NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

"Tapi... kenapa, Pa? Kenapa Papa harus hidup dalam dunia seperti itu? Kenapa Papa membesarkan Adel dengan bayang-bayang bahaya?" tanya Adel dengan suara bergetar.

Ardio menarik napas dalam-dalam.

"Karena saat kamu lahir, dunia ini mencoba merenggut nyawamu dari pelukan Papa, Sayang. Ibumu... ibumu meninggal dunia akibat konspirasi busuk musuh-musuh bisnis Papa di masa lalu. Saat itu, Papa bersumpah di atas pusara ibumu... bahwa Papa akan menjadi iblis paling kejam di muka bumi ini jika itu adalah satu-satunya cara untuk memastikan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berani menyentuh sehelai rambutmu," ujar Ardio dengan suara pelan.

Adel terpaku. Ia menatap wajah ayahnya yang tampak begitu lelah, menanggung beban penderitaan dan dendam masa lalu

Selama belasan tahun, Ardio berusaha tersenyum saat menyuapinya makan.

"Papa menjadi kejam bukan karena Papa menyukainya, Adel... Papa menjadi monster agar tidak ada monster lain yang berani mendekatimu. Tapi... melihat ketakutan di matamu sekarang... Papa sadar, betapa gagalnya Papa menyembunyikan sisi gelap itu darimu," lanjut Ardio mengusap lembut air mata di pipi putrinya.

Mendengar kejujuran dan ketulusan luar biasa dari sang ayah, rasa takut di hati Adel seketika hilang.

Adel tidak menarik tangannya. Justru sebaliknya, ia merapatkan duduknya, lalu memeluk tubuh Ardio erat-erat.

"Papa bukan monster... Papa adalah pahlawan buat Adel. Papa adalah satu-satunya keluarga yang Adel punya di dunia ini!" bisik Adel sesenggukan dalam pelukan ayahnya.

Ardio terperanjat pelan, tapi Ardio langsung membalas pelukan putrinya dengan sangat erat.

"Terima kasih, Sayang... terima kasih karena tidak membenci Papa," bisik Ardio serak.

"Adel tidak akan pernah membenci Papa," ucap Adel lembut.

"Tapi... kalau boleh Adel minta satu hal..."

"Apa pun, Sayang. Katakan pada Papa," jawab Ardio cepat.

"Mulai sekarang, jangan sembunyikan apa pun lagi dari Adel. Adel bukan lagi anak kecil yang harus dilindungi dalam sangkar emas tanpa tahu apa-apa. Adel ingin jadi tempat Papa bersandar kalau Papa lelah, dan Adel ingin berdiri di samping Papa... sebagai anak yang bangga punya ayah sehebat Ardio," pinta Adel tulus.

Ardio terpaku menatap ketulusan di mata putrinya.

Senyuman paling bahagia dalam hidupnya.

"Baiklah, Princess Adelia. Mulai hari ini... tidak ada lagi rahasia di antara kita," bisik Ardio hangat, mencium kening putrinya penuh kasih sayang.

...************...

Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah tirai tipis di ruang makan utama.

Tercium Aroma kopi hitam segar bercampur dengan wangi roti panggang dan mentega.

Ardio duduk di kepala meja, mengenakan kemeja putih kasual yang lengan bajunya digulung hingga ke siku.

Ia menunggu kedatangan putrinya dan berharap agar tidak merasa canggung setelah identitasnya terungkap.

Adel melangkah masuk dengan seragam SMA Garuda Bangsa yang rapi, membawa ransel di bahunya.

"Selamat pagi, Papa!" sapa Adel dengan suara cerah.

Ardio tersentak pelan, refleks menyunggingkan senyum hangat.

"Selamat pagi, Sayang. Sini, duduk. Papa sudah suruh koki buatkan pancake madu kesukaanmu," ucapnya lembut.

Adel menarik kursi di samping Ardio. Ia meletakkan ranselnya, lalu meraih pisau dan garpu dengan ceria.

"Wah, kelihatannya enak banget! Makasih, Papa," ujar Adel seraya memotong pancake-nya.

Ardio memperhatikan putrinya dengan saksama

"Adel... Kamu... tidak canggung atau takut dekat-dekat Papa pagi ini?" tanya Ardio pelan.

"Kenapa Adel harus takut sama Papa? Semalam Adel sudah mikirin semuanya, Pa. Kalau orang lain melihat Papa sebagai monster atau iblis kejam... buat Adel, Papa tetaplah Papa yang paling penyayang di dunia ini," ucap Adel dengan nada sangat tulus.

Ardio tertegun, mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir putri kecilnya.

"Semua hal keras dan mengerikan yang Papa lakukan di luar sana... Adel tahu itu semua bukan karena Papa jahat. Papa terpaksa melakukan itu cuma demi melindungi Adel, demi memastikan Adel bisa tumbuh dengan aman tanpa ada yang berani menyakiti Adel," lanjut Adel, matanya mulai berkaca-kaca karena rasa haru.

"Adel..." bisik Ardio serak.

"Justru Adel yang merasa bersalah, Pa. Selama ini Adel selalu menuntut mau hidup biasa dan sembunyi-sembunyi, sampai membuat Papa harus menahan diri dan khawatir sendirian. Tapi mulai sekarang, Adel janji... Adel tidak akan pernah malu atau takut lagi dengan siapa diri Papa yang sebenarnya," sambung Adel, menggenggam lebih erat jari ayahnya.

Ardio menyunggingkan senyum paling tulus dalam hidupnya.

"Terima kasih, Princess. Mendengar kamu mau menerima sisi gelap Papa... itu adalah hadiah terbesar yang pernah Papa terima seumur hidup," ujar Ardio dengan suara yang bergetar.

"Sama-sama, Papa sayang," sahut Adel manis. "Tapi ada syaratnya!"

Ardio terkekeh pelan, mengusap air mata di sudut matanya. "Syarat? Apa itu, Sayang?"

Adel memajukan tubuhnya, menatap ayahnya dengan raut menggemaskan.

"Mulai sekarang, kalau ada masalah atau ancaman apa pun, Papa harus cerita sama Adel! Dan satu lagi... kalau mau kirim pengawalan ke sekolah, tolong jangan pakai helikopter perang lagi ya, Pa! Malu dilihat teman-teman!"

Tawa Ardio pecah menggema di seluruh ruang makan.

Reno yang berdiri tegap di dekat pintu ruang makan ikut tersenyum tipis, merasa lega.

"Baiklah, baiklah! Papa janji. Helikopter disimpan di markas saja, cukup mobil biasa," sahut Ardio sambil tertawa gembira, merangkul bahu Adel dan mencium keningnya.

1
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!