NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Ting!

Layar biru transparan langsung muncul di depan matanya, mengabaikan cengkeraman kasar Bagas di kerahnya.

"Cari skill pasif yang bisa memprediksi gerakan fisik, harga di bawah seratus poin," perintah Tommy.

[Kalkulasi Lintasan Benda Bergerak Pasif - Harga: 80 PS]

[Deskripsi: Memungkinkan otak pengguna menghitung vektor, kecepatan, dan titik jatuh dari semua benda bergerak di sekitarnya dalam waktu kurang dari satu detik.]

"Beli," putus Tommy tanpa ragu sedikit pun.

[Pembelian berhasil. Poin Sistem dikurangi -80 PS.]

[Skill Kalkulasi Lintasan Benda Bergerak Pasif telah ditambahkan.]

Seketika itu juga, pandangan mata Tommy seakan berubah menjadi layar radar canggih.

Ia bisa melihat garis merah transparan yang memproyeksikan arah pukulan Bagas sebelum tangan itu bahkan bergerak sepenuhnya.

Garis merah itu mengarah lurus ke tulang pipi kirinya dengan perkiraan gaya dorong sebesar tiga ratus newton.

"Kalkulasi selesai," batin Tommy tersenyum dingin di balik wajah paniknya.

"Mati lo, Tom!" teriak Bagas sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke wajah Tommy.

Bugh!

Suara hantaman keras terdengar menggema di seluruh ruangan kelas.

Tetapi itu bukan suara tinju Bagas yang mengenai wajah Tommy.

Tepat satu milidetik sebelum tinju itu mendarat, kaki Tommy dengan sengaja menginjak ujung tali sepatunya sendiri.

Tubuhnya terhuyung ke belakang dengan gerakan yang terlihat sangat kikuk dan tidak disengaja.

"Eh, copot!" teriak Tommy dengan nada panik yang dibuat-buat saat tubuhnya jatuh terduduk ke lantai.

Karena Tommy tiba-tiba menghilang dari jangkauannya, pukulan Bagas hanya memukul angin kosong.

Gaya dorong yang terlalu besar membuat tubuh Bagas kehilangan keseimbangan sepenuhnya.

Tubuh Bagas melesat ke depan tanpa bisa direm.

Brakkk!

Dahi Bagas menghantam sudut tajam dari lemari besi penyimpan buku di belakang meja Tommy dengan sangat keras.

Suara benturan itu terdengar sangat mengerikan.

Bagas langsung ambruk ke lantai seperti boneka rusak tanpa sempat berteriak.

Darah segar mulai mengalir dari pelipisnya membasahi lantai keramik kelas.

"Astaga!" jerit Nadin dan beberapa murid perempuan secara bersamaan.

Kelas yang tadinya tegang kini berubah menjadi arena kepanikan massal.

Reno dan Dito langsung berlari mendekati tubuh Bagas yang terkapar tidak sadarkan diri.

"Dia pingsan, kepalanya bocor!" teriak Reno dengan wajah pucat pasi melihat darah temannya.

Tommy yang duduk di lantai hanya bergeser menjauh dengan wajah sangat pucat dan gemetar.

Ia meremas kakinya sendiri seolah sedang menahan sakit karena terjatuh.

"Aku... aku cuma kepeleset tali sepatu," gumam Tommy dengan suara memelas kepada seisi kelas.

"Aku gak sengaja ngehindar, sumpah, dia nabrak lemari sendiri."

Semua murid yang melihat kejadian itu dari awal mengangguk membenarkan ucapan Tommy.

"Iya, gue liat sendiri kok, si Tommy emang jatoh gara-gara tali sepatunya lepas," ucap salah satu murid laki-laki.

"Si Bagas aja yang terlalu emosi sampai nabrak lemari sendiri, kualat dia," tambah murid lainnya.

Tidak ada satu pun orang di kelas itu yang menyalahkan Tommy atas insiden berdarah tersebut.

Di mata mereka, ini hanyalah kejadian kebetulan yang disebabkan oleh kecerobohan luar biasa dari seorang murid bodoh.

Tetapi Nadin yang berdiri tidak jauh dari sana, menatap Tommy dengan dahi yang berkerut sangat dalam.

Mata gadis pintar itu terus memperhatikan ujung tali sepatu Tommy yang memang terlepas.

"Apakah mungkin seseorang bisa terpeleset tepat pada detik yang sangat krusial?" batin Nadin penuh curiga.

Nadin teringat kembali pada gambar jaring laba-laba dan jawaban limit probabilitas di panggung kemarin.

Terlalu banyak kebetulan gila yang selalu menyelamatkan Tommy dari situasi mustahil.

"Lo gak apa-apa, Tom?" tanya Dito sambil mengulurkan tangan membantu Tommy berdiri.

"Kakiku lumayan sakit, To, tapi gapapa," jawab Tommy sambil menerima uluran tangan Dito dan berdiri tertatih-tatih.

"Ada apa ini ribut-ribut?!"

Suara bariton Pak Budi menggelegar dari arah pintu kelas.

Guru sejarah itu masuk dengan wajah terkejut melihat Bagas terkapar bersimbah darah di pojok ruangan.

"Bagas nabrak lemari besi pas mau mukul Tommy, Pak!" lapor Reno dengan cepat.

Pak Budi segera menghampiri Bagas dan memeriksa nadinya.

"Panggil petugas UKS sekarang bawa tandu, kita harus bawa dia ke rumah sakit!" perintah Pak Budi panik.

Beberapa murid laki-laki langsung berlari keluar untuk mencari bantuan.

"Dan kamu, Tommy," tegur Pak Budi menatap Tommy dengan cemas. "Kamu luka tidak?"

"Saya cuma kaget dan kepeleset jatuh ke lantai, Pak," jawab Tommy menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Ya sudah, kalian semua kembali ke tempat duduk masing-masing, biar bapak yang urus Bagas," perintah Pak Budi.

Beberapa menit kemudian, petugas UKS datang membawa tandu dan mengangkut tubuh Bagas yang masih pingsan keluar dari kelas.

Darah di lantai segera dibersihkan oleh petugas kebersihan sekolah.

Suasana kelas perlahan kembali tenang, meskipun bisik-bisik tentang karma dan nasib sial Bagas terus terdengar.

Tommy duduk kembali di kursinya dan merapikan tali sepatunya dengan gerakan lambat.

Ting!

Layar biru transparan kembali muncul di depan pandangannya di tengah keheningan itu.

[MISI MENDADAK SELESAI.]

[Evaluasi: Pengguna berhasil menetralisir ancaman fisik dengan perhitungan vektor yang sempurna tanpa merusak penyamaran.]

[Mengirimkan hadiah...]

[IQ pengguna meningkat +2 poin.]

[Poin Sistem bertambah +15 PS.]

[IQ Saat Ini: 117 Kategori: Cerdas]

[Poin Sistem Saat Ini: 120 PS]

Tommy menutup layar sistem itu dan menyandarkan punggungnya dengan nyaman.

IQ seratus tujuh belas membuat kepalanya terasa semakin ringan dan jernih.

Setiap gerakan Dito yang sedang menulis di depannya, setiap tarikan napas murid di sebelahnya, semuanya bisa ia baca dan ia prediksi dengan mudah.

"Satu masalah parasit di kelas ini sudah berhasil kusingkirkan sepenuhnya," batin Tommy dengan senyum kepuasan yang sangat dingin.

Bagas kemungkinan besar akan diskors atau bahkan mengundurkan diri dari sekolah setelah kasus ayahnya dan insiden memalukan hari ini.

Tiba-tiba, sebuah gumpalan kertas kecil mendarat tepat di atas meja Tommy.

Tommy melirik ke arah depan dan melihat Nadin sedang menatapnya dengan tajam dari kejauhan.

Gadis itu memberikan isyarat dengan matanya agar Tommy membaca kertas tersebut.

Tommy perlahan membuka gumpalan kertas itu dan membaca tulisan tangan Nadin yang rapi.

"Keberuntunganmu tidak akan bisa menipu logika untuk selamanya, Tommy. Aku akan membongkar siapa kamu sebenarnya."

Tommy membaca ancaman tertulis itu tanpa mengubah ekspresi polos di wajahnya.

Ia mengambil pulpen dan menekan ujungnya perlahan ke atas kertas tersebut.

Ia tidak membalas tulisan itu, melainkan hanya menggambar sebuah wajah senyum sederhana.

Sebuah balasan yang sangat kekanak-kanakan dan bodoh.

Ia lalu meremas kertas itu kembali dan menyentilnya ke lantai.

"Silakan mencoba, Nadin," batin Tommy sambil membuang muka menatap ke luar jendela.

"Karena semakin dalam kau menggali rahasiaku, semakin kau akan menyadari betapa jauhnya jarak antara kita berdua."

Panggung seleksi tingkat kota tinggal menghitung hari.

Dan Tommy sudah tidak sabar untuk menunjukkan kepada dunia apa yang bisa dilakukan oleh seorang idiot yang memiliki IQ seratus tujuh belas.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!