NovelToon NovelToon
I AM The Mirecle Itself

I AM The Mirecle Itself

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad wahyu

I AM The Miracle Itself
Di dunia Aethelgard, kekuatan adalah segalanya.
Sihir, iblis, pendekar, dan makhluk yang mampu melampaui hukum alam telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun, di tengah dunia yang dipenuhi kekuatan tersebut, lahirlah seseorang yang seharusnya tidak pernah ada.
Ia bukan pahlawan.
Bukan dewa.
Bukan iblis.
Bahkan bukan bagian dari tatanan dunia.
Keberadaannya adalah sebuah anomali—sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum realitas, takdir, maupun batas kekuatan.
Ketika dunia mulai menghadapi kekacauan yang bahkan mengancam fondasi keberadaannya, sebuah pertanyaan perlahan muncul:
Jika segala sesuatu memiliki batas... lalu apa yang terjadi pada sesuatu yang sejak awal tidak memiliki tempat dalam perhitungan?
Dan ketika keajaiban tidak lagi cukup untuk menjelaskan keberadaannya, dunia akan menyadari satu hal—
Dia bukan orang yang memiliki keajaiban.
Dialah keajaiban itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Perbatasan antara Wilayah Barat dan wilayah kekuasaan Kerajaan Sol-Vane adalah sebuah ngarai raksasa bernama The Void-Chasm. Ngarai ini adalah celah tebing terjal sepanjang ratusan kilometer dengan kedalaman tanpa dasar. Di tempat ini, angin bertiup begitu kencang hingga sanggup menerbangkan bebatuan besar.

​Ren Vaelen berjalan santai menyusuri jembatan gantung kuno yang membentang di atas ngarai tersebut. Di tangan kirinya, dia memegang sebuah apel manis yang baru digigitnya separuh.

​Namun, sebelum dia sempat mengunyah gigitan berikutnya, instingnya mendadak berdering tajam.

​BOOOOOOOM—!

​Tanpa peringatan, seberkas sinar merah pekat berukuran sebesar rumah meretas udara dari kejauhan. Kecepatan tembakan itu melampaui puluhan kali kecepatan suara, menghasilkan ledakan sonik yang serta-merta meremukkan setengah dari jembatan gantung dan menghancurkan puncak gunung di belakang Ren menjadi debu.

​Hawa panas yang menyengat langsung membakar udara di sekitar. Apel di tangan Ren hancur berkeping-keping akibat gelombang kejut dahsyat tersebut.

​Ren melompat mundur, mendarat di sisi jembatan yang tersisa. Senyum santai di wajahnya menghilang, digantikan oleh tatapan tajam.

​"Oho... Tembakan yang lumayan," gumam Ren sambil mengibaskan debu dari lengannya. "Tapi camilanku hancur total."

​Dari balik kabut asap di bukit perbatasan, sebuah perwujudan ancaman mekanis-magis merayap keluar. Itu adalah Golem Sentinel Kuno: Aegis-Dreadnought—sebuah benteng berjalan setinggi lima puluh meter yang ditempa dari baja magis kuno. Tubuhnya dilengkapi puluhan meriam energi Mana-Core yang mampu meratakan sebuah kota dalam satu kali serangan beruntun.

​VRRRRRNNN—!

​Inti energi di dada monster baja itu meluap, memancarkan tekanan gravitasi lokal yang amat berat. Tanah di sekitar ngarai runtuh, dan batuan raksasa terangkat melayang sebelum akhirnya hancur teremas oleh kerapatan energi.

​【TARGET ASING TERDETEKSI. MENGAKTIFKAN MODE ERADIKASI WILAYAH.】

​SWOOSH-SWOOSH-SWOOSH—!

​Tanpa memberi jeda, Aegis-Dreadnought melepaskan ratusan rudal magis dan menembakkan meriam utamanya secara bersamaan. Hujan ledakan berturut-turut menghantam The Void-Chasm. Ledakan demi ledakan menciptakan badai api dan gelombang kejut kinetik yang menyapu seluruh jurang.

​"Tahan!" seru Ren. Dia merentangkan tangan kirinya, menciptakan dinding benteng transparansi anomali untuk menahan gempuran tersebut.

​KABBOOOOOOM—!

​Benturan dahsyat terjadi. Gelombang kejut dari tembakan itu begitu padat hingga membuat tanah di bawah kaki Ren amblas puluhan meter. Biasanya, pertahanan Ren sanggup memantulkan serangan apa pun dengan mudah. Namun kali ini, volume dan konsentrasi energi yang ditembakkan musuh terlalu masif untuk avatar fisiknya.

​CRACK!

​Dinding pelindung Ren retak. Tekanan kinetik yang luar biasa menembus pertahanannya!

​CRAAASH—!

​Gelombang kejut bertekanan tinggi menghantam tubuh Ren, menghempaskannya menembus benteng batu di pinggir jurang. Jubah sutra putih gadingnya yang biasanya tak pernah kotor kini robek di bagian dada dan lengan, memperlihatkan goresan luka memar akibat benturan kinetik yang teramat kuat.

​"Cih...!" Ren bangkit dari tumpukan puing, terengah-engah pelan. Darah tipis menetes dari sudut bibirnya.

​Rasa sakit fisik dan kelelahan mendadak melingkupi avatar fisiknya. Tubuh fana yang dia gunakan saat ini memiliki batas ketahanan terhadap gempuran beruntun berdaya hancur tinggi. Jika dia terus menahan tembakan kaliber berat ini secara pasif, tubuh fisiknya akan hancur sebelum sempat menyeberangi ngarai.

​【PENGISIAN ENERGI 100%. MEMULAI SERANGAN PENUMPASAN TOTAL.】

​Meriam utama di dada Aegis-Dreadnought memancar terang bagaikan miniatur matahari. Seluruh energi di area tersebut tersedot masuk, bersiap melepaskan ledakan yang sanggup membelah ngarai menjadi dua.

​Ren menyapu darah di bibirnya dengan punggung tangan. Matanya berbinar dengan kilatan perak yang pekat.

​"Oke, oke... Aku paham," kata Ren, suaranya terdengar berat dan penuh penekanan. "Kalian memang berniat meratakan seluruh tempat ini bersama denganku."

​Ren melangkah maju, membiarkan angin ngarai menerbangkan jubahnya yang robek. Dia mengepalkan tangan kanannya, memusatkan dorongan energi anomali tingkat tinggi secara padat di sekeliling tinjunya. Udara di sekitar tangannya mendadak bergetar dan melengkung akibat tekanan kinetik yang dia kumpulkan.

​"Kalau kau mau bermain dengan daya hancur murni... mari kita lihat siapa yang menghancurkan siapa!"

​BOOOOOOOOOOM—!

​Meriam raksasa sang Golem melepaskan tembakan gelombang panas pemusnah. Sinar merah raksasa melesat lurus membelah ngarai, menghanguskan apa pun yang dilaluinya.

​Di saat yang sama, Ren melompat menerjang langsung ke arah sinar raksasa itu. Dia tidak menghindar, melainkan mengayunkan tinjunya yang terbungkus padatan energi anomali tepat ke tengah-tengah tembakan laser tersebut!

​DZZZZZZZ-KABOOOOM—!

​Bentrokan dua kekuatan berdaya hancur tinggi itu memicu ledakan kubah energi raksasa seluas beberapa kilometer. Sinar meriam musuh terbelah dua oleh tekanan pukulan Ren!

​Ren melesat menembus badai api, muncul tepat di depan kepala Aegis-Dreadnought. Dengan raungan pelan, dia menghantamkan tinjunya tepat ke inti dada sang benteng baja.

​BANG—!

​Gelombang kejut fisik melintasi seluruh struktur mesin raksasa itu. Detik berikutnya, armor baja setebal beberapa meter milik sang Golem retak hebat, sebelum akhirnya meledak berkeping-keping dari dalam.

​BOOOOOOOOOOOOM—!

​Ledakan dahsyat menghancurkan Golem Sentinel itu menjadi serpihan logam yang jatuh berguguran ke dalam jurang tanpa dasar. Angin ledakan menghempaskan seluruh sisa-sisa asap di The Void-Chasm, meninggalkan keheningan yang panjang.

​Thud.

​Ren mendarat di seberang ngarai dengan kedua kakinya. Dia bertumpu pada satu lutut, terengah-engah cukup berat. Avatar fisiknya benar-benar terkuras usai memaksakan dorongan daya hancur sebesar itu secara mendadak.

​Dia menatap jubah putihnya yang kini robek di beberapa tempat dan tangannya yang sedikit gemetar karena dampak ledakan kinetik tadi.

​"Haha... Gilak," kekeh Ren pelan, lalu berdiri perlahan. "Napas tubuh ini hampir habis. Tapi pertarungan tadi benar-benar memompa adrenalin."

​Dia merapikan sisa-sisa jubahnya yang robek, mengikatnya di pinggang agar tidak mengganggu pergerakan. Di hadapannya, jalan setapak perbatasan berlanjut menuju puncak bukit.

​Begitu Ren melangkah ke puncak bukit, pandangannya langsung disambut oleh pemandangan yang megah.

​Di seberang lembah, menjulang kota metropolis futuristik dengan gedung-gedung cakar langit bertingkat ratusan. Menara-menara baja memancarkan pendar energi Inti Bintang yang menerangi langit malam. Kapal-kapal terbang bertenaga magis melayang di antara jalur-jalur energi.

​Kerajaan Teknologi Magis: Sol-Vane.

​Ren menyunggingkan senyum lebar, menatap peradaban megah dan canggih yang menunggunya di depan mata.

​"Akhirnya sampai juga," bisik Ren santai sambil melangkah turun menuju gerbang batas kerajaan. "Semoga saja tempat ini punya penjahit yang bagus untuk membetulkan bajuku."

1
indah Mayaddah f
Kerja berat tiap hari, di panggil si nol terus di hina tapi Ren diam aja. Sabar sekali dia 😔
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬
Saya biasanya lihat kultivasi, hari ini belajar sihir🤣
Myz Pena
waoow meskioun makhluk itu sebesar bukit kecil namun kekuatannya tidak kaleng - kaleng.. sungguh dahsyat
CNNTAYY
haha rahasia valeria aja sampai ketahuan mana ukuran sepatu dan rambut lagi🤭
iorlif
siapakah sosok tanpa tubuh pasti itu?
Siti Aisyah
Hebat sekali valeria bisa mengalahkan seekor calamity wolf itu👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
mampir auhtor. mau tanya mau ikut masuk grup aku gak. saling berbagai ceritaa dan support
Muhammad Wahyu: gimana kak?
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!