NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.

Rafael tertegun di tempatnya duduk.

Kata-kata Freya barusan menghantam ulu hatinya dengan telak, menyisakan rasa perih yang bercampur amarah yang tertahan.

Selama puluhan tahun hidup dalam dinginnya dunia bisnis dan tanpa cinta, baru kali ini Rafael merasakan kembali getaran dahsyat di dadanya.

Dia telah jatuh cinta pada menantunya sendiri, sebuah obsesi pekat yang tak akan mungkin dia lepaskan begitu saja. Sambil mengepalkan tangan di dalam saku jasnya, Rafael berbisik kejam dalam hati, 'Menceraikan Sean dan melupakan semalam? Jangan harap, Freya. Kau tidak akan pernah bisa lepas dariku.'

​Sementara itu, Freya setengah menyeret langkahnya mengikuti perawat menuju ruang administrasi. Rasa nyeri di bagian intinya masih terasa mengigit, namun dia abaikan demi sang ayah. Di depan loket kaca, petugas administrasi menatapnya dengan raut wajah iba.

​"Nyonya Freya, ini dokumen persetujuan operasi yang harus Anda tanda tangani," ujar petugas itu sembari menyodorkan selembar kertas. "Mengenai sisa biayanya yang mencapai ratusan juta, kami memberikan kompensasi waktu pelunasan selama tiga hari ke depan seperti yang disepakati sebelumnya. Jika dalam tiga hari tidak ada pelunasan, pihak rumah sakit berhak menunda penanganan pasca-operasi."

​Tangan Freya gemetar saat menggoreskan pena di atas kertas. Tiga hari. Uang dari mana dia bisa mendapatkan ratusan juta dalam tiga hari? Pikirannya buntu. Setelah menyelesaikan administrasi darurat dengan menjaminkan sisa tabungannya yang tak seberapa, Freya kembali berjalan koridor ruang operasi.

​Lampu merah bertuliskan 'OPERASI BERLANGSUNG' telah menyala. Freya duduk kembali di kursi tunggu yang dingin. Ketakutan yang teramat sangat menyergapnya.

 Dia tidak hanya bingung mengenai sisa biaya yang harus dilunasinya, tetapi juga dicekam rasa takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada ayahnya. Dia meremas kedua tangannya yang sedingin es, merutuki nasibnya yang terasa begitu malang.

​Tak lama kemudian, langkah kaki yang berat kembali terdengar. Rafael kembali mendekatinya. Wajah pria paruh baya itu tampak datar, namun sorot matanya mengunci Freya dengan lekat.

​"Biarkan aku yang menyelesaikan semua administrasi dan sisa biaya itu, Freya," ucap Rafael, suaranya terdengar berat dan menuntut di keheningan koridor. "Jangan mengorbankan nyawa ayahmu hanya karena egomu."

​Freya mendongak, menatap Rafael dengan tatapan yang membeku dan dingin. "Aku sudah bilang tidak mau, Paa." desis Freya dengan nada ketus. "Aku tahu betul tidak ada hal yang gratis di dunia ini, apalagi dari pria sepertimu. Ada harga yang sangat mahal di balik semua kebaikanmu, dan aku tidak sudi menjual sisa hidupku untuk terjerat dalam lingkaran setan mu."

​Rafael menatap lekat wajah pucat Freya. Alih-alih membentak atau memaksa, pria itu hanya diam. Ada kilat kekecewaan sekaligus kekaguman pada keteguhan hati menantunya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Rafael membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauh, memilih untuk mengawasi Freya dari jarak yang cukup jauh di ujung koridor.

*

​Dua jam berlalu dengan sangat lambat dan menyiksa. Freya terus menatap pintu operasi yang tertutup rapat. Tiba-tiba, keheningan malam itu pecah oleh suara dengungan nyaring dari dalam ruangan. Lampu indikator darurat di atas pintu mendadak berkedip merah dengan cepat, disusul dengan suara alarm monitor jantung yang bergema konstan dan memekakkan telinga.

​Biiip... Biiip... Biiip...

​Tubuh Freya seketika limbung. Dia berdiri dengan bertumpu pada dinding, jantungnya serasa berhenti berdetak. "Ayah... tidak, kumohon jangan Ayah..." bisik Freya histeris. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Kepalanya pusing, dan air matanya tumpah tak terbendung.

​Cklek.

​Pintu ruang operasi terbuka dengan kasar. Seorang dokter keluar dengan wajah yang sangat tegang dan dipenuhi peluh. Begitu melihat Freya, dokter itu langsung menghampirinya dengan tergesa-gesa.

​"Nyonya Freya, silakan masuk sekarang juga. Kenakan baju steril ini," ujar dokter itu dengan cepat dan panik. "Kondisi Tuan Dirga saat ini sedang sangat kritis. Jantungnya mengalami gagal fungsi parah pasca-pemasangan ring. Beliau mendadak sadar dalam kondisi kritis dan terus memanggil nama Anda."

​Bagai dihantam godam besar, kesadaran Freya hampir tumbang. Dengan langkah gemetar dan air mata yang mengaburkan pandangan, dia memakai jubah steril dibantu perawat dan bergegas masuk ke dalam ruang operasi yang dingin dan menegangkan.

​Di atas ranjang operasi, Dirga terbaring dengan wajah yang sudah seputih kertas. Napasnya tersengal-sengal, dibantu oleh masker oksigen yang berembun pekat setiap kali dia mencoba menghirup udara. Begitu melihat Freya mendekat, mata Dirga yang sayu berair.

​"F-Freya... anakku..." bisik Dirga, suaranya terputus-putus dan teramat lemah di antara bunyi monitor jantung yang kian melemah.

​Freya langsung menggenggam tangan ayahnya yang terasa sangat dingin, lalu mengecupnya dengan tangis yang pecah sejadi-jadinya. "Ayah... ini Freya, Yah. Freya di sini. Ayah harus kuat, kumohon bertahanlah demi Freya..."

​Dirga menggelengkan kepalanya perlahan, masker oksigennya sedikit bergeser saat dia mencoba berbicara lebih jelas dengan sisa tenaga terakhirnya. "Ma..afkan A..yah, Freya... Ma..afkan semu..a kesa...lahan A..yah yang mem..buat hidupmu.. menderita..."

​"Tidak, Ayah tidak salah! Jangan bicara seperti itu, Yah!" isak Freya, dadanya terasa luar biasa sesak.

​"Nak... Ja...ga diri..mu baik..-baik di luar sana," napas Dirga semakin pendek dan berat, dadanya naik turun dengan susah payah. "A..papun... apapun yang terjadi nanti, pa..tuh lah pa..da suami..mu... Tetap..lah ber..ada di sam...pingnya... berjanji..lah pada A..yah..."

​Freya membelalakkan matanya, hatinya menjerit pilu mendengarkan wasiat itu. Bagaimana bisa dia berjanji untuk tetap bersama Sean, pria yang telah mengkhianatinya, di saat kesuciannya sendiri baru saja direnggut oleh ayah dari suaminya itu? Namun di depan ayahnya yang sekarat, Freya tidak mampu menyuarakan kebenaran yang menjijikkan itu.

​"Freya.." Air mata menetes dari sudut mata Dirga yang perlahan mulai meredup. "A..yah min..ta maaf... A..yah ti..dak bisa me..menuhi janji A...yah pada men..diang ibumu... u...untuk men...jagamu hingga kau ba..hagia... A...yah gagal, Freya... Ma...afkan Ayah..."

​"Ayah! Tidak! Aku mohon jangan pergi!" Freya berteriak histeris, meremas tangan ayahnya semakin erat, mencoba menyalurkan kehangatan tubuhnya. "Freya masih membutuhkan Ayah! Freya tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, Yah! Kumohon bertahanlah, jangan tinggalkan Freya sendirian... hiks..."

​Namun, takdir berkata lain. Dirga menatap wajah putri tercintanya untuk yang terakhir kali dengan senyuman tipis yang sarat akan kedamaian. Pria paruh baya itu memilih untuk menyerah. Kerusakan pada otot jantungnya sudah terlalu parah untuk bisa diselamatkan oleh peralatan medis secanggih apa pun.

​Perlahan, genggaman tangan Dirga pada jemari Freya terlepas dan terkulai lemas. Bersamaan dengan itu, garis di layar monitor jantung di samping ranjang berubah menjadi lurus, diikuti oleh suara berdengung panjang yang mematikan.

​Biiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip...

​"AYAAAHHH!!!"

​Jeritan histeris Freya menggema, memecah keheningan ruang operasi yang dingin. Dia memeluk tubuh kaku ayahnya, menangis sejadi-jadinya sampai suaranya habis.

Dokter dan para perawat di dalam ruangan hanya bisa menundukkan kepala, memberikan penghormatan terakhir bagi jiwa yang baru saja berpulang.

Dokter paruh baya yang memimpin operasi itu perlahan melangkah mendekat, menyentuh bahu Freya yang masih terguncang hebat di atas jasad ayahnya.

​"Nyonya Freya... kami sudah melakukan semua yang kami bisa. Saya harap Anda tabah," ucap dokter itu dengan nada penuh empati. "Tuan Dirga sudah tidak merasakan sakit lagi."

​"Tidak... tidak mungkin! Ayah baru saja bicara padaku, Dok! Ayah baru saja memegang tanganku!" jerit Freya histeris. Wajahnya yang semula dipoles riasan tipis kini berantakan oleh air mata. Ia beralih memeluk wajah kaku Dirga, menciumi pipinya yang berangsur mendingin. "Ayah, bangun, Yah... Freya mohon. Bagaimana bisa Freya hidup sendirian? Ayah..."

*

*

*

Hai reader's...

Yang mau doubel update boleh follow author. Like, komen, gift, dan vote.🙏

Spam komen 🥰

1
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!