NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pewaris Amazon

Reinkarnasi Pewaris Amazon

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.

Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.

Hanya ada satu hal, Balas Dendam!

Mari kila mulai permainannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Tipuan

Selama tiga hari tiga malam Jingga terus terkurung di dalam rumah, hanya diberikan air putih 1 gelas setiap hari dan satu kali makan setiap 2 kali.

Jingga hanya diam saja, dia tidak pernah merengek untuk dikeluarkan membuat Tasya merasa kesal.

'Kenapa dia tidak menggedor-gedor pintu? Padahal biasanya kalau dia dikurung di dalam kamar dia akan menangis menggedor pintu dan memohon sepanjang hari agar dia dikeluarkan dari sana. Tapi kenapa kali ini dia begitu tenang? Padahal bagus kalau dia membuat masalah lagi supaya Arga dan Bryan semakin marah padanya,' Tasya mengerucutkan bibirnya, menatap pintu kamar Jingga yang tampak tenang.

Beberapa saat kemudian Tasya mendekat ke arah pintu dan mengetuknya 3 kali.

Tok tok tok...

"Kak Jingga, apa kau baik-baik saja?" Kata Tasya.

Jingga yang sedang duduk di ranjang menatap pintu dengan mata yang dingin, 'perempuan ini pasti berharap aku membuat kekacauan agar membuat Arga dan Bryan semakin memperberat hukumanku,'

"Kak Jingga, apakah aku perlu membujuk Kak Arga dan Kak Bryan agar membebaskanmu? Katakan padaku jika kau mau aku melakukannya, aku pasti akan membantumu," ucap Tasya.

Ucapan Tasya membuat Jingga kembali tersenyum, ia melangkah ke arah lemari dan mengeluarkan persediaan makanan dari lemari.

'Sebelumnya aku sudah tahu mereka akan kembali mengurungku di kamar ini dan tidak memberiku makanan jadi aku telah memberitahu asisten Rama untuk diam-diam menyimpan makanan di kamarku, sekarang meskipun satu bulan mengurungku di sini, aku tidak akan kelaparan. Lagi pula asisten Rama benar-benar bisa diandalkan, dia bahkan menyimpan bahan hot pot dan kompor di sini. Juga kipas angin disediakan olehnya, dia benar-benar melakukannya dengan sangat baik. Tapi aku harus buru-buru membereskannya kali ini, cukup makan sepotong roti ini lalu menyimpan barang-barang ini kembali, karena sebentar lagi pasti akan ada yang datang memeriksaku,' pikir Jingga dalam hati yang tentu saja tahu Tasya tidak berulah sembarangan.

Setelah ini Tasya pasti akan pergi mengarang sesuatu pada Bryan dan Arga, jadi dua pria itu pasti datang lagi memarahinya.

Tasya berdiri cukup lama menunggu jawaban, tetapi tidak ada jawaban.

"Kak Jingga? Bertahanlah sebentar lagi, aku akan pergi sekarang untuk membujuk Kak Arga dan Kak Bryan agar mau melepaskan mu," ucap Tasya kemudian menjauh dari pintu.

Dia menunggu sesaat, menunggu respon dari dalam kamar tetapi sama sekali tidak ada respon membuat tasya benar-benar kesal.

'Perempuan ini, kenapa dia tidak bereaksi sama sekali?' Gerutu Tasya kemudian berjalan ke ruang kerja Arga.

Saat itu di ruang kerja, Arga duduk di sofa bersama Bryan.

"Kerjasama ini sangat luar biasa, perusahaan kita mendapatkan kesempatan untuk bernegosiasi dengan mereka, kita harus memenangkan tender ini!" Ucap Arga sambil membolak-balik dokumen di tangannya.

"Tentu saja kita harus mendapatkannya, dengan nilai proyek yang mencapai ratusan triliun ini, maka perusahaan akan menjadi semakin maju jika kita menjadi salah satu bagian dari proyek ini," ucap Bima.

"Kau benar, kita berdua akan semakin dipandang di dunia bisnis jika berhasil memenangkan tender ini," ucap Arga seakan-akan melihat tumpukan emas pada dokumen yang ia pegang.

"Tapi apa kau yakin grup Pratama mau bekerjasama dengan kita? Aku dengar semua perusahaan yang mendaftar untuk bekerjasama dengan mereka adalah perusahaan-perusahaan besar di ibukota, kita yang meski masuk sebagai tiga keluarga besar di kota Rama mungkin tetap tidak punya tempat di antara orang-orang besar dari ibukota," ucap Bryan sedikit ragu untuk menghadapi grup Pratama.

"Kita adalah satu-satunya keluarga di kota Rama yang mendapat kesempatan besar ini, itu artinya grup pratama benar-benar melihat kemampuan perusahaan kita sehingga memberikan kesempatan ini pada kita. Kita harus bekerja keras kali ini, jangan hanya karena kita berasal dari kota Rama hingga merasa kecil dengan perusahaan-perusahaan dari ibukota," ucap Arga.

"Kau benar, kita satu-satunya dari kota Rama yang mendapat kesempatan ini, sepertinya mereka memang melihat potensi kita. Tapi aku dengar pewaris Pratama kali ini akan bertemu langsung dengan perwakilan setiap perusahaan yang menginginkan tender ini. Pria itu terkenal dingin dan kejam, apakah kita benar-benar bisa menghadapinya?" Bryan masih merasa ragu.

"Jangan khawatir, kita akan pergi berdua. Pokoknya kesempatan besar ini harus kita dapatkan bagaimanapun caranya!" Tegas Arga.

Tok tok tok...

Suara pintu yang diketuk membuat keduanya menghentikan pembicaraan mereka dan menatap ke arah pintu.

Clek!

Pintu terbuka memperlihatkan Tasya yang datang dengan wajah murung.

"Kak Arga, Kak Bryan," Tasya berdiri di ambang pintu sambil menunduk.

"Kenapa kau begitu? Apa ada yang menyakitimu lagi?" Kata Arga langsung berdiri menghampiri Tasya dan merangkul perempuan itu duduk di sofa.

Tasya menggelengkan kepalanya, "tidak ada yang berani menyakitiku di sini. Aku hanya... Hanya..."

"Hanya apa? Katakan saja pada kami, kami pasti akan mengabulkan apapun yang kau inginkan," ucap Bryan berpindah tempat duduk ke sisi Tasya hingga 2 pria itu mengapit Tasya di tengah.

"Aku... Aku mau minta tolong pada kalian berdua agar menghentikan hukuman pada Kak Jingga. Dia sudah 3 hari 3 malam dikurung dalam kamar, hanya mendapat makan satu kali dan air satu gelas setiap hari, dia mungkin tidak akan tahan kalau hukumannya masih lebih lama lagi," ucap Tasya sambil meneteskan air matanya.

"Jangan menangis," Arga mengusap air mata di pipi Tasya.

"Apa Jingga lagi yang memaksamu untuk membujuk kami?" Tanya Bryan.

Tasya menggeleng, "tidak.. kakak tidak melakukan hal itu. Aku datang dengan inisiatif itu sendiri, aku... Aku..." Air mata di pipi Tasya semakin berderai membasahi pipinya.

"Apa dia mengancammu?" Arga sangat panik melihat Tasya.

Tasya kembali menggeleng, "bukan.. bukan begitu... Aku.. aku... Bisakah kali ini mengabulkan permintaanku saja? Jangan banyak tanya lagi, aku tidak mau salah bicara hiks... Hiks..." Tasya menangis tersedu-sedu sampai badannya gemetar.

"Melihatmu begini sudah memberi kami jawaban! Beraninya Jingga mengancammu? Apalagi yang dia jadikan ancaman kali ini?" Tanya Brian penuh amarah.

"Kak Bryan," Tasya meraih tangan Bryan, "apa kau berniat pergi memarahi Kak Jingga? Aku mohon jangan lakukan itu, kalau kau melakukan itu nanti bisa-bisa Kak Jingga memakiku lagi," kata Tasya.

"Dia memakimu? Aku akan memberimu pelajaran sekarang!" Kata Bryan langsung berdiri, berbalik pergi meninggalkan ruangan itu.

Tasya sangat senang melihat punggung Bryan yang begitu dingin menjauh darinya.

Tetapi kemudian ia berbalik menatap harga sambil berkata, "Kak Arga, kumohon hentikan dia, aku tidak mau kalau--"

"Sudah," Arga menarik Tasya ke dalam pelukannya, menepuk punggung Tasya dengan lembut, "Bryan tahu apa yang dia lakukan. Kau juga tidak perlu khawatir sehingga akan membalas dendam padamu nanti, aku yang akan mengurusnya," ucap Arga.

"Tapi..."

"Tidak ada tapi-tapian, aku akan mengantarmu ke kamar untuk istirahat," ucap Arga segera menggendong Tasya membawanya kembali ke kamar.

Dalam gendongan Arga, Tasya tersenyum puas, 'rasakan kamu Jingga, aku tidak akan pernah melepaskan mu! Lihat bagaimana kamu bertahan kali ini!' pikir Tasya dalam hati.

1
Allea
ahhh berarti si jingga ini awalnya bodoh y thor 😁
Soraya
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!