NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 UNDANGAN

Pertengkaran kembali terjadi dengan Papanya tanpa bisa dia memberi tahu kelulusan nya. Meta memang telah banyak mempengaruhi kehidupan Papanya, kini sudah tak bisa seperti dulu lagi.

Seandainya dia melepaskan Dut pulang kerumah itu, pasti Dut tak akan selamat lagi, apapun akan dia lakukan demi adiknya dia akan membesarkan adiknya sendiri dengan cara apapun Dut akan dia jaga seperti amanat Mama.

Dut bahagia kini, dia lebih memilih tinggal sama kakaknya, trauma mendalam masih ada dalam dirinya setiap melihat Meta, bagaimana kisah pahit itu masih dia ingat.

Dinar memeluk adiknya saat tidur menenangkan dirinya atas kejadian tadi siang.

"Besok Dut ikut Kakak saja ya..,biar dimobil sama Bik Ani ya dek, nanti Papa datang lagi saat kakak tidak dirumah"

"Iya Kak, Dut takut ketemu Papa" Dut sangat senang besok dibawa oleh Dinar ke kampusnya.

"Sekalian kita beli baju sekolah baru buat Dut besok dan buku baru"

"Iya Kak, Dut ngak mau kerumah Papa ngambil buku, Dut takut sama Mama Meta"

"Ngak usah biar Kakak belikan"

"iya Kak"

Besok paginya Dinar, Bik Ani dan Dut dibawa oleh Dinar ke kampus untuk menemani nya, rasa trauma di pikiran Dinar jika Papanya datang lagi nanti kerumah saat dia tidak ada, makanya dia membawa Dut kekampus nya dan menunggu dimobil.

Dinar menyelesaikan segala urusan menyangkut kelulusan nya dan mengantar formulir calon wisuda ke registrasi serta melakukan pembayaran ke bank khusus untuk para wisudawan dan wisudawati. Dut dan Bik Ani menunggu dengan sabar jika lelah mereka tidur dimobil. Karena saat ini hanya jalan ini untuk menyelamatkan Dut dari Papa yang ingin membawanya kembali pulang dan tinggal dengan Meta dan Neneknya.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya semua urusan Dinar selesai dan hanya menunggu penjemputan undangan dan baju wisuda yang diambil satu minggu sebelum wisuda.

***

Beberapa waktu telah berlalu Dut pun sudah kembali sekolah dan dijaga oleh Pak Sukri. Dinar yang sudah mengambil baju dan undangan wisudanya telah pula selesai.

Hari ini dia telah berada didepan kantor Papanya untuk mengantar undangan wisudanya bersama Bobby.

"Bob kamu nyakin Papa mau datang di acara wisuda Dinar" Ada keraguan dihati Dinar terhadap Papanya karena Papanya bukanlah Papa yang dulu.

"Yang penting kita coba dulu sayang, kewajiban kamu memberitahu Papa kamu datang atau tidak biar Papa kamu yng memutuskan"

"Baiklah" Dengan penuh dukungan Dinar dan Bobby memasuki kantor Papanya.

"Maaf Pak kami kau ketemu dengan Pak Rudiansyah"

"Non Dinar ya, putri Pak Rudiansyah?"

"Iya Pak" ternyata security dikantor Papa mengenalnya.

"Ada Non Bapak di ruangannya, silakan keatas aja Non"

"Baik Pak Terima kasih"

Dinar dan Bobby pergi ke lantai dua gedung pemerintah tersebut dimana Pak Rudiansyah adalah kepala cabang disana. Setelah lift menuju lantai Dua Dinar mencari ruangan Papanya di pintu bertuliskan R. Pimpinan. Disana ada dua staf diruang tersebut namun cuma satu yang nampak.

"Maaf Buk"

"Iya ada Apa, bukankah ini anaknya Bapak Rudi?"

"Iya Buk, bolehkah Dinar bertemu Papa"

"Oh ya... silakan dek Dinar Bapak ada didalam"

Dinar mengetuk pintu dengan berlahan

"Ya silakan masuk" terdengar suara Pak Rudiansyah dari dalam.

Dinar masuk ke dalam Papanya nampak sedang sibuk menandatangani berkas yang tebal.

"Pa.... " Dinar memanggil Papa nya dan Pak Rudiansyah menoleh kearah pintu.

"Kamu....!, mau apa kamu kesini" Pak Rudiansyah nampak kaget melihat Dinar muncul di depannya. Dinar mendekati Papanya.

"Dinar mau kasih ini untuk Papa" Dinar mengeluarkan undangan dari kampus, yang bertulis undangan Wisuda.

"Papa datang ya Pa Dinar sudah wisuda"

"Apa masih perlu Papa datang untuk kamu yang tak menghargai Papa kamu sendiri yang melawan orangtuanya sendiri"

"Dinar datang karena aku menghargai Papa, jika Papa merasakan masih punya Anak, Dinar datang baik-baik karena ini adalah undangan kampus sebagai mahasiswi terbaik untuk Papa dihargai disana, namun jika Papa tidak datang tergantung perasaan Papa. Papa jangan menyalahkan Dinar, semua anak didunia ini pasti akan melakukan hal yang sama Jika tahu Papanya menikahi sahabatnya diam-diam, bahkan belum setahun istrinya meninggal"

"Diam kamu aku ini Papamu tak perlu urus urusan Papa"

"Sekarang Dinar tidak ingin berdebat Papa bacalah kapan harinya,Papa berniat datang dan menemani Dinar saat wisuda. mohon jangan pernah membawa Meta ke kampusku, jika Papa tak ingin dipermalukan"

"Pak Rudiansyah terdiam mendengar perkataan anaknya dengan nya"

Dinar beranjak meninggalkan ruangan Papanya tersebut, dia merasa tidak memiliki kebahagian lagi didirinya, Papanya bukan Papa yang dulu lagi"

"Sabar ya sayang semoga Papa kamu datang di acara Wisuda kamu nanti" Bobby merasakan kepedihan dihati Dinar. Bobby memeluk Dinar didadanya. Tiba-tiba tangis Dinar meledak yang sedari tadi dia tahan.

"Menangislah jika ingin menangis jangan ditahan"

"Aku sedih Bob ucapan Papaku menusuk jantungku buat apa aku datang bukan kebanggaan yang aku dapat tapi dendam hati seorang Ayah karena tidak menerima pernikahan nya."

"Aku tahu sayang"

"Aku pikir aku akan dapat selamat dan pelukan tapi tak sedikit rasa itu dihati Papaku, Papaku berubah total sejak bersama wanita itu"

"Sebagai anak kamu sudah menemui Papamu, sekarang berdoa saja, aku selalu di sisimu, jika Papamu tak datang Biar nanti Papaku yang aku. minta mengantikan Papamu"

"Dulu Papa sangat bangga dengan prestasi ku tapi sekarang aku dianggap bukan siapa-siapa, apa aku salah jika tiba-tiba Papa membawa wanita muda yang mengaku istrinya dan itu adalah sahabat aku sendiri, dan aku percayakan merawat adikku tapi adikku disiksa oleh wanita itu hampir meninggal malah Papa masih membelanya."

"Hmmm", Bobby menarik nafas panjang, dia juga merasakan sesaknya dihati Dinar saat ini.

" Sabar sayang" Bobby memeluk kekasihnya itu yang kini memiliki beban yang luar biasa dihatinya.

"Sekarang tenangkan hatimu jangan pikirkan dan ikhlaskan apa saja yang terjadi nanti, do'akan Papamu yang terbaik"

"Iya Bob makasih banyak, aku malu kepadamu karena ulah dan sikap Papaku seperti ini"

"Tidak perlu malu setiap manusia punya masalahnya masing-masing"

"Sekarang hapus air mata kamu" Bobby memegangi muka dinar yang basah dengan air mata"

"Sekarang kita pulang ketemu Dut ya, Dut pasti sudah pulang sekolah dan menunggu kamu"

"Iya dia adalah kekuatan aku sekarang" Dinar menghapus air matanya berlahan"

"Ayo Bob kita pulang" Bobby mengangguk mobilnya pun melaju menuju kost Dinar.

Sementara didalam ruangannya Pak Rudiansyah membuka undangan yang diberikan oleh anaknya, entah apa yang dipikirkannya saat itu, karena Meta pasti melarangnya untuk pergi ke wisuda anaknya, karena Meta tak pernah akur dengan Dinar sejak dia tahu menikahi Meta.

Pak Rudiansyah menarik nafas panjang dan meletakan undangan itu di laci meja kerjanya, entah apa dipikirkan nya nanti pas hari itu tiba datang kah atau tidak semua ada dirahasiakan hati Pak Rudiansyah.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!