Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Di ajak berbelanja
Rosalie mengambil beberapa pakaian dari dalam lemari di kamar yang di katakan sebagai kamar miliknya disini. Rosalie berniat tidur di kamar bayi, khawatir jika Aurelion tiba-tiba menangis di tengah malam. Jadi, wanita itu ingin berganti pakaian hangat, sekaligus membawa baju ganti untuk keesokan harinya.
“Hmm.. Sweater ini sangat bagus, eh tunggu-” Rosalie tertegun sejenak, pakaian yang dia pegang saat ini adalah pakaian yang sempat dia lihat.
Di masa lalu, Rosalie sempat di ajak ke mall dengan Keluarga Cornelius, bukan untuk mendapatkan kesempatan berbelanja, melainkan sebagai pelayan untuk mendorong stroller berbelanjaan.
Dan di saat itu, dia melihat sebuah pakaian sweater berwarna biru muda yang sangat lucu. Dia sangat menginginkan pakaian hangat itu, tapi dia sadar.. Posisinya di keluarga itu, tidak lebih dari seorang budak yang beruntung karena dipilih sebagai penampung penerus Keluarga Cornelius.
Tapi disini.. Dia bisa meraih dan bahkan menggunakan sweater ini. Rosalie senang, benar-benar senang, rasanya dia ingin sekali menangis terharu, tapi dia urungkan. Dia harus fokus pada pekerjaannya, bukan karena hadiah seperti ini.
Mungkin kebetulan saja, aku mendapatkan sweater yang aku inginkan sejak lama batin Rosalie menggelengkan kepalanya, dan dia menaruh sweater itu di atas kasur, lalu melakukan pencarian ke beberapa pakaian lainnya.
Setelah beberapa menit, Rosalie sudah berhasil mendapatkan 3 pasang pakaian hangat. Barulah, wanita itu menutup lemari pakaiannya, dan membalikkan badan melihat ketiga pasang pakaian di atas kasur.
Rosalie awalnya ingin berganti pakaian di kamar mandi, tapi dia urungkan. Karena udara cukup dingin, dan kamar mandi adalah tempat yang lembab, dia memilih untuk berganti pakaian di kamarnya saja. Terlebih Rosalie sudah mengunci pintu kamar, jadi semua pasti aman.
Rosalie membuka pakaiannya sendiri, membuat tubuhnya terlihat terpampang jelas di sana.
Tanpa Rosalie sadari, jika di kamarnya juga ada kamera tersembunyi yang di pasang oleh Jude. Dan kini kamera itu terhubung dengan televisi di ruangan rahasia Jude.
Di ruang rahasia.
Aledon segera menolehkan wajahnya saat mengetahui apa yang akan mereka lihat, sementara Jude malah memandangi tubuh indah dan mulus milik Rosalie. Tangannya tanpa sadar mencengkeram lengan kursi, saat melihat dua gunung besar milik Rosalie. Jude menjilati bibirnya sendiri, saat melihat tubuh indah itu.
“Benar-benar sangat seksi, lihatlah dua bulatan di depan dan belakangnya~ Kau rasanya ingin m*r*m*snya.” Ujar Jude sembari terkekeh licik, Alendo yang mendengarkan perkataan atasannya hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, sembari tersenyum geli.
“Ah, s**l !! F**k !!” Lirih Jude dengan nada menggeram, dia melihat Rosalie justru tanpa sadar mengarahkan bagian tubuhnya pada kamera pengintai, dan bahkan melepaskan br* miliknya sehingga membuat dua gunung besar terpampang nyata di depan Jude.
“Dasar nakal !! Beraninya dia memperlihatkan dua belahan menggoda itu di kamera, lihat saja aku akan m*r*m*snya hingga dia berteriak kesakitan di bawahku !!” Ujar Jude dengan nada kesal dan menahan hasratnya.
Aledon malah terkekeh mendengarkan perkataan atasannya, tapi dia tidak berani menoleh ke arah televisi, karena dia masih ingin menjaga matanya agar tetap suci.
Sementara di kamar.
“Astaga, susunya meleber kemana-mana.” Ujar Rosalie menghela nafas kasar, dia melepaskan br* miliknya, dan segera mengelap menggunakan tissue yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.
Dengan perlahan dia membersihkan sisa susu yang keluar, baru dia mengganti dengan br* lain, dan memakai sweater biru muda yang sangat dia sukai. Setelah selesai semuanya, dia segera mengambil 2 pakaian ganti lainnya, dan keluar dari sana untuk pergi ke kamar bayi.
...
Tengah malam.
Suasana di dalam kamar itu terlihat berbeda, Rosalie tertidur pulas di atas sofa, dengan sweater hangat dan juga selimut menutupi bagian kakinya. Dia merasa sangat nyaman, karena bisa merasakan tidur di tempat yang empuk, meskipun itu hanyalah tempat duduk sofa.
Tanpa sadar pintu kamar terbuka secara perlahan, memperlihatkan sosok tinggi yang masuk ke dalam kamar itu dengan hati-hati, karena tidak mau mengganggu dua manusia yang tertidur di dalamnya.
Dia, Jude mendekati Rosalie dengan langkah perlahan, memandangi wajah cantik yang tertidur pulas dengan senyuman miring. Jude menundukkan tubuhnya, dan menc**m bibir Rosalie dengan lembut dan perlahan. Lalu dia melepaskan c**man itu, jarinya mengelus bibir lembut Rosalie yang sempat bergerak kecil, karena sentuhan kecil itu.
“Tidur lelap, anak nakal~” Bisik Jude dengan nada lirih menatap ke arah Rosalie, sembari tersenyum miring.
Jude lalu bangkit berdiri dan kemudian berjalan keluar dari kamar itu, meninggalkan suasana malam yang sepi, dan membiarkan Rosalie masuk ke dalam mimpinya dengan lelap.
...
Keesokan harinya..
Rosalie tidak tahu jika suasana menjadi begitu canggung di pagi ini. Jika semalam dia makan di dalam kamar, tapi pagi ini dia di ajak oleh Jude untuk sarapan bersamanya di meja makan.
Tidak ada yang salah, karena makanan di atas meja sangat lezat dan menggugah selera, ikan goreng tepung dengan bumbu khas, dan kentang goreng. Tapi yang membuat Rosalie canggung adalah, karena dia makan berhadapan dengan Jude yang mulai mengambil beberapa makanan ke dalam piringnya.
“Ada apa ??” Tanya Jude, saat Rosalie terus melihat ke arahnya.
“Ah, ti.. Tidak apa..” Ujar Rosalie mengalihkan pandangannya ke arah makanan, dan tangannya mulai meraih sendok dan garpu untuk mengambil beberapa jenis makanan di depan.
Jude hanya tersenyum tipis sekilas, melihat tingkah laku Rosalie yang begitu menggemaskan di matanya.
“Oh iya, siang ini aku akan pulang ke rumah. Kau bersiap-siaplah, aku akan mengajakmu ke mall.” Ujar Jude membuyarkan suasana canggung di sana, agar Rosalie bisa merasa nyaman untuk menikmati sarapannya.
“Eh ?? Ke.. Kenapa tuan ??” Tanya Rosalie dengan ragu-ragu, Jude sedikit terkejut dengan panggilan itu.
“Tuan ??”
“Eh.. Err.. Aku.. Bukankah aku bekerja padamu ?? Jadi.. Aku memanggilmu tuan ??” Ujar Rosalie dengan canggung, Jude tersenyum tipis.
“Tidak perlu terlalu sopan, panggil saja namaku.”
Tapi hal itu malah membuat Rosalie semakin memerah antara malu dan juga canggung.
“Ma.. Maaf.. Aku hanya merasa.. Tidak pantas jika hanya memanggilmu nama.” Ujar Rosalie dengan malu-malu, seketika Jude teringat mengenai masa lalu wanita di depannya. Tentu saja, Rosalie pasti akan memandang dirinya rendah, karena merasa dari orang bawah.
Jude tersenyum kecil, “Baiklah, lakukan apapun yang membuatmu nyaman.”
Rosalie menganggukkan kepalanya kecil, dia kemudian melanjutkan pertanyaannya.
“Kenapa tuan mengajakku ke mall ??”
Jude menaikkan alisnya, “Untuk berbelanja kebutuhan Aurelion, dan juga pakaian untukmu.”
“Eh ?? A.. Aku ??” Rosalie menunjuk ke arah dirinya sendiri, Jude menganggukkan kepalanya.
“Pakaian yang aku sediakan untukmu tidak terlalu banyak, jadi kau boleh memilih pakaian manapun untukmu, juga memilih pakaian untuk Aurelion. Lelaki sepertiku terkadang tidak bisa memilih pakaian bayi dengan baik.” Ujar Jude menjelaskan semuanya, membuat Rosalie mengedipkan matanya beberapa kali, dia melihat mata Jude, untuk mencari tahu kebohongan lelaki di depannya.
Bagaimana tidak ?? Semalam setelah menodongkan pistol ke arahnya, kini Jude malah bertingkah santai dan baik kepadanya, membuat Rosalie merasa curiga dan penasaran, tapi dia tidak mendapati kebohongan apapun di mata Jude.
“Baiklah..”
🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Ciee Jude mulai perhatian guys, hehehehehe semoga aja kamu bener-bener sayang ya, sama Rosalie, kasihan dia 🥲🥲 Udah di usir, di hina, di caci maki lagi.
Btw ternyata Jude ada sisi nakalnya juga, mesum lagi 😒😒
Udah itu aja dari Author, sekian buat kalian semua 😊😊😊
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana