NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: LANGKAH YANG BERBEDA

Waktu mengalir bagai air sungai yang jernih, terus bergerak maju membasuh sisa-sisa debu kesedihan di dalam dada tanpa pernah menengok ke belakang lagi. Setelah kepergian mobil sport merah mewah milik Celine yang membawa Arka Mahesa Pratama menjauh dari area set, atmosfer di sekitar lokasi pengambilan gambar berangsur-angsur kembali berjalan dengan normal seperti sedia kala. Aini menarik napas panjang, mengembuskan seluruh kepengapan yang sempat mampir di dadanya dengan perlahan. Dia menegakkan punggungnya yang tirus, memasang "perisai masa bodoh" yang teramat kokoh dan tegap di dalam pikirannya. Dia menolak keras untuk membiarkan kewarasan jiwanya dirusak oleh rasa tidak rela yang salah alamat itu.

Aini memilih fokus mendampingi sutradara senior di samping monitor utama untuk menyelesaikan sisa adegan syuting hari itu hingga tuntas. Karena novel orisinil "luka dalam rumah tangga" miliknya di aplikasi NovelToon posisinya sudah berada di babak akhir dan hanya menyisakan beberapa bab lagi menuju kata ending, Aini bertekad untuk menyelesaikan proyek adaptasi film ini dengan prestasi terbaik yang dia miliki.

Dia ingin membuktikan kepada dunia, dan terutama kepada dirinya sendiri, bahwa profesionalisme kerja dan harga dirinya jauh lebih mahal daripada sekadar melibatkan perasaan pribadi kepada seorang investor yang angkuh seperti Arka.

Malam harinya, di bawah temaram lampu kamar hotel yang sepi dan tenang, Aini mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang yang empuk. Untuk melepas rasa rindu yang membuncah di dalam dada kepada kampung halaman, dia menekan tombol panggilan ke nomor ibunya. Suara lembut dan teduh dari Ibu Naya di seberang telepon seketika mengalirkan kehangatan yang luar biasa di seluruh aliran darah Aini. Di tengah obrolan santai mereka, Ibu Naya menyisipkan sebuah kabar terbaru dari lingkungan sekitar rumah lama tempat tinggal Aini dulu di Pesisir Selatan.

"Ai... beberapa hari ini, Uni Lastri cerita kalau Arman kelihatan sering termenung kuyu di teras rumahnya," ujar Ibu Naya dengan nada suara yang terdengar sangat tenang tanpa ada sisa kebencian.

"Warga kampung kita sekarang sudah banyak yang mengunduh aplikasi NovelToon dan membaca cerita novelmu yang viral itu. Kabarnya, Arman dan Ibu Rosita malu setengah mati karena seluruh aib kelakuan pelit, perhitungan uang, serta kekejaman rumah tangga mereka dulu sekarang ditonton dan dibaca secara nasional oleh jutaan orang. Mereka sekarang jarang sekali keluar rumah karena tidak kuat menahan gunjingan dan tatapan sinis dari tetangga sekitar."

Aini hanya mengukir seulas senyuman tenang mendengar kabar dari ibunya tersebut. Tidak ada lagi rasa dendam, amarah yang bergejolak, atau niat untuk bersorak puas di dalam hatinya. Baginya, penyesalan Arman dan rasa malu mantan mertuanya adalah bukti nyata bahwa keadilan Tuhan tidak pernah tidur. Semesta selalu memiliki cara yang teramat rapi untuk mengembalikan setiap butir air mata wanita yang teraniaya menjadi sebuah tamparan karma yang setimpal, tanpa Aini harus mengotori tangannya sendiri dengan caci maki. Lembaran hitam pernikahan kelam itu sudah selesai ditutup rapat, dan Aini tidak akan pernah sudi menengok ke belakang lagi.

Keesokan harinya, fajar baru membawa warna yang berbeda bagi hari-hari Aini di pusat kota. Sesuai dengan janjinya di sambungan telepon beberapa hari lalu, Egi akhirnya tiba di pusat kota setelah menyelesaikan urusan bisnis literasinya yang padat di kota provinsi. Sore hari setelah seluruh jadwal syuting Aini selesai, Egi mengirimkan pesan WhatsApp yang sangat santun, mengajak Aini untuk bertemu dan mengobrol santai di sebuah kafe estetik yang terletak tidak jauh dari hotel tempat Aini menginap selama masa produksi.

Pertemuan sore itu berlangsung dengan sangat hangat, nyaman, dan bersahaja. Aini tampil modis mengenakan pakaian kasual yang rapi, memancarkan kearifan lokal dengan kulit kuning langsatnya yang bersih merona dengan tinggi 155 sentimeter dan berat badan 50 kilogram. Di seberang meja kayu bernuansa klasik, Egi duduk dengan senyuman ramah yang meneduhkan batin.

Sebagai sesama penulis profesional, obrolan mereka mengalir begitu renyah, membahas perkembangan dunia literasi digital hingga bertukar cerita lucu tentang proses adaptasi film. Aini sesekali tertawa lepas tanpa beban, memperlihatkan lesung pipi di sebelah kiri wajahnya yang berkedut manis—sebuah pemandangan ceria yang membuktikan jiwanya telah merdeka sepenuhnya dari belenggu trauma.

Namun, kehangatan di dalam kafe berdinding kaca transparan itu mendadak terusik oleh sebuah gesekan takdir yang tidak terduga. Di luar jendela kaca kafe yang besar, sebuah mobil mewah berwarna hitam legam perlahan berhenti di tepi jalan raya yang padat. Pintu penumpang terbuka, dan melangkahlah turun sosok Arka Mahesa Pratama dengan postur tegap berisi setinggi 175 sentimeter. Pria berusia 35 tahun itu baru saja menyelesaikan urusan bisnisnya di luar kota dan berniat kembali meninjau lokasi, namun pandangan matanya justru tidak sengaja menangkap siluet tubuh Aini di dalam ruangan kafe.

Dari balik kaca transparan yang berkilau ditiup angin, Arka Mahesa Pratama terpaku diam membeku di tempatnya berdiri dengan rahang yang seketika mengeras sempurna menahan gejolak rasa di dada. Kulit kuning langsatnya yang cerah mendadak kaku, dan sepasang mata elangnya yang tajam menatap lurus ke arah meja nomor empat, tempat di mana Aini sedang asyik tertawa lepas berdua bersama Egi.

Pemandangan manis di hadapannya itu seketika mengirimkan gelombang rasa panas, sesak, dan gemuruh tidak rela yang teramat dahsyat menghantam ulu hati sang presdir tertinggi.

Dada Arka bergemuruh hebat oleh luapan cemburu buta yang belum pernah dia rasakan atau alami sepanjang 35 tahun hidupnya di dunia. Dia merasa teramat kesal, jengkel, dan tidak terima melihat wanita kampungan yang biasanya selalu bersikap ketus, kaku, dan memasang muka datar sedingin es di depannya, kini justru bisa mengulas senyuman yang teramat manis dan tertawa lepas tanpa beban di depan pria lain.

Gengsi besarnya bergejolak hebat, meremukkan seluruh logika profesional bisnisnya dalam sekejap mata di bawah siraman lampu jalanan kota yang mulai menyala terang.

Sebab, bagian paling menyakitkan dari sebuah keangkuhan gengsi adalah saat kamu terpaksa menyaksikan seseorang yang mulai mengusik pikiranmu, justru bisa mengulas tawa paling bahagianya bersama orang lain; membuktikan bahwa kilau kekuasaan hartamu tidak akan pernah memiliki kekuatan untuk membeli ketulusan seulas senyuman yang telah kamu sia-siai sendiri dengan keangkuhan egomu.

--------------------

1
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!