Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai ada rasa
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Sinta dan Dito pun berkemas untuk pulang.
Sifat Dito yang sederhana, pintar , rajin dan tampan sedikit membuat Sinta membuka hati. Dito tidak ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah anak seorang pemegang saham di sekolah swasta. Dia ingin tampil sederhana tanpa harus canggung dipandang oleh guru dan para siswa. Biarkan mereka mengganggap Dito hanya siswa biasa yang berprestasi.
Tapi Sinta berfikir keras untuk menunda rasa ini, karena dia takut Dito akan berpindah hati. Dan nanti dirinya yang akan kecewa dan patah hati.
" Assalamualaikum, " ucap Sinta memberi salam dan membuka pintu.
" Dit, kamu mau mampir..? " tanya Sinta basa-basi.
" Aku langsung pulang, dan salam untuk orang tua mu.." jawab Dito lalu menyalakan mesin motor dan berbalik untuk pulang.
" Ma, alhamdulillah hari ini banyak yang beli. " kata Sinta.
" Oh iya ma, coba cek YouTube tadi Dito membuat video tutorial ku membuat kue bolu. " ucap Sinta yang penasaran bagaimana rupa dirinya saat direkam oleh Dito.
Lalu di buka channel milik Dito , Sinta menonton sampai menit terakhir. Yang dia lihat kok cuma tangan nya aja yang di videoin. Padahal tadi Dito menyuruh nya untuk berbicara seperti seorang chef profesional..
" Uhkkk, Dito awas ya nanti disekolah aku cubit kamu.." kesal Sinta dalam hati.
" Ting, Ting..." ponsel Sinta berbunyi lalu di baca.
" Sin, kamu sudah lihat channel ku,, Uda banyak yang like katanya pada mau belajar bikin kue.. " Dito.
" Sudah," jawab Sinta sedikit kesal.
"Sudah,,! gak ada komentar lain??" ledek Dito.
" Sudah kecewa karena kamu hanya mengambil gambar tanganku aja, padahal tadi kamu nyuruh aku ngomong pembuka dan penutup" kesal Sinta.
" Maaf ya,, aku cuma fokus tangan kamu aj. Soalnya aku gak mau cowok lain lihat wajahmu yang cantik. Cukup aku aja yang punya foto kamu.." rayu Dito.
Dan Sinta pun merebahkan tubuh nya ke kasur sembari tersenyum , merasa senang dengan pujian dari Dito. Sinta pun terbangun dari khayalan nya untuk segera melaksanakan solat isya sebelum tertidur.
***"
" Kiri, kiri, kiri.." teriak Sinta memanggil angkot.
Dan Sinta pun memilih duduk di bangku supir, karena bangku dibelakang sudah penuh. Tiba-tiba saat dirinya mau naik ada Dito yang berhenti didepan mobil angkot.
" Sin, sini naik motor ku.." ajak Dito
Lalu Sinta pun turun dari angkot dan menghampiri Dito
" Maaf ya bang, aku uda di jemput" ucap Sinta meminta maaf ke Abang angkot.
" Pakai helmnya biar lebih safety.." ucap Dito seraya memberikan sebuah helm berwarna pink. Dan Sinta naik motor Dito
" Dit, tumben kamu bawa motor..? Bukannya kamu takut ada yang minjem.." ledek Sinta
" Aku mau ngojek online, cari sampingan.." celetuk Dito
" Oh,, ya sudah . Semangat, semoga lancar usahanya.." balas Sinta
Sesampainya di parkiran Sinta pun turun dari motor, dan saat dirinya melangkah mau jalan terlebih dahulu tiba-tiba Dito menarik tangan nya.
" Eh, eh mau kemana neng.!!!" tanya Dito dengan senyum menyamping
" Mau jalan duluan Dit, aku takut terlihat oleh Mira.." sahut Sinta
" Neng, itu helmnya mau dipake..?" ujar Dito memberi tahu bahwa Sinta masih menggunakan helm.
" Oh iya, aku lupa." seru Sinta.
Lalu di berikan helm yang di pakainya kepada Dito. Saat Sinta berbalik arah dan melangkah lagi-lagi Dito menarik tangan nya
" Ada apa lagi sih Dit,,?" tanya Sinta
" Ongkosnya mana,,??" goda Dito
" Ihh... au ah gelap." sahut Sinta meninggalkan Dito dengan senyum sumringah.
" Masih terang neng.." teriak Dito
-
-
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar.
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️