Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mambawa Kiki Ke Rumah Keluarga Besar
Di depan gerbang sekolah dasar, terlihat ramai orang tua para murid dan anak-anak yang berhamburan keluar kelas. Kiki, yang sudah sembuh dari demam tingginya beberapa hari lalu, berdiri dengan sabar sembari memegang tali tas ranselnya.
Matanya sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri, menunggu kedatangan Bayu yang tadi berjanji akan menjemputnya sepulang sekolah.
Nada, yang ternyata dari tadi menunggu gadis kecil itu segera melangkah mendekat dengan senyum manis di wajahnya.
Berbekal informasi yang ia kumpulkan selama menyelidiki rahasia Naura, Nada akhirnya tahu siapa anak itu.
"Hai, kamu Kiki, ya?" sapa Nada ramah, berjongkok sedikit agar sejajar dengan tinggi gadis kecil itu.
Melihat seorang wanita asing yang menyapanya, Kiki heran. "Iya. Tante, siapa ya?"
"Aku teman Mama kamu. Panggil saja Tante Nada. Mama kamu sibuk di rumah sakit, makanya minta tolong ke Tante buat jemput kamu," bohong Nada.
Gadis kecil itu berpikir sejenak, "Tapi Ayah sering pesan, kalau nggak bisa ikut siapa-siapa pulang," ujarnya mengingat pesan Ayah Bayu.
Tak kehabisan akal, Nada masih terus berusaha meyakinkan gadis itu.
"Yang dibilang Ayah itu benar, tapi kan Tante bukan orang lain. Tante ini kan temannya Mama Naura,"
Kiki menatap wanita dewasa di hadapannya. Sebenarnya dia ingin menolak, akan tetapi wajah wanita itu yang meyakinkan akhirnya Kiki yang polos mengangguk setuju.
"Baiklah, kalau begitu Tante,"
"Anak pintar, gitu dong," Nada pun segera membawa Kiki pergi.
Saat berada di dalam mobil, diam-diam Nada memperhatikan setiap garis wajah gadis kecil itu yang sangat mirip dengan seseorang.
Apa cuma perasaanku saja ya? Batin Nada dalam hati.
Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di kediaman keluarga Anggara dan Cakra.
"Sini, ayo kita turun," ajak Nada pada Naura.
Akan tetapi, tak menyangka gadis itu justru menggelengkan kepalanya, "Ini bukan rumah Ayah," tuturnya.
"Iya, kau benar ini memang bukan rumah ayahmu tapi kita ke sini dulu, nanti Mama yang jemput kamu di sini, lalu antar kamu ke rumah Ayah," Nada memberi alasan.
Anak kecil itu berpikir sejenak, "Apa Mama tinggal di sini?" Tanya gadis kecil itu lagi, terus mencurigai Nada yang membuat Nada kesal.
Akan tetapi, dia tidak menunjukkannya, "Iya, Mama tinggal di sini kok,"
Setelah berpikir, akhirnya Kiki memilih percaya dan turun dari mobil masuk bersama.
Siapa sangka, kalau di dalam sudah ada Safira yang berdiri menunggu mereka.
Ternyata, semua itu adalah rencana Nada yang sengaja menculik Kiki untuk membawanya ke hadapan Safira, yang sudah dia pengaruhi beberapa hari ini sengaja menjelek-jelekkan Naura agar mertuanya itu membenci Naura.
Juga dengan membuktikannya, dia membawa Kiki ke hadapan Safira sekaligus meminta penjelasan nanti kepada Naura saat pulang. Dan di mana pasti Naura tidak akan bisa mengelak lagi saat melihat Kiki.
"Apa itu anak yang kamu bilang?" tanya Safira pada Nada menatap ke arah Kiki.
"Iya Ma, ini anaknya Naura,"
Safira memperhatikan setiap garis wajah gadis itu, yang sangat mirip dengan seseorang dia segera menggelengkan kepalanya mungkin itu cuma perasaannya saja.
"Kamu yakin ini anaknya?" tanyanya masih kurang yakin.
"Iya Ma, tentu saja. Nada sudah mencari tahu semuanya tentang anak ini,"
Tiba-tiba wajah Safira berubah, dia terlihat sangat murka pada Naura.
"Kalau begitu, kau panggilkan pelayan suruh berikan makan pada anak ini, setelahnya tidurkan dia buat sementara sampai malam sambil menunggu ibunya pulang,"
"Sekalian, kamu tolong hubungi Kakek Rama untuk datang kemari. Aku ingin penjelasan dari mereka berdua!" tegas Safira.
"Baik Ma,"
Mampus kamu Naura! Batin Nada dalam hati, yang sengaja ingin membuat madunya itu terlihat buruk agar Cakra segera menceraikannya.
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls