Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 setuju
Biel menatap Jokey yang berdiri tegak di hadapannya dengan serius.
" kau serius ?! " tanya Biel kemudian
" aku serius, tiga kali lipat....dan itu pasti " jawab laki laki berwajah bule itu dengan tiga jari tangan kanannya yang ia angkat ke atas.
" tentang jati diriku ?! "
" jangan khawatir,
mereka tidak akan pernah tahu tentang siapa kau sebenarnya....
aku jaminannya,
Karena jika kau tertangkap maka itu artinya aku juga tertangkap.
Kau boleh menyebut namaku jika kau mau.
Dan jika hal buruk terjadi padamu, maka aku adalah orang pertama yang akan berdiri di depanmu.
Percayalah Biel.....kau sudah kuanggap adikku sendiri " ucap Jokey meyakinkan Biel.
Ya.....
Jokey adalah orang yang memang memperkenalkan Biel pada dunia narkoba. Dan hanya Jokey...
Satu satunya orang yang tahu tentang pekerjaan sampingan Biel yang lain itu.
" ok bos....aku ambil, dan aku percaya padamu " jawab Biel kemudian.
Jokey tersenyum sambil menepuk pundak Biel.
" bagus....
aku senang mendengarnya, tunggu kabar dariku " ucap Jokey lagi
" hemmm...." jawab Biel sambil melepas celemek penutup dada yang ia pakai kemudian ia berikan kepada Jokey.
" mau kemana kamu ?! " teriak Jokey ketika tiba tiba Biel melangkah pergi.
" lihat jamnya bos.....kau ingin merebut jam istirahatku hah ?!! " jawab Biel ketus sambil melotot kepada Jokey.
Jokey meringis ketika ia melihat jarum jam yang menempel di dinding.
" ok.... pergilah " jawabnya kemudian.
Biel pun melangkah menjauh,
Di belakang sana,
Erick tak henti terus memperhatikan interaksi Biel dengan Jokey barusan.
( Bee.....siapa sebenarnya namanya ?! ) desisnya di dalam hati.
Biel terus melangkah ke arah ruang istirahat di mana Samy telah menunggunya dengan sebungkus nasi yang ia beli melalui on line.
Brugh....
Ketika berada di lorong yang sedikit redup Biel menabrak seseorang yang nampak sedang memeluk seorang wanita.
" sorry....." ucap Biel dengan sedikit menunduk.
" pakai matamu kalau berjalan pelayan.....kau tidak lihat aku ini tamu VIP tempat ini hari ini " ucap seseorang yang di tabrak Biel dengan sombongnya.
Jika ia mau, Biel bisa saja memukul seseorang itu karena pada dasarnya seseorang itulah yang bersalah.
Dia melangkah sambil menciumi wanita dalam pelukannya sehingga ia tak melihat jalan dan berakhir dengan menabraknya.
Tentang Jokey....
Ia yakin tentu Jokey akan lebih berpihak padanya,
Tapi saat ini ia sendang tidak ingin terlibat keributan.
Ia sedang lelah.
" sekali lagi aku minta maaf tuan.....permisi " ucap Biel dengan masih menunduk namun ia melirik sedikit kepada seseorang itu sebelum akhirnya ia melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.
Sementara seseorang itu yang tadi juga melihatnya sekilas terdiam dan sedikit tertegun.
keningnya berkerut seolah mengingat sesuatu,
Wajah itu.....
Wajah itu seolah tak asing baginya.....
seseorang yang tak lain adalah Steve itu dengan cepat menoleh ke arah tadi Biel melangkah,
Tapi gadis itu tak lagi dapat ia lihat, ia tak tahu kemana gadis itu pergi.
( siapa dia ?! Kenapa aku seperti pernah melihatnya ?!
Dia...pelayan atau pelanggan ?! )
bisik Steve di dalam hati.
Tiba tiba hatinya berdesir,
Wajah sendu seseorang di masa lalunya membuatnya sedikit gemetar.
Apalagi saat ia teringat warisan yang di berikan mendiang sang kakek kepada seseorang itu.
Warisan itu memang tidak seberapa, tapi ...
sesuatu yang ia dan sang ibu bangun di dalam warisan itu lebih berharga dari apapun. Karena itu adalah senjata bagaimana sang ibu bisa begitu di segani di kota ini oleh semua orang.
sementara Biel yang masih melangkah ke arah ruang istirahat juga memikirkan hal yang sama.
Ia seperti tak asing dengan wajah seseorang yang baru saja menabraknya itu.
Dan sama seperti Steve, Biel juga menoleh kembali ke belakang.
Tapi ia tak bisa melihat seseorang itu karena ia yang telah lebih dulu berbelok di tikungan lorong sebelum ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
🍀
Pukul tujuh pagi,
Motor sport milik Biel nampak berhenti di seberang jalan sebuah bangunan besar dan tinggi yang berdiri di dalam pagar tembok yang cukup tinggi.
Itu adalah bangunan yayasan panti asuhan tempat ia tinggal dulu selama 7 tahun sebelum kebakaran membuatnya harus meninggalkan tempat itu.
Sudah sangat lama ia tak lagi pernah datang ke tempat itu.
Dan ini adalah kali pertama setelah bertahun tahun ia kembali datang ke tempat ini.
Tadi sepulang bekerja ia mampir dulu ke pemakaman di mana guru yang dulu menyelamatkannya di makamkan.
Setelah itu ia beralih pergi ke panti.
Tapi Biel merasa banyak yang berubah dari tempat itu.
Bangunan itu yang kini telah di bangun kembali terkesan tidak ramah pada siapapun.
Meski sebuah tulisan bertulis
" YAYASAN PANTI ASUHAN YOUNGER LEE " masih tetap ada seperti dulu.
Tapi kini,
kesan tertutup pada bangunan itu sungguh kentara di tempat itu.
Bangunan itu adalah sebuah panti asuhan untuk anak anak,
Tapi kenapa penjagaan terkesan begitu ketat.
Ada lebih dari empat orang penjaga di pos depan.
Sedangkan di dalam sana....
Ia melihat juga ada sebuah menara tinggi yang juga terlihat beberapa penjaga di sana.
( sebenarnya ada apa ?! kenapa sekarang tempat ini di jaga begitu ketat ?!
bukankah tempat ini hanya sebuah panti asuhan untuk anak anak ???! ) cicitnya penuh tanya di dalam hati.
Biel masih tenggelam dengan pikirannya ketika sebuah mobil mewah tiba tiba datang dan berhenti tepat di depan gerbang panti itu.
Kaca mobil itu di turunkan, dan dari tempatnya Biel bisa melihat seorang wanita berkaca mata hitam duduk di depan kemudi.
Biel diam diam tertegun, kembali bayang bayang perlakuan yang ia terima lima belas tahun yang lalu terbayang jelas di pelupuk matanya.
Juga perlakuan buruk yang di terima oleh sang mama dari semua orang khususnya wanita itu.
Wanita itu yang tentu ia tahu siapa dia.
" nyonya Shahnaz....." desisnya pelan dengan suara bergetar.
Terakhir bertemu dengan wanita itu ia ingat juga di tempat ini.
Suatu hari di panti asuhan ini, Ia sempat melihat wanita itu datang ke panti ini dan langsung masuk ke ruang kepala panti.
Hingga beberapa waktu berlalu, Biel sedang bermain di ayunan ketika tiba tiba wanita itu berdiri tegak tak jauh darinya dengan menatapnya tajam.
Saat itu,
Tentu.....tatapan Shahnaz membuatnya sangat ketakutan.
Meski tak sepatah katapun keluar dari bibir wanita itu kepadanya.