NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Penyelamatan Berdarah

Keheningan seketika mencengkeram lorong lantai dua mansion. Asap mesiu yang membumbung tebal perlahan terurai, memperlihatkan sosok Aria yang berdiri gems menatap dua moncong senjata api berkaliber tinggi yang saling mengarah dari jarak dekat.

"Aria, menjauh dari sana!" bentak Adrian, suaranya panik dan bergetar hebat. Matanya meledak-ledak oleh rasa cemas saat melihat Aria berdiri tepat di antara dirinya dan Dante.

"Jangan melangkah lebih dekat, Aria," desis Dante dingin, meski jari di pelatuk senjatanya mendadak melonggar. Matanya yang abu-abu menatap Aria dengan tajam.

"Hentikan... saya mohon, hentikan semua ini!" jerit Aria dengan air mata menetes deras melewati pipinya yang pucat. "Kalian berdua bertindak seperti monster! Jika kalian ingin saling membunuh, lakukan tanpa menjadikan saya sebagai alasannya!"

Adrian memanfaatkan momen kelengahan Dante saat pria itu menatap Aria. Dengan gerakan kilat, Adrian melompat ke depan, menebas lengan Dante hingga senapan serbu di tangan sang Raja Mafia terlempar jatuh. Dante meringis, membalas dengan pukulan mentah tepat ke rahang Adrian.

BAM!

Adrian tersungkur ke lantai marmer, namun ia segera memutar tubuhnya dan melepaskan tembakan jarak dekat dari pistol cadangannya. Peluru itu menyambar lengan atas Dante, memercikkan darah segar ke dinding kayu mahogany.

"Dante!" teriak Aria horor.

Dante menahan erangan, memegang lengannya yang berdarah. Sebelum Dante sempat menarik senjata sekunder dari balik pinggangnya, dua pengawal pribadi Adrian merangsek maju dari arah belakang, menembakkan anestesi dan mengunci pergerakan Dante ke lantai.

"Tuan Adrian, area luar sudah tidak terkendali! Pasukan cadangan Black Viper makin mendekat, kita harus pergi sekarang!" teriak Rian, asisten Adrian, seraya melepaskan tembakan ke arah tangga.

Adrian berdiri sempoyongan, mengusap darah di sudut bibirnya. Wajahnya pucat pasi dan perban di bahunya sudah sepenuhnya memerah oleh darahnya sendiri, namun tatapan matanya tetap liar menatap Aria.

Adrian meraih pergelangan tangan Aria dengan cengkeraman yang sangat kuat dan posesif. "Kau ikut denganku sekarang, Aria. Selesai sudah gila ini."

"Adrian, lepaskan... dia terluka!" seru Aria, melirik ke arah Dante yang tersungkur di lantai dalam kepungan pengawal.

"Dia musuh kita, Aria!" bentak Adrian tajam, menarik tubuh Aria secara paksa menuju lorong belakang yang mengarah ke helipad mansion.

Dari atas lantai marmer, Dante yang tertahan berusaha mengangkat kepalanya. Mata abu-abunya berkilat penuh dendam dan kehausan membunuh yang teramat pekat saat melihat Aria diseret pergi.

"Adrian...!" raung Dante dengan suara berat dan parau yang menggelegar di seluruh mansion. "Kau bisa membawanya pergi hari ini... tapi aku bersumpah demi darah keluargaku... aku akan mengejarmu sampai ke ujung neraka dan merebutnya kembali!"

Aria menoleh ke belakang saat helikopter eksekutif milik Mahardika Group mulai memutar baling-balingnya di helipad. Di tengah kepulan asap dan gerimis yang mulai turun, ia melihat Dante berdiri tegak di balkon dengan lengan berdarah, memegang foto kecil Aria yang diambilnya secara diam-diam—menatap helikopter yang membawanya pergi dengan pandangan mata merah, dingin, dan sarat akan janji pembalasan yang mengerikan.

Helikopter melaju kencang membelah awan kelam di atas langit Jakarta. Di dalam kabin yang kedap suara, Adrian menyandarkan kepalanya, membiarkan tim medis darurat menjahit kembali luka tembak di bahunya yang terbuka parah.

Adrian tidak mengacuhkan rasa sakit penjahitan itu. Tatapan mata cokelat gelapnya terkunci rapat pada Aria yang duduk membisu di sudut kursi, memandangi jari-jarinya yang gemetar.

"Kau aman sekarang, Aria," bisik Adrian lembut, mencoba meraih tangan Aria. "Aku sudah membawamu keluar dari neraka pria itu."

Aria perlahan menarik tangannya mundur, menghindari sentuhan Adrian. Ia menatap sang CEO dengan tatapan yang amat asing dan dipenuhi kekecewaan.

"Apakah ini benar-benar penyelamatan, Adrian?" tanya Aria dengan suara bergetar dan dingin. "Atau kau hanya sedang mengamankan aset milikmu dari pria yang keluargamu hancurkan?"

Adrian membeku di tempatnya. Jarum medis di tangannya terhenti sejenak, sementara atmosfer di dalam kabin helikopter mendadak berubah menjadi amat menekan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!