NovelToon NovelToon
Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Lima tahun mencintai Hansen diam-diam membuat Jihan langsung menerima saat mereka dijodohkan. Hansen pun terpaksa menikahi Jihan karena merasa bertanggung jawab atas kecelakaan yang membuat kaki Jihan cacat.

Atas permintaan Hansen, pernikahan mereka disembunyikan. Selama sepuluh tahun, Jihan menjalani perannya sebagai istri tanpa pernah menuntut cinta dari Hansen yang selalu bersikap dingin.

Namun semuanya berubah ketika putra mereka yang berusia sembilan tahun mengatakan bahwa ia malu memiliki ibu yang pincang.

Hati Jihan hancur.

Di saat yang sama, Hansen mengaku sudah lelah dengan pernikahan pura-pura mereka dan mengajak Jihan bercerai.

Jihan hanya terdiam.

Tanpa air mata, tanpa protes, dan tanpa memohon agar Hansen tetap bersamanya.

Karena kali ini, Jihan memilih berhenti mencintai pria yang tak pernah benar-benar menginginkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Benar-benar Move On

Sebenarnya, sejak masih bekerja di rumah sakit, Jihan sudah memiliki keinginan untuk membuka apotek sendiri. Pengalamannya bertahun-tahun sebagai apoteker senior membuatnya cukup memahami bagaimana mengelola usaha di bidang farmasi.

Ia bahkan sudah beberapa kali membayangkan memiliki apotek kecil dengan pelayanan yang ramah dan nyaman bagi pelanggan.

Tidak perlu langsung besar. Baginya, memiliki apotek sendiri saja sudah menjadi pencapaian yang membanggakan.

Jihan mulai menghitung perkiraan modal yang dibutuhkan. Ia mencari tahu harga sewa tempat, biaya perizinan, perlengkapan apotek, hingga kebutuhan awal untuk pengadaan obat-obatan.

Namun, semakin lama menghitung, senyumnya perlahan menghilang.

Ternyata, uang tabungannya masih cukup jauh dari jumlah yang dibutuhkan.

Jihan menyandarkan punggung ke kursi.

"Astaga, ternyata masih banyak juga yang harus disiapkan."

Ia kembali memperhatikan saldo tabungannya.Jihan kemudian membuka beberapa situs pencarian kerja. Ia mulai mencari lowongan sebagai apoteker, terutama di rumah sakit atau perusahaan farmasi yang memiliki lingkungan kerja profesional.

"Untuk sementara, kumpulkan modal dulu. Kalau tabungannya sudah cukup, baru pikirkan membuka apotek sendiri."

Jihan tersenyum kecil.

Setidaknya, sekarang ia memiliki tujuan baru yang bisa diperjuangkan.

Ia tidak ingin lagi menggantungkan kebahagiaannya kepada orang lain. Ia ingin memiliki penghasilan sendiri, membangun usaha sendiri, dan membuktikan bahwa dirinya mampu menjalani kehidupan tanpa harus bergantung kepada siapa pun.

***

Setelah membeli ponsel baru dan memasang kartu SIM dengan nomor yang berbeda, Jihan duduk di salah satu kafe di dalam mall. Di hadapannya, secangkir kopi masih mengepulkan uap tipis, sementara layar ponselnya menampilkan beberapa lowongan pekerjaan yang baru saja ia temukan.

Awalnya, Jihan berniat melamar kembali sebagai apoteker. Dengan pengalaman bertahun-tahun bekerja di instalasi farmasi rumah sakit, ia yakin tidak akan terlalu kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Bahkan, ia sudah mengirimkan beberapa lamaran ke rumah sakit dan perusahaan farmasi.

Namun, ketika hendak mencari lowongan lainnya, tiba-tiba Jihan terdiam.

Ia teringat Hansen.

Pria itu memiliki rumah sakit sendiri, koneksi yang luas, dan cukup banyak cara untuk mencari tahu keberadaannya. Jihan tidak bisa memastikan apakah Hansen akan benar-benar mencarinya, tetapi ia mengenal pria itu. Jika suatu hari Hansen ingin mengetahui tempatnya bekerja, lisensi profesinya bisa menjadi salah satu petunjuk.

Jihan menatap layar ponselnya dengan perasaan tidak tenang.

"Kalau aku tetap bekerja sebagai apoteker, bukankah aku justru memberinya kesempatan untuk menemukanku?" gumamnya pelan.

Ia meletakkan ponsel di atas meja, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Selama sepuluh tahun menjadi istri Hansen, hidupnya sudah terlalu banyak berputar di sekitar pria itu. Bahkan setelah resmi bercerai, ia masih harus memikirkan kemungkinan Hansen kembali memasuki kehidupannya.

Jihan menggelengkan kepala.

"Tidak. Kali ini aku ingin benar-benar bebas."

Ia tidak membenci profesi yang selama ini ditekuninya. Menjadi apoteker adalah pekerjaan yang ia kuasai dan banggakan. Namun, untuk sementara waktu, ia bersedia meninggalkan dunia tersebut jika itu bisa membantunya memulai hidup baru tanpa bayang-bayang mantan suaminya.

Jihan kembali mengambil ponselnya. Ia membuka situs pencarian kerja dan mulai mencari lowongan di bidang administrasi, pengelolaan dokumen, serta pekerjaan lain yang tidak berkaitan dengan dunia medis.

Penghasilannya mungkin tidak akan sebesar gaji yang biasa ia terima sebagai apoteker senior. Ia juga harus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tanggung jawab yang baru. Akan tetapi, Jihan tidak keberatan.

Baginya, mendapatkan ketenangan jauh lebih berharga daripada mempertahankan pekerjaan bergaji besar, tetapi membuatnya terus dihantui ketakutan akan ditemukan Hansen.

Setelah beberapa saat mencari, Jihan menemukan sebuah lowongan staf administrasi di perusahaan distribusi barang. Persyaratannya cukup sesuai dengan kemampuannya. Pengalaman mengelola data obat, menyusun laporan, dan mengatur persediaan selama bertahun-tahun membuatnya yakin bisa mempelajari pekerjaan tersebut.

Tanpa membuang waktu, Jihan mulai mengirimkan lamaran.

Setelah itu, ia menemukan beberapa lowongan lain dan melakukan hal yang sama. Ia tidak berharap langsung mendapatkan pekerjaan. Untuk saat ini, ia hanya ingin berusaha membuka jalan menuju kehidupan yang berbeda.

Selesai mengirimkan lamaran, Jihan mematikan layar ponselnya dan mengembuskan napas panjang.

"Semoga kali ini aku bisa menjalani hidupku sendiri," bisiknya.

Pikirannya sempat melayang pada Hansen. Ada bagian dalam hatinya yang masih merindukan pria itu, tetapi Jihan segera mengingat kembali bagaimana pernikahan mereka berakhir.

Hansen sendiri yang meminta perceraian. Hansen sendiri yang memutuskan bahwa pernikahan mereka harus berakhir.

Karena itu, Jihan tidak ingin lagi mengharapkan apa pun darinya.

Ia bahkan tidak ingin tahu apakah Hansen merindukannya atau tidak. Ia hanya ingin sembuh dari luka yang selama ini disimpannya sendirian.

Setelah menghabiskan kopinya, Jihan meninggalkan kafe dan pulang ke rumah. Sesampainya di sana, ia menyimpan ponsel barunya di atas meja, kemudian berjalan menuju kamar.

Ponsel lamanya masih tersimpan di dalam laci meja rias, dalam keadaan mati. Jihan sempat menatap laci itu beberapa saat sebelum akhirnya mengalihkan pandangan.

Ia tidak berniat menyalakannya kembali.

Nomor lama itu menyimpan terlalu banyak kenangan, termasuk semua percakapan dengan Hansen yang terkadang masih ingin ia baca meskipun hanya untuk menyakiti dirinya sendiri.

Sekarang, Jihan ingin berhenti melakukan hal tersebut.

Ia ingin belajar menjalani hari tanpa menunggu pesan dari seseorang yang sudah bukan lagi suaminya.

Sementara itu, di Jepang, Hansen masih sibuk menangani pasien penting yang menjalani perawatan di rumah sakit tempatnya bertugas sementara. Jadwal operasinya padat, rapat dengan tim medis berlangsung berjam-jam, dan berbagai urusan pekerjaan membuatnya hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat.

Namun, di sela kesibukannya, pikirannya sesekali kembali kepada Jihan.

Kalung berlian yang dibelinya beberapa hari lalu masih tersimpan dengan baik. Setiap kali melihat kotaknya, Hansen membayangkan bagaimana reaksi Jihan saat menerima hadiah tersebut.

Entah mengapa, ia ingin melihat perempuan itu tersenyum.

Sayangnya, Hansen belum menyadari bahwa Jihan telah mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia tidak tahu bahwa mantan istrinya sudah berhenti bekerja di rumah sakit tempatnya bernaung, membeli ponsel baru, dan mulai mencari pekerjaan di bidang yang sama sekali berbeda.

Lebih dari itu, Hansen tidak tahu bahwa Jihan sedang berusaha menjauh sejauh mungkin darinya.

Ia masih berpikir bahwa ketika kembali ke Indonesia nanti, ia akan bisa menemui Jihan seperti biasa.

Hansen belum menyadari bahwa kali ini, bukan Jihan yang menunggunya pulang.

Melainkan Jihan yang sedang berusaha meninggalkan seluruh kenangan tentang dirinya.

Bersambung....

1
sunaryati jarum
Betapa menderitanya Jihan berumah tangga sepuluh tahun kokk kamarnya sendiri,sungguh Hanzen suami tidak punya perasaan,untung tidak selingkuh,jika itu terjadi betapa hancurnya hatinya.
Setyowati Setyowati
🙏🙏🙏 rajin up ..makin rajin krm hadiah tonton iklannya 🥰🥰🥰
Setyowati Setyowati
nahhh menyesalkannnn ..makanya punya istri di sayangi di hargai seperti kamu menghargai dirimu sendiri...sekarang baru tau rasa kamu Hansen setelah Jihan pergi ..dan inilah awal perjuangan mu
Setyowati Setyowati
pengharum ruangan dong thor masak penghargaan ruangan
Rini Sya: oke oke😍
total 3 replies
Halimah
Dasar laki" munafik
Halimah
Betul Ji.... Mending km resign n pergi sejauh mungkin biar km ga bs ketemu lg sm Hansen
Rini Sya
bantu beri ulasan ya kakak2😍
Ai nurjanah
ayo up lagi dong thor🙏
sunaryati jarum
Masyaallah Jihan,kau punya tabungan begitu banyak tidak dibawa,kan bisa bila rumah sederhana dan buka apotek.
sunaryati jarum
Kehidupan Jihan semakin baik ,mungkin itu uang sisa nafkah darimu, setelah pergi baru divari
sunaryati jarum
Semoga kesempatan itu memiliki Apotek
sunaryati jarum
Harus semangat dan happy selalu agar dua baby sehat pertumbuhan dan perkembangannya normal.Kamu.juga rezeki lancar hingga sebelum baby lahir kamu sudah punya apotek yang kau impikan jadi bisa merawat dua baby sambil menjaga apotek.
sunaryati jarum
Jika kalian.brrjodoh mudah- mudahan bertemu dan Jihan memberi maaf serta memberi kesempatan
Setyowati Setyowati
bukan lupa Hansen..tp mungkin itu uang belanja dari kamu , makanya Jihan GK mau bawa
Setyowati Setyowati
semangat Jihan ..kamu wanita kuat, dan berjuang untuk si kembar
Setyowati Setyowati: siap...hadiahnya rajin up yaa🤭🤭
total 2 replies
Setyowati Setyowati
seperti biasa ...masih merasa kurang 🥰🥰
Rini Sya
Terima kasih buat teman-teman semua atas dukungannya. Sekali lagi jangan lupa like komen dan beri ulasan ya gaes.... makasih banyak😍😍😍
Halimah
Kenapa Hansen ga jujur sekalian kalo penyebab Jihan pincang karena dia yg udah menabraknya
Halimah
Ini anak kecil kok mulutnya udah pedes bgt gitu ya
sunaryati jarum
Selamat Jihan, semoga kamu dan bayimu sehat.Kamu tetap bisa beraktifitas tidak terganggu dengan kehamilan itu.Dan Hanzen tahu dia mengalihkan kehamilan simpatik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!