi menghabiskan waktu bersama.

"Ra, sebentar deh, kayaknya buku aku ketinggalan di kelas."

"sana ambil, aku tunggu disini." saut Meira.

Setelah Ayumi pergi, seseorang menghampiri Meira dan langsung menamparnya tanpa sebuah kata. Meira yang kesakitan memegang sebelah pipinya.

"sudah berapa kali aku peringatkan jauhi Devan! kenapa kamu malah berpelukan dengan nya?!" bentak seorang wanita pemilik nama Bella.

"ch, apa dengan cara ini kamu bisa mendapatkan hati Devan?"

"apa yang kamu lakukan sekarang benar-benar hal yang bodoh! yang akan membuat semua pria membenci kamu!" tegas Meira.

Karena kesal dan muak dengan apa yang di katakan Meira, Bella pun mendorongnya hingga Meira terjatuh dan menimbulkan luka di tangannya.

"berani-beraninya kamu memperlakukan dia seperti itu!" ucap seseorang yang datang dari belakang Meira dengan penuh amarah.

***

Bersambung. . .

Mohon terus dukungan nya like+gift makasih ☺️🙏

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!