SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Persiapan Camp dan?
BAB 13: "PERSIAPAN CAMP DAN ANCAMAN DI PERBATASAN"
Papan pengumuman besar di aula utama SMA Nusantara Mandiri dipadati ratusan siswa yang berdesak-desakan. Brosur resmi bertuliskan
“Kegiatan Camp Kepemimpinan & Pengabdian Masyarakat – Hutan Pinus Giri Kusuma” tertempel megah di tengah papan. Acara tahunan yang digagas pihak sekolah dan OSIS itu menjadi topik paling hangat di seluruh penjuru koridor.
"Wah, gila! Tiga hari dua malam di Hutan Pinus Giri Kusuma!" seru Bimo bersemangat begitu berhasil keluar dari kerumunan dengan membawa selembar salinan jadwal kegiatan.
"Ada acara jeram sungai, survival game, sama api unggun malam terakhir!"
Aira yang sedang bersandar di pilar koridor sambil mengunyah permen karetnya cuma melirik Bimo malas. "Sama aja kayak dibuang ke hutan buat digigit nyamuk. Mending gue tidur di kamar."
"Yah, Ra! Lu gak boleh bolos!" potong Bimo cepat. "Ini acara wajib buat kelas 11. Lagian, panitia pelaksananya kan OSIS. Lu tahu sendiri siapa Ketua OSIS-nya..."
Aira mendengkus. Siapa lagi kalau bukan si Kanebo Kering—Langit Biru Adhitama. Sejak kejadian di ruangan OSIS kemarin, nama Aira dan Langit makin santer digosipkan di seluruh penjuru sekolah. Semua orang sudah menganggap Aira sebagai cewek pilihan sang bos geng Averus, membuat murid-murid cowok lain tak ada yang berani sekadar menyapa atau mengajak Aira bicara.
Tiba-tiba, suara langkah kaki teratur yang diiringi aura dingin memecah keramaian koridor. Langit berjalan mendekati mereka, didampingi oleh Kenzo yang membawa map dokumen peserta.
Murid-murid yang berkerumun di depan papan pengumuman otomatis memberi jalan, membungkuk segan saat sang Ketua OSIS lewat.
Langit menghentikan langkahnya tepat di hadapan Aira. Matanya yang tajam menyapu penampilan Aira dari ujung kepala sampai ujung kaki. Hari ini, seragam Aira agak lebih rapi gara-gara ancaman pengawasan khusus kemarin, walau kancing paling atasnya masih sengaja dibiarkan terbuka satu.
"Lu udah dapet kelompok, Shena?" tanya Langit langsung, abaikan pandangan penasaran dari puluhan murid di sekitar mereka.
"Belum," jawab Aira singkat. "Gue mau sekelompok sama Bimo aja."
"Gak bisa," potong Langit datar.
Aira menaikkan sebelah alisnya, matanya menyala galak. "Kenapa gak bisa?! Suka-suka gue lah mau sekelompok sama siapa!"
Kenzo di samping Langit langsung berdeham pelan sambil membetulkan posisi mapnya, menyembunyikan senyum gelinya. "Anu... Ra, pembagian kelompok buat cewek dan cowok dipisah untuk area tenda. Dan khusus buat kelompok kerja lapangan, daftar pesertanya ditentukan langsung sama panitia penanggung jawab."
"Dan penanggung jawabnya gue," sambung Langit dengan nada tanpa penyesalan sedikit pun. "Lu masuk Kelompok 1. Penanggung jawab pendampingnya gue sendiri."
Aira membelalakkan matanya. "Lu gila ya?! Lu mau manfaatin jabatan lu lagi buat nempel-nempel ke gue selama tiga hari di hutan?!"
"Gue menjalankan tugas keamanan," balas Langit tenang, mengikis jarak satu langkah lebih dekat ke Aira. "Hutan Giri Kusuma itu luas, jalurnya cukup ekstrem. Lu cewek bermasalah yang suka keluyuran sendirian, jadi wajib ada di
bawah pengawasan langsung Ketua OSIS."
"Alasan busuk!" umpat Aira. "Gue jago navigasi, gak usah sok-sokan mau ngelindungin gue!"
Langit tidak membalas umpatan itu. Dia justru menunduk sedikit, berbisik tepat di samping telinga Aira yang tertutup rambut bergelombangnya. "Lu boleh ngumpat sepuasnya, Ratu. Tapi di hutan nanti... lu gak bakal bisa kabur dari gue."
Sensasi napas hangat Langit di lehernya bikin bulu kuduk Aira berdiri. Aira dengan cepat melangkah mundur, melayangkan tatapan membunuh ke arah Langit. "Liat aja nanti, Kanebo. Gue bikin lu nyesel udah masukin gue ke kelompok lu!"
Di saat yang sama, di ujung koridor yang remang, Valerie berdiri di balik pilar beton.
Tangannya mengepal erat sampai kuku-kukunya memutih menembus kulit telapak tangannya sendiri. Matanya yang sembab menatap adegan kedekatan Aira dan Langit dengan kedengkian yang makin membara.
Sejak rahasia persekongkolan ibunya dan dokumen yayasan terbongkar, posisi Valerie di keluarga dan sekolah benar-benar di ujung tanduk. Ayahnya mulai membatasi fasilitas mewahnya, sementara para murid yang dulu memujanya kini mulai memalingkan wajah dan berbisik-bisik di belakang punggungnya.
Semua gara-gara cewek sialan itu! batin Valerie histeris. Aira... lu udah ngerebut posisi gue, nilai gue, dan sekarang lu ngerebut Langit dari gue!
"Masih dendam sama cewek transmigran itu, Val?"
Sebuah suara berat beraroma rokok murah menyapa Valerie dari belakang. Valerie terkejut dan refleks berbalik. Di depannya, berdiri seorang cowok jangkung dengan seragam SMA tetangga—SMA Garuda—yang dikeluarkan berantakan. Di lehernya, terukir tato kecil berbentuk kalajengking.
Bagas. Mantan pimpinan divisi tempur geng Krava yang berhasil melarikan diri saat pembantaian di Pelabuhan Tua.
"Ngapain lu ke sini?!" bisik Valerie panik sambil melirik sekitar. "Gue udah bilang jangan pernah nemuin gue di lingkungan sekolah!"
Bagas tertawa sinis, menyandarkan tubuhnya ke dinding. "Tenang aja, cewek manis. Gue masuk lewat pagar belakang. Gue cuma mau nanya... tawaran lu waktu itu masih berlaku gak?"
Valerie menelan ludah kasar. Matanya berkilat penuh dendam. "Tawaran apa?"
"Tawaran buat nyingkirin Aira Shena selamanya," desis Bagas dengan mata menyempit beracun. "Geng Krava emang udah bubar gara-gara Langit dan si Aira gila itu. Tapi gue sama sisa-sisa anak Krava yang sakit hati udah gabung sama geng Black Cobra dari wilayah timur. Kita punya pasukan lebih banyak dan lebih sadis."
Valerie tertegun. Geng Black Cobra? Itu geng motor dewasa yang terkenal sangat kejam dan terlibat banyak kasus kriminal berat di luar wilayah kota.
"Kalian... mau ngapain dia?" tanya Valerie dengan suara gemetar, antara takut dan tergiur.
"Hutan Giri Kusuma itu perbatasan wilayah," bisik Bagas seraya memiringkan kepalanya dengan senyum culas. "Di sana gak ada CCTV, gak ada sinyal HP, dan area jurangnya sangat dalam. Kalau Aira Shena 'terpeleset' jatuh ke dalam jurang atau diculik sama geng luar... gak bakal ada yang bisa nyalahin lu atau nemuin mayatnya."
Jantung Valerie berdegup kencang. Skenario gila itu terngiang-ngiang di otaknya. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menghancurkan Aira dan mengembalikan hidupnya seperti semula.
"Berapa bayarannya?" tanya Valerie, suaranya mendadak dingin dan tanpa keraguan.
Bagas menyeringai puas. "Dua puluh juta tunai. Dan pastikan lu bisa mancing Aira keluar dari rombongan pas acara survival game di hari kedua."
Valerie mengangguk pelan, menyunggingkan senyum licik yang sangat beracun. "Deal. Gue bakal pastiin Aira jalan sendiri ke jebakan kalian. Kali ini... cewek sialan itu gak bakal selamat lagi!"
Di ujung koridor lain, Aira yang baru selesai berdebat dengan Langit mendadak merasakan firasat aneh. Tengkuknya terasa dingin, seolah ada mata jahat yang sedang mengincarnya dari kegelapan.
Aira menyeringai tipis sambil meniup gelembung permen karetnya sampai meletus—POP!
Mau main-main di hutan, ya? batin Aira gembira. Silakan datang. Gue udah kangen ngebanting orang di tengah semak-semak.
see you next bab 14
jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini
dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?