NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Hantu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: UmakAy

Fitnah keji dan pengkhianatan merebut segalanya dari Nina, seorang gadis desa yatim piatu yang dituduh berzina dan dibuang ke hutan bersama putri kecilnya, Gendis. Di bawah naungan sihir hitam dan racun dendam mertua serta kakak iparnya, Roni, suami yang dulu sangat mencintainya, tega membiarkan mereka ..
Kini, dari kegelapan hutan belakang desa, Nina kembali. Satu per satu, mereka yang terlibat dalam kematian tragisnya akan membayar hutang darah ini dengan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmakAy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sementara Hana sibuk melancarkan strategi di tempat kerja Roni, lain pula di kota, Ruhi duduk bersandar di samping Rukmini sembari menatap langit-langit rumah. Ia tahu Hana sedang bekerja, tetapi naluri dengkinya menegaskan bahwa menyerahkan seluruh permainan pada orang lain adalah tidak benar.

"Bu, kita tidak bisa hanya duduk diam menunggu Hana beraksi," ujar Ruhi dengan nada tegas, memecah hening. "Kita juga harus bertindak langsung pada Nina."

Rukmini menatap putrinya ragu. "Apa yang ada di pikiranmu, Ruhi? Untuk apa ikut campur lebih jauh? Bukankah Hana sudah menyusun taktik untuk menjatuhkan Roni? Kita tinggal terima bersih saja."

Ruhi menggeleng cepat, matanya memancarkan kedengkian. "Hana memang mengincar Roni, tapi akar masalah kita ada pada Nina. Kalau Nina terpojok, Roni pasti terkena imbasnya. Lagi pula, kalau kita pasif, kita tidak tahu berapa lama rencana Hana baru membuahkan hasil."

Rukmini terdiam, mencerna argumen putrinya. "Lalu, apa rencanamu?"

Sengatan senyum licik terukir di bibir Ruhi. "Kita mulai dengan merusak nama baiknya di depan warga desa. Buat dia busuk di mata tetangga-tetangganya. Begitu Nina kehilangan simpati lingkungan, mentalnya akan hancur. Kita tebar fitnah bahwa dia istri yang buruk, pembawa sial, dan menantu durhaka pada mertua."

Rukmini mulai terkekeh pelan, menyukai arah pembicaraan itu. "Maksudmu, kita giring opini seolah dia yang membuat Roni memutus tali silaturahmi dengan kita?"

"Tepat, Bu! Kita racuni pikiran ibu-ibu di sana. Bilang kalau Nina sengaja mencuci otak Roni agar lupa pada Ibunya sendiri. Warga desa sangat peka dengan gosip seperti itu," jawab Ruhi penuh gairah.

Rukmini mengangguk mantap. "Baiklah. Aku sendiri yang akan sering datang ke desa itu, berpura-pura menjadi ibu yang terzalimi di hadapan tetangganya. Nina tidak akan pernah tahu dari mana datangnya racun ini."

Mereka berdua tersenyum puas dengan rencana yang di rancang.

Di lain tempat, Hana menjalankan rencananya tanpa belas kasihan. Ia menyadari, merobohkan Roni berarti melapangkan jalan untuk mencapai tujuannyai.

Menggunakan uang dan relasinya, Hana menemui Firman, seorang kepala di pabrik kayu tempat Roni bekerja. Mereka bertemu di sebuah kafe yang berada di pinggir kota.

"Semuanya harus terlihat murni karena keteledorannya, bukan karena rencana kita," bisik Hana dingin sembari menggeser seamplop tebal berisi uang tunai ke hadapan Firman.

Firman mengusap tengkuknya yang dingin, menyapu amplop itu ke dalam tasnya.

"Aku akan pastikan dia mendapat masalah besar. Akan kubuat laporan bahwa dia mengabaikan prosedur keselamatan kerja alat berat. Di pabrik, pelanggaran seperti itu adalah kesalahan fatal."

Beberapa hari kemudian, skenario di jalankan. Firman memalsukan dokumen keselamatan dan memindahkan papan peringatan area berbahaya pada salah satu mesin pemotong utama, lalu menjebak Roni agar mengoperasikannya.

Insiden terjadi, sebuah kerusakan teknis dipicu intentionally. Firman bergerak cepat, menyudutkan Roni di hadapan manajemen sebagai dalang utama.

Meski Roni gigih membela diri dalam rapat darurat, manipulasi bukti yang dibuat Firman sangat rapi. Roni sampai tak di beri kesempatan membela diri.

Sementara Hana terus menekan Firman lewat sambungan telepon agar pemecatan Roni segera dijatuhkan.

Puncaknya terjadi ketika Firman merusak salah satu katup bahan baku penting dan mengondisikan seolah-olah Roni yang menumpahkannya secara konyol.

"Lihat sendiri, Pak! Ini sudah kesalahan fatal kedua dalam hitungan hari. Kelalaian Roni membahayakan aset perusahaan!" seru Firman berapi-api di depan jajaran manajerial.

Keputusan final pun mengetuk. Roni dipanggil memasuki ruangan manajer utama.

"Roni, kami telah meninjau seluruh insiden ini," ujar manajer dengan nada berat. "Atas dasar keselamatan kerja dan kerugian material perusahaan, terhitung mulai hari ini, kamu resmi dikeluarkan."

Dunia Roni seakan runtuh seketika. Seluruh argumentasi dan pembelaan dirinya tak lagi didengar. Dengan langkah lunglai dan dada dihantam rasa kecewa yang mendalam, Roni melangkah keluar dari pabrik tempatnya menggantungkan hidup bertahun-tahun.

Firman tersenyum melihat itu

Di balik layar, telepon Hana berdering. Laporan keberhasilan dari Firman menyunggingkan senyum kemenangan di bibir wanita itu. "Langkah awal selesai," gumam Hana dingin. "Mari kita lihat seberapa bertahan mereka dalam jerat kemiskinan."

*

Matahari tepat berada di puncak ketika Roni memasuki pekarangan rumahnya. Nina yang sedang menemani Gendis bermain di atas tikar terperanjat melihat kedatangan suaminya.

"Mas Roni. Kenapa sudah pulang siang begini? Ada barang yang tertinggal?" tanya Nina panik, menangkap raut kelabu di wajah Roni.

Roni terduduk di anak tangga teras. Bahunya terkulai, napasnya berat.

"Mas. Mas dipecat dari pabrik, dek" bisiknya dengan suara tercekat.

Nina membelalak kaget. "Dipecat?! Kenapa, Mas? Selama bertahun-tahun Mas bekerja, tidak pernah ada masalah..."

"Ada sabotase dan tuduhan kelalaian alat berat. Firman yang melaporkan semuanya ke manajemen. Mas sudah membela diri, tapi mereka menutup mata," tutur Roni pasrah.

Dada Nina bergemuruh hebat. Di tengah usahanya menenangkan sang suami dan menggenggam jemarinya yang gemetar. Terlihat bayangan sosok Hana di jendela rumah sebrang. Wanita dari masa lalu Roni yang baru saja muncul membawa tawaran uang pinjaman, mendadak melintas di benaknya bagai kilatan petir.

"Mengapa bisa kebetulan seperti ini. Sejak kedatangan wanita itu. Suasana menjadi berbeda." Gumamnya dalam hati.

Intuisi seorang istri berbisik tajam. Kehadiran Hana di desa ini bukanlah sebuah kebetulan.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Jadi begitu, ya... Cara licik keluarga Roni...

🤨🤨🤨🤨🤨
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Pengen rasanya masuk ke cerita di BAB ini, terus bantuin Roni buat nonjokin Herman!!! /Determined//Determined//Determined/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ah, sumpah... Merinding pas baca adegan ini... /Panic//Panic//Panic/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
MANTAP!!! SAYA SUKA GAYAMU RONI!!!
UDAH, PINDAH AJA KE DESA NINA, RON...

💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo saya yang jadi Nina, pasti udah bales ngomong, "Masih mending kangkung yang saya masak, Bu! Tadinya malah pengen saya masakin OSENG PAKU SAMA BAUT!"

🤣🤣🤣🤣🤣
UmakAy: ngakak kak 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Duuuh... Sabar ya Nina... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Seru juga ceritanya...

Terus, gimana Ruhi (kakaknya Roni) bisa punya calon suami? Lah wong sikapnya aja seperti itu sama adiknya sendiri...

Dan Nina, karakternya langsung bikin meleleh... 🤭🤭🤭
UmakAy: biasanya jodoh adalah cerminan diri 🤭
total 1 replies
the virtuso
saling support thor
UmakAy: siap 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!