NovelToon NovelToon
Pelakor Sang Mafia

Pelakor Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Maya cuma cewek biasa yang nggak sengaja masuk ke lingkaran kehidupan Reza, bos mafia paling ditakuti di kota. Awalnya, Maya cuma cari aman. Tapi lama-lama, pesona Reza yang dingin tapi protektif bikin Maya luluh. Masalah utamanya? Reza sudah punya istri sah, Sora—wanita berkelas dari keluarga terpandang yang rela melakukan apa saja demi mempertahankan posisinya.
​Di mata orang luar dan lingkaran mafia, Maya digelari sebagai pelakor yang merusak kedamaian. Tapi bagi Maya, ini bukan sekadar cinta terlarang. ini soal bertahan hidup di dunia gelap yang penuh pengkhianatan.
​Ketika rahasia besar Reza dan Sora terkuak, Maya harus memilih: tetap bertahan di samping pria paling berbahaya walau dicap perusak rumah tangga, atau kabur sebelum nyawanya sendiri yang melayang.
​Cinta terlarang, perebutan kekuasaan, dan intrik berdarah. akankah Maya mendapatkan hati Sang Mafia, atau justru jadi korban berikutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 momen canggung

Suara sirene peringatan bahaya yang berbunyi nyaring di seluruh penjuru hotel mewah itu langsung membuat para tamu undangan panik berlarian ke luar ruangan.

Lampu ballroom berkedip-kedip liar sebelum akhirnya padam total, menyisakan kegelapan pekat yang dipenuhi teriakan ketakutan.

​Namun, kekacauan di ballroom itu ternyata hanyalah langkah awal dari sebuah skenario balas dendam yang jauh lebih keji yang disiapkan oleh Sora dan Tuan Burhan di balik layar, jauh sebelum Reza sempat melancarkan gertakannya.

​Dua hari pasca insiden pemadaman massal di hotel, Maya tidak mendapati dirinya berada dalam pelukan perlindungan Reza. Situasi berbalik secara mengenaskan.

​Maya terbangun dengan kepala pening di sebuah kamar gudang pelayan di lantai bawah tanah hotel yang sama.

Pakaian gaun malam merah mewah yang sebelumnya ia kenakan sudah dilucuti paksa, digantikan oleh seragam staf katering hotel yang kusam dan kedodoran—celana kain hitam longgar dan kemeja putih tipis berbau apek.

​Pintu kamar gudang terbuka dengan kasar. Dua orang pengawal wanita bertubuh kekar suruhan Sora berdiri di ambang pintu dengan wajah tanpa ekspresi.

​"Bangun! Waktunya kerja!" bentak salah satu pengawal wanita itu sambil menyiramkan segelas air dingin ke lantai dekat kaki Maya.

​Maya terperanjat, buru-buru berdiri sambil memegang kepalanya yang masih terasa pening. "Aku ada di mana? Di mana Reza?!"

​Pengawal wanita itu tertawa sinis. "Reza? Bos besar kamu itu sekarang lagi sibuk menyelamatkan sisa-sisa anak buahnya yang diburu aparat korup di luar sana. Dia bahkan tidak tahu kamu ada di sini."

​"Tidak mungkin..." gumam Maya gemetar. "Tuan Burhan dan Sora tidak berhak—"

​"Cukup banyak bicara!" potong pengawal itu galak, lalu mencengkeram lengan Maya dan menyeretnya keluar dari gudang.

"Nyonya Sora secara khusus meminta kamu melayani para tamu terhormat di pesta perayaan dewan malam ini. Jadi pelayan yang benar, atau kamu tahu akibatnya!"

​Maya digiring paksa menuju koridor belakang dapur hotel. Di sana, belasan pelayan lain tampak sibuk membawa nampan berisi gelas champagne dan makanan pembuka mewah.

Maya dipakaikan sebuah nampan perak berisi deretan gelas kristal, lalu didorong keluar melalui pintu samping menuju area rooftop hotel yang disulap menjadi tempat pesta privat para petinggi dewan mafia dan keluarga Burhan.

​Udara malam di rooftop terasa dingin, namun keringat dingin lebih dulu membasahi pelipis Maya. Di bawah temaram lampu gantung mewah dan alunan musik jazz yang elegan, puluhan tamu undangan berdasi rapi tampak berbincang santai.

Di kursi utama yang menghadap langsung ke arah kolam renang rooftop, duduklah Sora dengan balutan gaun malam perak berkilau, didampingi oleh Tuan Burhan dan beberapa tetua dewan.

​Maya menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia berjalan pelan menyusuri pinggiran area pesta, berusaha tidak menarik perhatian siapa pun sambil membawa nampan berat di tangannya.

​"Hei, pelayan baru!" panggil sebuah suara perempuan yang angkuh dari salah satu meja VIP.

​Maya menghentikan langkahnya, menelan ludah dengan susah payah, lalu berbalik dan mendekati meja tersebut. Di sana duduk tiga orang wanita sosialita kenalan Sora dengan tatapan meremehkan.

​"Bawakan aku segelas champagne lagi," ujar wanita berkalung berlian sambil melirik Maya sekilas. "Dan gerak cepat ya, jangan seperti siput."

​"Baik, Nona," jawab Maya tertunduk, berusaha menyamarkan suaranya.

​Maya mengambil gelas dari nampannya, lalu menuangkan champagne dari botol dengan tangan yang bergetar hebat. Karena gugup, tetesan kecil cairan champagne itu tanpa sengaja terciprat sedikit ke ujung taplak meja putih bersih.

​Prang!

​Wanita sosialita itu langsung menggebrak meja dengan kesal. "Kamu ini bagaimana sih?! Kerjanya tidak becus! Ini mantel bulu impor ku jadi basah!"

maki wanita itu nyaring, menarik perhatian beberapa tamu di meja sebelah, termasuk kelompok Sora.

​Sora yang mendengar keributan itu menoleh perlahan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman licik yang sangat menikmati penderitaan Maya. Ia berdiri dari kursi utamanya, lalu berjalan anggun mendekati meja tersebut, diikuti oleh beberapa pengawal.

​"Ada apa ini?" tanya Sora dengan suara lembut yang dibuat-buat ramah.

​"Ah, Nyonya Sora! Lihat pelayan baru bawaan hotel ini!" adu wanita sosialita tadi dengan nada manja. "Ceroboh sekali! Dia menumpahkan minuman ke bajuku!"

​Sora berpura-pura terkejut, lalu menatap Maya lekat-lekat dari ujung kepala hingga kaki. Ia sengaja memperbesar suaranya agar seluruh tamu di sekitar rooftop mengalihkan perhatian ke arah mereka.

​"Wah, wah... Coba saya lihat," kata Sora santai, lalu berdiri tepat di depan Maya. Sora mencondongkan tubuhnya ke depan dan berbisik dengan nada mengejek,

"Bagaimana rasanya turun tahta dari pelukan bos mafia menjadi pesuruh rendahan, Maya?"

​Maya mengepalkan tangannya di balik nampan perak, menatap Sora dengan mata menyala penuh amarah dan air mata yang mendesak ingin tumpah.

"Nyonya sengaja melakukan ini semua..." bisik Maya tajam.

​Sora tersenyum manis, tidak merasa bersalah sedikit pun. Ia sengaja mengangkat suara tingginya agar didengar orang banyak.

"Sebagai pelayan hotel, tugasmu adalah meminta maaf pada tamu, bukan menatap atasanmu dengan sombong! Cepat berlutut dan bersihkan cipratan di lantai itu sekarang juga!"

​Semua tamu undangan terdiam. Musik jazz tiba-tiba berhenti. Puluhan pasang mata menatap ke arah Maya dengan pandangan menghina, menunggu momen jatuhnya harga diri gadis malang itu.

​Maya merasakan sekujur tubuhnya bergetar hebat. Harga dirinya dihancurkan berkeping-keping di tempat terbuka. Ia lebih baik mati daripada harus berlutut di hadapan wanita manipulatif ini.

​"Aku tidak akan berlutut," ucap Maya pelan namun tegas, menatap lurus ke dalam mata Sora.

​Wajah Sora seketika mengeras. Belum sempat Sora melayangkan tangannya untuk menampar Maya, suara letupan keras mendadak meledak dari arah pintu masuk utama rooftop.

​BARRR!

​Pintu kaca besar pengamanan rooftop hancur berkeping-keping diterjang ledakan kecil. Asap tebal mengepul seketika, membuat para tamu berteriak histeris dan berlarian menyelamatkan diri.

​Dari balik kepulan asap putih, sesosok pria berjas hitam panjang melangkah masuk dengan langkah tegap, dingin, dan mematikan. Wajah Reza dipenuhi sisa debu pertempuran, di tangan kanannya tergenggam senjata laras panjang dengan asap mesiu yang masih mengepul.

​Sora membelalakkan matanya ngeri, sementara Tuan Burhan langsung berdiri dari kursinya.

​Reza menyapu pandangan tajam ke seluruh rooftop hingga matanya terkunci pada sosok Maya yang berdiri memegang nampan di samping Sora.

​Reza mengangkat senjatanya, mengarahkannya tepat ke kepala Tuan Burhan, lalu berteriak dengan suara berat yang menggelegar ke seluruh rooftop:

​"Maju selangkah lagi menyentuh dia, dan kepala kalian semua saya pastikan berkeping-keping malam ini!"

​Bersambung......

1
Naelong
makasi udah mampir.. jangan lupa tinggalin jejak, like dan komen agar autor tambah semangat.. makasi🙏🙏😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!