(REVISI)
Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.
Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?
Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆
JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolong
Cobaan pasti di alami oleh setiap insan, dengan berdoa menadahkan tangan di sepanjang malam, memasrahkan diri pada sang pencipta bisa menjadi obat hati yang terluka.
Hara tak sanggup lagi dengan apa yang di alaminya saat ini, tanggis Hara terdengar memilukan di telingga Rangga, Hara harus memilih antara bertahan dan pergi, dia teringgat akan ucapan ibunya, terdapat harapan besar disana, harapan yang sebelumnya menjadi mimpi indah untuk Hara sirna sudah.
"Hiks hiks harus bagaimana aku menjalani semua ini Ngga." ucap Hara penuh airmata, dia ingin menyerah tapi disisi lain Hara terlanjur mencintai Alex.
Rangga tak kuasa melihat wanita yang bertahta dihatinya menjadi lemah seperti ini, dia memeluk erat Hara dengan sepenuh hati, dada ini menjadi satu-satunya saksi duka dalam hidup Hara.
"Sudah malam aku akan mengantarmu pulang, maafkan aku yang terlambat menolongmu dari pernikahan ini." ucap Rangga airmata yang dari tadi dia tahan luluh sudah.
"Jangan takut, jika kamu memilih untuk berjuang lakukanlah sebisamu tapi jika kamu memilih untuk menyerah mungkin hanya sampai disitu jodohmu dengannya, ingatlah aku tetap disini Ra jangan pernah ragu menceritakan keluh kesahmu padaku, aku selalu ada di belakangmu." ucap Rangga memeluk erat Hara.
Setelah tangis Hara reda Rangga mengajaknya pulang, sore sudah berganti malam, Rangga melajukan motornya dengan kecepatan sedang, sampailah mereka dirumah Hara, saat Hara turun dari motor tiba-tiba tangan kekar menarik paksa tangannya.
"Dari mana saja kamu hah, berani-beraninya kamu pergi sama dia." ucap Alex tangannya sudah berada diatas kepala Hara, yang ingin di layangkan ke pipi mulus istrinya.
Sebelum tangan itu menyentuh pipi Hara, Rangga membalikkan badan Alex dan memelintir tangan kekar itu.
"Jangan coba-coba kamu menyakitinya, pria brengsek." teriak Rangga, dia mendorong Alex sampai tersungkur, Hara hanya bisa menangis, dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya.
Alex berdiri dia berlari menghampiri Rangga dan memberi bogeman mentahnya, Hara berteriak ingin menolong Rangga, tapi tangan kekar itu menariknya dengan kasar memaksa istrinya untuk masuk kedalam rumah, Rangga meringgis terdapat sedikit darah di sudut bibirnya, dia berdiri menaiki motornya dan melesat pergi.
Alex menarik Hara dan membawanya kekamar, dia mendorong Hara hingga jatuh terlentang dikasur, Alex yang sudah dipenuhi emosi melepas jas dan kemeja yang dia pakai, kemudian menindih tubuh Hara, Hara ketakutan dia menangis dan memohon agar Alex tidak melakukan hal itu padanya.
"Kenapa kamu menolakku hah, apa kamu sudah melakukan itu bersamanya." ucap Alex dengan suara membentak.
Seketika dada Hara bergemuruh, dia mendorong Alex hingga Alex hampir terjatuh, Hara berdiri tangan lentik nan putih itupun melayang dipipi Alex.
"Apa tadi kamu bilang Kak, bukannya kamu yang membohongi aku, kenapa kamu lakuin ini sama aku Kak kenapa." teriak Hara disertai tangis.
"Apa maksud kamu..?" tanya Alex sambil mememang bekas tamparan Hara yang cukup keras terlihat bibir Alex sobek dan mengeluarkan sedikit darah.
"Kamu belum mau jujur? kenapa kamu harus bohong, kenapa saat ibu menyuruhmu untuk menikahiku kamu tidak menolaknya saja, bilang saja pada Ibu kalau kamu sudah bertunangan dengan Vera," ucap Hara badannya luruh kelantai tanggisnya terdengar memilukan.
"Sayang maafin Kakak." ucap Alex menghampiri Hara duduk di hadapannya.
"Aku ngak butuh maafmu Kak, kalau saja hanya bertunangan aku masih bisa memaafkan, tapi kamu sudah melakukannya dengan wanita itu, hati ini sakit Kak hiks hiks." ucap Hara dengan menunjuk dadanya.
"Dari mana kamu tahu sayang, kamu jangan menuduh Kakak tanpa bukti." ucap Alex membela diri.
Hara mengambil ponselnya, dia menunjukkan video aksi bejat Alex bersama Vera seketika Alex lemas, badannya iku luruh dia pun meminta maaf kepada Hara.
"Sayang maafin Kakak, jangan tinggalin Kakak Hara, Kakak sangat mencintai kamu." ucap Alex memohon.
"Untuk saat ini Hara ingin sendiri Kak tolong tinggalin aku, pulanglah." usir Hara.
"Tapi sayang." ucap Alex.
"Pulanglah." ucap Hara dengan suara lemah.
Alex terpaksa berdiri, dia akan kembali besok saat Hara sudah merasa tenang.
Hara kembali menangis, matanya sudah bengkak dia beranjak menutup dan mengunci pintu, setelahnya Hara kembali ke kamar.
*Dirumah Alex
Saat ini dirumah Alex sedang ada jamuan makan dengan keluarga Vera, mereka membahas rencana pesta pertunangan Alex dan Vera, karena mereka belum mempublis pertunangan ini, jangan ditanya dari mana Rangga mengetahui berita itu, hanya dengan menjentikkan jari saja semua akan beres, karna zaman sekarang uang yang bekerja bukan tangan.
Alex yang saat itu baru pulang dari rumah Hara, wajahnya terlihat sangat kusut bajunya compang camping penampilanya sungguh tak sedap dipandang mata.
"Bee kamu dari mana saja..?" tanya Vera menghampiri Alex dia memperhatikan penampilan calon suaminya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Dari mana kamu Lex, kenapa kamu terlihat sangat kacau...?" tanya mama Dewi.
"Alex capek Ma, Alex mau ke atas dulu." jawab Alex.
"Mandilah dan cepatlah turun, Mama ingin membahas masalah perayaan pertunangan kalian." ucap Mama Dewi.
Alex hanya mengganguk, moodnya hancur dia tidak memperdulikan Vera dan langsung ke atas menuju kamarnya.
"Ada apa jeng?" tanya Mama Vera.
"Biasa jeng, mungkin Alex kecapek'an anak itu kalau kerja ngak diforsir." jawab Mama Dewi.
Alex masuk ke kamarnya, membaringkan badannya dikasur kedua tangannya ia letakkan dibawah kepala, Alex berfikir keras bagaimana caranya mendapatkan maaf dari Hara.
"Besok gua harus ke rumah Hara pagi-pagi." ucap Alex bermonolog.
Alex bukannya berfikir untuk membatalkan pertunangannya bersama Vera, dia malah sibuk mengharapkan maaf dari Hara.
Selesai mandi Alex turun, mereka pun berembuk soal rencana perayaan pertunangan Alex dan Vera.
*Dirumah Rangga
Rangga yang meninggalkan Hara bersama Alex merasa kawatir, Rangga takut Alex melukainya, malam sudah larut tapi matanya masih terjaga.
Rangga menelvon orang suruhannya untuk mengecek keadaan Hara dirumahnya.
'Tuuuuuuut telepon tersambung
"Awasi rumah Hara, jangan pergi sampai pagi menjelang dan segera kabari saya jika ada yang tidak beres." ucap Rangga yang langsung menutup teleponnya.
Rangga mencari posisi yang nyaman untuk tidur, tapi sangat susah untuk memejamkan matanya, lama kelamaan mata Rangga terasa berat dia pun terlelap dalam mimpinya.
*
Pagi pun tiba tak nampak sinar mentari, yang ada hanya awan yang mengumpal berwarna petang seperti hati Hara saat ini, Hara yang terbangun segera membasuh wajahnya dan melaksanakan 2 rakaat.
Disisi lain Rangga mendapat kabar jika Hara dalam keadaan baik-baik saja dia merasa lega, Rangga pun bersiap pergi kekantornya meskipun hari ini hari minggu tapi Rangga harus tetap ke kantor.
"Nak bisakah nanti pulang sebentar mengantarkan Mama untuk belanja..?" tanya Mama Eva.
"Maaf ma untuk hari ini Rangga sibuk, Rangga harus mengurus urusan dikantor cabang." jawab Rangga.
"Baiklah nanti Mama menyuruh Kang Giman saja nganterin Mama." ucap Mama Eva.
"Kamu hati-hati sayang." tambahnya, Rangga mencium telapak tangan dan pipi Mamanya, lalu bergegas pergi.
Hari ini Hara libur setelah selesai sholat, ia menuju dapur untuk memasak, dibuka lemari es untuk mengambil sesuatu yang bisa dimasak.
"Yah ngak ada isinya, untung masih ada telur." monolog Hara, mata Hara sudah seperti panda pagi ini, semalam dia tidak bisa tidur kerjaannya hanya menangis dan menangis.
Hara berencana untuk belanja nanti siang, sejak Hara bekerja dengan gaji lumayan besar, dia mencicil membeli barang-barang seperti lemari es tadi.
Hara selesai sarapan hanya dengan lauk telur, dia bergegas membersihkan rumah, mungkin menyibukkan diri bisa membuatnya lupa akan masalah yang dia hadapi.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 08.00, Hara bergegas mandi, dia akan ke pasar membeli beberapa kebutuhan dapur, Hara berangkat membawah motor matik kesayangannya, dijalan yang cukup sepi Hara melihat segerombolan preman menyetop mobil sedan berwarna hitam, dia berhenti memperhatikan apa yang akan dilakukan preman-preman itu.
Para preman mengedor pintu kaca mobil, tidak lama keluarlah sang supir yang usianya kira-kira 50an, preman-preman itu menghajar pria tua yang tidak berdaya sampai babak belur, satu preman membuka pintu belakang menyeret penumpang yang ada di dalamnya, seorang wanita kemungkinan seumuran dengan ibu Hara, preman itu menodongkan pisau kecil, sedangkan preman yang lain sibuk mencari barang berharga dimobil sedan itu.
Tanpa mereka sadari preman yang tadi menodong wanita paru baya itu sudah ambruk, ketiga preman lain menyadari jika temannya jatuh, mereka melihat seseorang yang berdiri dibelakang mereka.
"Wiih ada cewek cantik nih bro, mau ngapain neng mau jadi pahlawan kesiangan." ucap salah satu preman menyeringgai.
Kedua preman memberi kode dengan tersenyum mesum.
Saat kedua preman tadi ingin memegang tangan gadis itu dengan gerak cepat tak terbaca, dia menendang kedua perut preman sampai tersungkur, dalam waktu 10 menit semua preman sudah ambruk dengan luka disekujur tubuh mereka, para preman lari terbirit-birit meninggalkan mangsanya.
Wanita tua yang ditolong tadi bersembunyi dibalik mobilnya bersama sang supir, mereka keluar dari persembunyiannya setelah melihat preman pergi.
"Tante dan Bapak tidak apa-apa." tanya wanita muda itu.
"Kami baik-baik saja nak, terima kasih sudah menolong tante." ucapnya.
"Sama-sama tan, kalau begitu saya pamit dulu." ucapnya pamit.
"Tunggu sebentar Nak nama kamu siapa, ini untuk kamu." ucap si tante memberikan beberapa lembar uang.
"Nama saya Hara tante, tidak perlu saya ikhlas menolong tante, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Hara pamit.
Hara melanjutkan perjalanannya menuju pasar, Pak supir mengecek barang-barang di mobil ternyata tidak ada yang hilang.
"Nyonya tidak apa-apa..?" tanya Pak Giman.
"Tidak apa-apa, kita pulang saja Man nanti kamu obati luka kamu." ucap wanita paru baya itu yang tidak lain Mamanya Rangga, beliau tadi ingin pergi keswalayan tapi di cegat oleh para preman, mereka pun memilih untuk kembali pulang.
*Dirumah Alex
Rencana Alex gagal ingin kerumah Hara, karena Vera pagi-pagi sudah datang kerumahnya, hari ini Vera meminta Alex untuk menemaninya shopping.
"Kamu ngapain sih Ver pagi-pagi sudah ada disini..?" tanya Alex yang baru turun dari kamarnya.
"Temenin aku shopping bee hari ini ada tas yang baru louncing, beli'in ya." pinta Vera bergelanyut manja.
"Oke tapi ada syaratnya." ucap Alex.
"Syarat apa?" tanya Vera mengernyitkan dahi.
"Kita mampir kehotel dulu." ucap Alex tersenyum menggoda.
Vera tersenyum mengganguk dirinya mengerti apa yang diminta oleh Alex, Alex pun bersiap dan mereka pergi.
______________REVISI_________________
Dukung aku ya dengan cara like,vote dan komen
like dan vote para readers akan menjadi semangatku
meneruskan cerita sampai tamat.
komentar para readers akan menjadi masukan untukku
agar bisa lebih baik lagi😘
_______________________________
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,