Adelia Azzahra seorang gadis mandiri yang mampu mendirikan perusahaannya sendiri dari nol. Dia gadis yang cantik dan akan bertemu dengan Adam Wijaya seorang pembisnis handal yang dingin. Dulu Adam adalah seorang pria yang baik dan ramah. Dia berubah dingi karena saat hari pertunanganya gadis yang ia cintai tak kunjung datang. Dia sangat marah karenan ada seseorang yang mengirimkan foto gadis yang ia cinta tengah tidur bersama seorang pria. Sejak saat itu Adam tidak percara kepada wanita. Dan dia bersikap dingin kepada siapa saja yang mendekatinya.
Bagaimanakah kisah cinta antara mereka bisa berjalan
Yuk ikuti ceritanya.
happy reading 😊😊
by Diyah Nur Arroyan❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Malam ini Adel memutuskan untuk pulang kerumah karena Adel sudah mulai tenang dan siap mendengakan penjelasan Adam.
Sampai di rumah Adel heran karena semua lampu rumah sudah mati.
" apa mas Adam masih kerja ya kok jam segini lampunya sudah mati semua" ucap Adel
Adel lalu menaiki tangga untuk masuk kekamarnya. Saat Adel membuka pintu kamar bau alkohol yang sangat pekat tercium oleh Adel pada saat itu lampu kamar juag mati.
" bau apa sih ini" ucap Adel mengibas ngibaskan tanganya. Adel lalu mencari saklar lamudan mengidupka lampu kamarnya
Adel terkejut dengan apa yang ia lihat banya botol alkohol kosong yang berserakan di lantai dan juga Adam yang tertidur memeluk foto mereka berdua di lanatai.
" mas Adam apa yang tejadi sama kamu?" ucap Adel yang mendekati Adam
" mas kamu minum alkohol?" tanya Adel yang mencoba membangunkan Adam.
Adel mencoba mendudukkan Adam. namun Adel kalah tenaga dengan Adam. Lalu Adel mencoba memapak Adam untuk tidur di kasur.
" ayok mas tidurdi atas jangan di sini. disin dingin " ucap Adel
Akhirnya Adel sudah bisa merebahkan Adam di kasur mereka.
" Adel aku tau aku salah aku minta maaf" guman Adam dalam tidurnya.
Adel yang mendengar merasa bersalah karena telah meninggalkan Adam sendirian di rumah. Adel melepas sepatu dasi dan jas yang di pakai Adam.
"Adel aku nggak bisa hidup tanpa kamu kembalilah sayang" guman Adam kembali.
Adel telah selesai melepas sepatu Adam lalu menyelimuti tubih Adam. Adel masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu tidur di sofa kamar karena Adel tidak ingin mengganggu Adam yang sedang tertidur.
Pagi hari Adel terbangun lebih dulu dari Adam. dia membersihkan tubuh nya lalu membangunkan Adam.
" mas bangun dulu kamu mandi dulu ya" pinta Adel lembut
Adam yang mendengar samar samar suara Adel pun hanya tersenyum tapi matanya masih menutup.
" sayang dalam mimpi saja aku masih bisa mendengar suara mu" guman Adam
" kok mimpi sih ini beneran aku Adel mas. ayok bangun dulu" ucap Adel
Adam langsung bangun dan terduduk di kasur
" sayang kamu beneran pulang?" Adam mencari kepastian
" iya ini aku kamu nggak mimpi" ucap Adel yang tersenyum ke arah Adam.
" Adel aku sangat merindukan mu" Adam bangkit dari tidur dan akan memeluk Adel.
" No mas kamu mandi dulu. badan kamu bau alkohol aku nggak suka" ucap Adel yang menghalangi Adam.
" ok baiklah aku mandi dulu tapi kamu jangan pergi lagi dari ku. tunggu sebentar aku mandi dulu" ucap Adam yang berlari ke kamar mandi.
Adel mengambil botol botol kosong yang berserakan di lantai menyatukan mereka di dalam plastik sampah. lalu membawa plasti sampah tersebut kelura kamar.
" bik bibik" panggil Adel
" iya non ada yang bisa bibik bantu?" tanay bibik
" iya bik tolong ini di buang ya bik" Adel menyerahkan kantong plastik le bibik
" iya non" ucap bibik
" makasih ya bik" sambung Adel
" iya non sama sama" bibik meninggalkan kamar Adel
Adel membuka semua gorden dan membuka semua kaca yang berada di kamar nya agar bau alkohol yang berada di kamar keluar semua.
Adel juga menyemprot pengharum ruangan di semua sudut kamat. Adek memang tidak suka dengan bau alkohol karena menurutnya baun alkohol sangat keras.
Adam yang keluar kamar mandi pun tersenyum melihat Adel yang sedang mengganti seprei tempat ridur mereka.
" maaf ya sayang kamu pulang bukanya seneng malah harus membereskan semua ini dan juag kamu melihat aku yang sedang kacau" ucap Adam
" udah lah mas nggak usah di bahas aku juga sebenarnya masih marah sama kamu apa lagi di tambah kamu yang mabuk mabukan seperti semalan" ucap Adel
Adam lagi lagi merasa bersalah kepada Adel. Adam hanya tertundu lesu melihat Adel yang masih membersihkan tempat tidurnya.
" nah sudah selesai" ucap Adel
" kamu ngapain mas kok masih di situ? kenapa nggak cepetan ganti baju " tanya Adel
" oh iya aku lupa" Adam cemgengesan dan menggaruk kepakanya yang tidak gatal.
Adam berganti pakaina santa ia hanya memakai celaan pendek dan kaos hitam saja lalu menyisir rambutnya.
" sudah selesai?" tanya Adel
" sudah kok" jawab Adam
" ya udah ayo turun kita sarapan" ucap Adel
Adel dan Adam turun ke bawah untuk sarapan. Saat sarapan Adam mencuri pandang ke arah Adel.
" ada apa sih mas kok liatin aku terus?" tanya Adel
" aku lagi nggak mimpi kan sayang kamu bemeran ada di depan aku kan?" Adam yang masih belum percaya.
" apaan sih mas nggak jelas tau nggak pertanyaan kamu itu. udah tau aku di depan kamu. kamu malah nanya kayak gitu" ucap Adel yang menuju dapur membawa piring kotor.
Setelah Adel mencuci pirong kotor Adel naik ke atas dan di ikuti oleh Adam. Adam heran kenapa Adel menuju ruang kerjanya. Namun Adam tidak bertanya ke Adel dia hanya terus mengikuti Adel saja.
" bik bibik tolong bawakan kardus dan lakban ya bik" ucap Adel
" iya non sebentar" ucap bibik
Tak butuh waktu lama bibik membawakan pesanan yang di minta oleh Adel.
" ini non" menyerahkan kardus ke Adel
" makasih ya bik" ucap Adel
Adel lalu masuk kedalam ruang kerja Adam. Adam masih setia mengekor di belkang Adel. Adam sebenarnya heran kenapa Adel meminta kardus dan lakban ke bibik. tambah heran lagi kenapa di bawa masuk ke dalam ruang kerjanya.
" mau buat apa sih sayang?" tanya Adam yang sudah penasaran.
Bukan jawaban yang di dapan Adam namun tatapan tajam dari Adel yang ia dapat
" ok ok aku akan diam dan melihat saja" ucap Adam pasrah
Adel mulai membuka lemari kaca yang berada di ruang Adam namun tidak bisa terbuka karena di kunci.
" mana kuncinya?" tanya Adel
Adam lalu mengarah ke meja kerjanya dan mengambil kunci yang di minta Adel. lalu menyerahkan ke Adel. Adel membuka lemari kaca yang berada di depan nya. namun saat akan membuka lemari mereka di kejutkan denga kedatangan sahabat Adam Andre.
"kalian lagi ngapain?" tanya Andre
" siapa kamu?" tanya Adel judes
"gue...." belum sempat Andre memperkenalkan diri namun sudah di sahut oleh Adam
" dia Andre temen aku sayang dan Andre ini istri gue Adelia dan lagi lo jangan macem macem sama dia. dia milik gue" Adam yang melihat tatapan mata Andre yang genit.
" iya iya gue tau dia bini lo gua nggak ganggu deh cuma liatin aja" ucap Andre bercanda.
" apa lo bilang?" tanya Adam yang berdiri dari duduk nya yang akan menhajar Andre
" santai dong bro gue cuma bercanda. siapa sih yang berandi mengambil milik bos besar kita Adam Wijaya" ucap Andre.
mulai deh pelakor nya
sebagai tokoh cep gak memiliki karakter yg kuat
terlalu lemah mudah di jebak.. maaf thor... bye bye
seharusnya sebagai ceo
punya bodyguard atau orang kepercayaan. biar bisa jd tameng gak mudah tersentuh
ini sekretaris nya malah gak ikut di acara penting
kita greget cerita nya
sabah serawak NKRI hartoni 8000aplikasi.