NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Panggilan dari Aula Awan Kecil

Su Yu terus berjalan dengan langkah hati-hati. Setiap ujung jubah abu-abunya bergerak pelan tertiup angin aneh yang tidak diketahui asalnya. Panggilan samar itu kini terasa jelas di telinganya, seperti bisikan halus yang datang dari pusat kota.

'Datanglah ke aula awan kecil. Datanglah...'

Pemuda itu menghentikan langkah. Matanya menyapu ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada pendekar lain yang ikut mendengar suara itu. Tapi tidak ada yang berhenti. Para pendekar di kejauhan masih sibuk menyusuri jalan utama, masuk ke bangunan-bangunan putih dengan ekspresi penuh semangat.

"Xioutian... kau mendengarnya?" tanya Su Yu lirih.

"Aku tidak mendengar apa pun kecuali langkah kaki pendekar lainnya."

Su Yu mengernyitkan dahinya. "Aneh. Suara itu sangat jelas, seperti ada yang memanggilku dari dalam kota."

Xioutian menjulurkan kepalanya sedikit dari balik kain jubah. Matanya yang kecil menatap jalanan di hadapan mereka. "Tuan, kalau aku boleh jujur, sosok yang sangat berpengalaman sepertiku ini langsung curiga. Aku pastikan itu jebakan."

"Jebakan bagaimana?"

"Dulu aku pernah mendengar suara panggilan yang hanya bisa kudengar. Dan hasilnya..." Burung itu menghela napas panjang. "Aku terkurung selama sepuluh tahun di tempat yang bahkan sinar matahari tidak bisa menembusnya."

"Kau ini burung atau tahanan? Kenapa selalu berakhir di tempat yang salah?"

"Hei! Itu bukan salahku!" Xioutian meninggikan suaranya sedikit, tetapi langsung menunduk ketika Su Yu meliriknya tajam. "Untung saja gadis-gadis kesayanganku menyelamatkan pangerannya ini."

"Gadis-gadismu?"

"Itu bukan poin pentingnya, Tuan. Yang penting, panggilan seperti itu sering kali jebakan. Tapi ada juga yang benar-benar membawa keberuntungan."

"Kalau begitu, apa saranmu?"

Xioutian terdiam sejenak. "Dalam kasusku itu jebakan. Tapi banyak orang yang mengalami hal serupa justru mendapat peluang besar."

"Jadi kau sendiri tidak yakin?"

"Aku hanya burung kontrak, Tuan. Aku tidak bisa memutuskan untukmu. Tapi kalau Tuan bertanya, aku sarankan untuk mengabaikannya. Cari aman saja."

Su Yu menyilangkan kedua lengannya di depan dada. "Cari aman... sampai kapan? Aku bahkan bertarung saja tidak bisa. Apa kau mau aku terus menjadi pelarian seumur hidup?"

"Lebih baik hidup sebagai pengecut daripada mati sebagai pemberani yang tidak tahu diri."

Su Yu tersenyum pahit. "Pengecut juga akan mati pada akhirnya. Hanya saja lebih lambat dan lebih menyedihkan."

Burung itu terdiam. Ia tahu perkataan tuannya tidak sepenuhnya salah. Di dunia kultivasi, mereka yang tidak berani mengambil risiko hanya akan menjadi pemakan sisa, terlindas oleh mereka yang lebih kuat atau lebih nekat.

Su Yu menatap jalan sempit di hadapannya lekat-lekat. "Aku akan mencari tahu dari mana suara itu berasal. Tapi aku tidak akan langsung menuju ke sana. Kita amati dulu daerah sekitar."

"Kalau itu jebakan?"

"Maka kita akan menjadi mayat. Tapi setidaknya kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di kota ini."

Xioutian menelan ludahnya dengan susah payah, kemudian mengangguk pelan. "Baiklah, Tuan. Tapi tolong jangan bertingkah seperti pahlawan murahan. Kalau tuan mati, aku juga ikut celaka."

Su Yu tersenyum tipis. "Aku tahu."

Su Yu kembali melangkah. Ia memilih jalur yang lebih sepi, melewati gang-gang sempit di antara bangunan-bangunan putih yang menjulang. Setiap kali tiba di persimpangan, ia berhenti sejenak, memejamkan mata, dan mencoba merasakan arah panggilan itu.

Suaranya semakin kuat ketika ia berjalan ke arah timur laut. Tidak jauh dari posisinya, ia melihat sekelompok pendekar berkumpul di depan bangunan berlantai dua dengan atap melengkung. Mereka tampak bersemangat, beberapa di antaranya bahkan sudah masuk ke dalam.

"Tuan, lihat itu." Xioutian menunjuk dengan ujung sayapnya. "Mereka menemukan sesuatu."

Su Yu tidak langsung mendekat. Ia bersembunyi di balik sudut bangunan, mengamati dari kejauhan. "Kita tunggu sampai mereka selesai."

"Kenapa? Bukankah itu bisa jadi ruang harta karun?"

"Bisa jadi. Tapi kalau itu benar ruang harta karun, para pendekar di dalam akan saling bunuh begitu menemukan sesuatu. Kita tidak perlu ikut bersaing sekarang."

Xioutian mengangguk kecil. "Pemikiran yang bagus untuk pemula. Lalu kita ke mana?"

Su Yu menoleh ke arah timur laut. "Ke sana. Aku masih mendengar suara itu. Dan sekarang, arahnya tidak berubah."

Keduanya bergerak lagi. Jalanan semakin sunyi, dan bangunan-bangunan di sekitar mulai jarang. Di ujung gang, Su Yu melihat tangga batu yang menjulang ke atas bukit kecil. Di puncaknya, berdiri paviliun kecil beratap putih dengan pilar-pilar ramping. Ukiran awan menghiasi setiap tiangnya, dan dari dalam paviliun itu, cahaya keemasan berdenyut pelan.

"Itu dia..." bisik Su Yu.

Xioutian ikut memandang paviliun itu. "Aula awan kecil?"

"Kemungkinan besar."

"Aku tidak suka ini, Tuan. Tidak ada seorang pun di sekitar tempat itu."

Su Yu mengamati sekeliling. Benar saja, area itu kosong. Para pendekar lain lebih tertarik pada bangunan-bangunan besar di sepanjang jalan utama. Tidak ada satu pun yang menyadari keberadaan paviliun di atas bukit.

"Justru karena tidak ada yang tahu, aku harus melihatnya."

Su Yu melangkah menaiki tangga batu dengan pelan. Setiap pijakan terasa dingin di telapak kakinya, meskipun ia mengenakan sepatu kain tebal. Sementara kedua mata Xioutian terus memindai area sekitar.

Setibanya di puncak, Su Yu berhenti tepat di depan pintu paviliun. Angin aneh kembali berhembus, membawa aroma samar seperti bunga yang tidak dikenal.

"Xioutian..."

"Aku tahu, Tuan. Aku merasakannya juga."

Pintu paviliun terbuka dengan sendirinya tanpa suara, seolah kedatangan mereka memang dinantikan.

1
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
misteri lahar panas/Proud/
septian arista
aduh aku juga bingung Kak Kenapa beberapa karya novelmu yang baru ini seperti kurang peminatnya
padahal Kalau menurut aku secara pribadi sih karya-karya dari Kakak ini sangat menarik dan juga bagus ceritanya🥺🥺🥺
septian arista: nggak apa-apa
tetap semangat dan semoga selalu sehat Kak
ditunggu Karya yang terbaru lagi dan semoga yang baru nanti banyak mendapatkan atensi dan apresiasi dari para pembaca👍👍👍
total 4 replies
septian arista
Apakah ikan itu nantinya akan berevolusi seiring dengan bertambahnya ranah kultivasi dari sang tokoh utama
septian arista
apa yang tersimpan di dalam lahar tersebut
pastinya itu adalah sesuatu yang bisa membantu untuk meningkatkan kekuatan
Marun Ka
Semangat Thor!!
AAAAAA: Ya... terimakasih🙏
total 1 replies
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
koki 👻
Ilham Yono
menanam kebaikan👍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
good choice
Fajar Fathur rizky
thor tolong di buat nanti suyu punya tubuh klone seperti xuhao thor bikin nanti alur cerita tubuh klone menolong seseorang yang mempunyai hubungan dengan keluarga istrinya suyu
Ilham Yono
sikat/Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/👻☠️
Ilham Yono
bantai
Ilham Yono
👻👻👻👻☠️
Ilham Yono
sikat☠️⚔️👻
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
Ilham Yono
beuh ..apa yang diliat tidak seperti prasangkaan gaes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!