Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..
sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Di rumah
Hari ini Rani tidak ke kampus, tidak ada kelas tambahan atau kerja kelompok. Rani benar-benar akan menghabiskan waktunya di rumah saja.
Kedua orangtua Rani telah pergi berkerja. Rani tinggal sendiri dalam rumah. Sebenarnya Rani punya saudara perempuan, tapi sekarang adeknya telah merantau dan kuliah di Bali..
Rani bangun pukul 07.30, Rani turun dan melihat rumah telah bersih, sarapan sudah di siapkan mama Sinta sebelum berangkat kerja.
Rani pun duduk dan mulai sarapan. Setelah itu Rani berjalan keruang tamu, duduk dan mengambil remot tv dan menyalakan.
Rani menghabiskan waktu setengah hari nya dengan menonton kartu kesukaannya. Rani tidak merasakan bahwa waktu telah menunjukkan pukul 12.00 siang. Mungkin karena keasikan menonton. Rani tersadarkan oleh suara perut nya yang berbunyi.
"aduh kok perut aku bunyi ya, emang sekarang jam berapa sih?"tanyanya pada dirinya sendiri
Rani langsung melihat jam dinding dan kaget.
"hah udah siang ini, kok aku nggak sadar yah?" gumamnya
"pantas perut aku lapar" sambung nya
Rani berdiri dari tempat duduk dan menuju dapur.
"masak apa nya"? Pikir Rani
Rani membuka kulkas dan melihat satu persatu isi kulkas yang bisa di masak.
"hmmm, apa aku masak tahu sama tempe aja yah, lagian yang makan cuman aku? Ucap Rani
Rani mengambil tahu, tempe, cabe, bawang dan sayur sawi. Rani mulai memotong dan menggoreng satu persatu. Setelah selesai, Rani menghampiri meja makan dan duduk manis dan mulai menikmati makannya.
"enak bangett" ucapnya dengan menikmati masaknya.
Setelah makan siang selesai, Rani langsung mencuci piring kotor yang di gunakan ya, toh cuman dia sendiri yang makan jadi piring kotor nya nggak banyak.
Rani kembali duduk di sofa dan membaringkan tubuhnya untuk istirahat sejenak sebelum menyelesaikan perkerjaan rumah..
Rani terbangun dengan suara alarm yang dipasangnya sendiri untuk membangunkannya, jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore, Rani bangkit dari sofa dan mulai mengerjakan satu persatu perkerjaan sebelum kedua orangtua kembali dari kerja...
Perkerjaan Rani telah selesai. Rani sekarang sudah berada di belakang rumah untuk membersihkan halaman rumah dan merapikan satu persatu bunga dan mencabut rumput..
"gila panas banget" ucap Rani
Memang cuaca hari ini sanget panas, padahal tadi pagi mendung yang membuat Rani harus menunda untuk mencuci pakaian kotornya yang di gunakan selama ke kampus.
"kirain tadi mau hujan, ternyata panas banget, kalau gini mending aku cuci kain" kesal Rani karena hal itu membuat Rani tidak jadi mencuci pakaiannya
"dasar tukang bohong" sambung Rani lagi dengan kaki yang dihentakan
Kesal Rani karna merasa di bohong oleh cuaca hari ini. setelah selesai Rani duduk di teras rumah minimalis itu dan melihat satu persatu tanaman yang disiram barusan.
Kedua orang tua Rani telah sampai kerumah dan heran melihat Rani yang duduk santai di teras rumah
"ngapain duduk di situ, kaya nggak punya sofa aja" tanya mama Sinta dengan heran
"Pengan aja, lagian di dalam panas" balas Rani dengan santai
"kan ada kipas, tinggal hidupkan" jawab mama Sinta
"lebih enak di sini, ada angin sepoi-sepoi nya, jadi segar" ucap Rani dan hal itu membuat mama Sinta kesal
Rani tidak peduli apakah mamanya itu kesal atau tidak dengan jawabannya
"bentar, kamu udah selesai perkerjaan rumah kan" tanya mama Sinta dan memastikan bahwa Rani telah menyelesaikan perkerjaan nya
" udah dong mah" balas Rani dengan sombong
" kalau mama nggak percaya, periksa aja sendiri" sambung Rani lagi
Papa Rani tidak peduli dan tidak mau ikut campur dengan urusan kedua perempuan yang di depan nya itu.
Mama Sinta langsung masuk ke dalam rumah untuk memastikan dan melihat rumah yang telah bersih dan barang-barang yang sudah tersusun rapi, sekarang mama Sinta berjalan menuju belakang rumah yang telah bersih.
"Gimana mama bersih kan" sombong Rani
"mmm, gitu dong bantu mama mengambil perkerjaan rumah" balas mam Sinta dan sedikit memuji Rani
"ya ya ya, kalau mood Rani bagus" jawab Rani dan bangkit dari duduk nya
"Rani ke atas dulu yah, mau mandi dulu udah bau nih badan Rani" pamit Rani kepada kedua orangtuanya
"iya sayang, sana gih" balas papa Rani dengan lembut
Rani langsung ke kamar nya untuk membersihkan badannya akibat sinar matahari dan keringat yang sedari tadi membasahi tubuhnya