NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rumah Martin

Beberapa saat kemudian, Martin menyuruh Nathan masuk dan mereka berdua duduk berhadapan di sofa ruang tamu.

​Nathan melayangkan pandangannya sejenak mengamati sekitar.

Suasana rumah tua ini terasa sangat hening dan lengang.

Martin memang tinggal sendirian di sini. Istri dan anaknya tinggal di tempat terpisah, suatu hal yang dipahami Nathan dari ingatan kehidupan sebelumnya, di mana ia tahu bahwa keluarga Martin masih hidup dan disembunyikan demi keamanan dari jangkauan para musuh politiknya.

​Martin meletakkan senjata apinya di meja, lalu menatap Nathan dengan tatapan mata yang tajam dan menyelidik.

​"Bagaimana kamu bisa tahu rumahku, Nathan?!" tanya Martin dengan nada menekan. "Hanya sedikit sekali orang di markas yang tahu lokasi tempat tinggal ini."

​Nathan tetap bersikap tenang. Ia menyandarkan punggungnya di sofa tanpa menunjukkan rasa gugup sedikit pun. "Saya bisa saja mengikuti Anda dari kantor, kan, Pak?"

​Martin menyipitkan matanya, menatap wajah polisi muda itu dengan ketidakpercayaan mutlak. "Jika kamu membuntutiku... aku justru yang akan paling pertama menyadarinya, Nathan! Ah, sudahlah..."

​Martin menghela napas panjang, merogoh saku kemejanya untuk mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya. "Kamu ini memang anak yang sangat misterius. Terlalu pintar, tenang, dan seperti orang yang sudah sangat berpengalaman bertahun-tahun di lapangan. Tapi anehnya, saat aku mencoba memeriksa ulang berkas latar belakangmu, aku hanya mendapatkan informasi yang terlalu biasa tentang dirimu."

​Nathan hanya mengukir senyum tipis di bibirnya. "Tenang saja, Pak. Saya tidak memiliki niat jahat sama sekali. Saya ke sini murni karena ingin tahu informasi mengenai kasus pembunuh berantai di Distrik 2 itu. Apa mayat korbannya sudah diotopsi, Pak?"

​Mendengar pertanyaan itu, raut wajah Martin mendadak berubah serius kembali.

Ia menggelengkan kepala pelan sembari mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja kayu.

​"Sudah dicek oleh tim forensik," jawab Martin dengan suara rendah. "Hasil otopsi menunjukkan tidak ditemukan sampel sperma atau jejak cairan apa pun di jasad korban. Sepertinya pelaku sudah mengantisipasi hal ini dengan sangat rapi untuk menghapus jejak DNA miliknya. Namun, di sekujur tubuh korban ditemukan banyak luka lebam dan benturan benda tumpul. Pelaku menyiksa korban terlebih dahulu sebelum akhirnya menghabisi nyawa mereka."

​Mendengar penuturan Martin, Nathan terdiam sejenak.

Matanya menyipit, dipenuhi oleh kecurigaan dan berbagai spekulasi yang bergerak cepat di kepalanya.

Seorang pembunuh berantai yang mengincar remaja, memiliki kecenderungan sadis untuk menyiksa, namun cukup cerdas dan dingin untuk membersihkan seluruh jejak biologis di lokasi. Ini bukanlah tindakan kejahatan impulsif biasa.

​Nathan menatap lurus ke arah Martin. "Baiklah, Pak. Informasi ini sudah cukup. Tolong kirim saya untuk menangani misi ini, Pak."

​Martin menghentikan ketukan jarinya. Ia menatap Nathan lama, lalu terkekeh pelan dengan nada tak habis pikir. "Hm? Sudah kuduga kamu pasti akan meminta hal ini lagi. Nathan... Nathan. Kamu ini benar-benar tidak ada takutnya sama sekali, ya?"

​"Tidak ada kata takut untuk memberantas kejahatan, Pak," jawab Nathan tegas dan mantap.

​Martin menghembuskan asap rokoknya ke udara, menghembuskan napas berat yang menunjukkan rasa lelah sekaligus kebanggaan terselubung terhadap bawahannya ini.

​"Ya, baiklah. Aku memperbolehkanmu bertindak, Nathan," ujar Martin pada akhirnya. "Tapi ingat, pergilah bersama seniormu itu. Jangan bergerak sendirian."

​Nathan bangkit berdiri dari sofa, merapikan jaketnya, lalu memberikan penghormatan singkat kepada atasan yang sangat ia hormati tersebut.

​"Terima kasih, Pak. Saya permisi dulu. Sampai jumpa lagi, Pak... semoga Anda baik-baik saja dan panjang umur."

​Martin melambaikan tangannya pelan sembari menyandarkan badan di sofa. "Ya, ya. Semoga kamu tidak membuat masalah besar baru yang membuatku harus kerja lembur semalaman saja."

​Nathan tersenyum tipis, lalu membalikkan badan dan melangkah keluar dari rumah sunyi itu.

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!