NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Rival

Menikah Dengan Rival

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rii_Risa

"Lo pasti juga nggak mau terima perjodohan ini, kan?!"

"Mau."

Jawaban singkat pria itu sukses membuat mata Kara membelalak sempurna.

Hanya karena ingin menjadi pengangguran yang kaya raya, Lengkara Anasera nekat menerima perjodohan yang di buat oleh orang tuanya, tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa calon suaminya itu.

Sialnya, pria itu adalah Erlangga Bumi Maheswara, musuh bebuyutannya sejak kecil.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Akankah Kara nekat membatalkan perjodohan ini? Atau ia justru bertahan demi mewujudkan cita-citanya menjadi pengangguran yang kaya raya? Mengingat Erlangga adalah sosok pria tajir melintir yang selama ini ia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rii_Risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Rafael langsung mengucek matanya beberapa kali, memastikan bahwa alkohol yang baru saja ditenggaknya itu belum merusak penglihatannya. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mengintip dari celah kaca pembatas.

"Benar... nggak salah lagi. Itu kan cewek yang ada di wallpaper ponselnya si Erlangga! gumam Rafael.

Selama sepuluh tahun sepupunya itu tinggal di Australia, Erlangga tidak pernah mengganti wallpaper ponselnya sama sekali. Selalu foto cewek yang ada di depannya ini. Bahkan dulu, setiap kali Rafael bertanya tentang siapa cewek itu, Erlangga tidak pernah memberikan jawaban. Karena itulah, Rafael langsung menyimpulkan bahwa gadis di foto itu adalah kekasih Erlangga.

"Wah, gawat nih. Kalau Erlangga sampai tahu ceweknya ada di sini," batinnya.

Tanpa membuang waktu lagi, Rafael langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah ponsel. Ia segera membuka aplikasi kamera untuk mengambil beberapa foto dan video singkat yang merekam jelas tangan Kara yang sedang asyik meraba otot lengan sang gigolo itu.

"Cari aman aja lah, daripada Erlangga tahu kelakuan ceweknya ini dari orang lain. Bisa-bisa dibunuh gue," gumam Rafael.

Setelah mendapatkan bukti yang cukup kuat, Rafael langsung mencari kontak Erlangga dan mengirimkan beberapa foto serta video itu. Sepuluh menit telah berlalu, namun pesan yang dikirimkan Rafael masih centang satu.

"Apa ni anak masih marah ya sama gue?" batinnya dengan alis yang bertaut.

Rafael langsung mengembuskan nafasnya pelan. Tangannya bergerak mengambil segelas wine dan menenggaknya habis. Saat Rafael berniat untuk beranjak pergi, tiba-tiba ponsel yang ada di dalam saku celananya bergetar. Rafael langsung mengambil ponsel tersebut.

Di layar, terpampang jelas nama Erlangga. Tanpa pikir panjang, Rafael langsung mengangkat dan menempelkan benda pipih itu ke telinga.

"Kirim lokasinya sekarang!" suara dingin terdengar dari balik telepon.

Tut.

Belum sempat Rafael menjawab, sambungan telepon itu sudah diputus secara sepihak.

Rafael langsung mendengus keras. Lalu, dengan gerakan cepat, ia langsung mengetikan dimana lokasi club malam ini berada.

Rafael kembali melirik ke arah Kara yang kini malah menyandarkan kepalanya di bahu salah satu gigolo itu.

"Ck... Emang gila tuh cewek," batin Rafael sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran.

Rafael akhirnya memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Ia berniat untuk menunggu Erlangga di area lobi depan.

Tak membutuhkan waktu lama, hanya 20 menit saja, mobil Erlangga sudah terparkir di depan area club malam.

Erlangga langsung melangkah keluar dari pintu belakang, lalu di susul dengan kedua ajudannya yang keluar dari pintu depan.

Begitu Erlangga melangkah ke arah pintu, matanya langsung menatap tajam ke arah Rafael yang sedang menunggunya disana.

"Dimana dia?!"

"Ada di lantai atas," jawab Rafael.

Tanpa membuang waktu lagi, Erlangga langsung melangkah lebar menaiki tangga lantai dua, diikuti oleh Rafael dan kedua ajudannya.

Sialnya, saat mereka hendak mencapai lorong, dua petugas keamanan club langsung merentangkan kedua tangannya.

"Tunjukkan kartu akses Anda terlebih dahulu."

Erlangga tidak menjawab. Tangannya bergerak merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama, lalu melemparkannya ke dada petugas itu.

Seketika wajah kedua petugas itu langsung memucat. Mereka langsung membungkuk hormat dengan tubuh yang bergetar.

"Maafkan saya, Tuan Muda Maheswara..."

Erlangga hanya menepuk pelan pundak petugas itu, lalu kembali melangkah ke ruang VIP.

Begitu sampai di depan pintu, rahang Erlangga langsung mengeras. Tanpa aba-aba ia langsung mengangkat kaki kanannya dan menendang pintu itu sekuat tenaga, sehingga menimbulkan suara dentuman yang keras.

Brak!

1
Fulayah Haddad
Bagus, Amazing..........👍👍🤗😉😉 lanjut lg dong Thor, ditungguuu.............😉👌👌🫰🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!