"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Masih lanjutan episode sebelumnya ya guys. Jangan lupa terus dukung karya aku dengan kasih like, komen subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih🥰👇.
Salah seorang mafia rekan Altas pun bertanya pada Altas dari kalangan mafia mana istrinya itu.
"Sepertinya, dia wanita baik?"
Altas langsung menarik pinggang Sera mendekat tubuhnya mengiyakan ucapan rekannya itu, ia memuji Sera jika istrinya itu memanglah wanita baik. Altas mencoba melemparkan balik pertanyaan apakah seorang mafia harus menikahi seorang mafia juga.
"Menurut saya tidak. Dia cinta pertama saya sekaligus cinta masa kecil saya. Bahkan dia jauh hadir, sebelum saya seperti sekarang ini. Kita sudah lama berpisah, dan kita akhirnya di satukan kembali dalam kesempatan yang tidak diduga" ucapnya menatap Sera.
Pesta dansa pun tiba, dimana mempelai mengajak tamu untuk ikut menari. Disisi lain, Ivana pun tak tinggal diam dengan mencoba mencari kesempatan dekat dengan Altas. Namun, Altas terus menjauh dan dekapan dan tatapannya hanya terpaku pada Sera.
Kesal Ivana terus mencari cara dengan secangkir minuman sengaja ia tumpahkan ke baju Sera. Bukannya mengenai gaun Sera, justru minuman itu tumpah di jas Altas.
Terkejut Ivana meminta maaf kembali mencari kesempatan membersihkan jas Altas yang basah.
"Ouh sorry Altas, biar aku bersihkan. Aku yang bertanggung jawab, mari ke atas dan ganti baju."
Altas pun langsung menepis tangan Ivana, dan Sera yang melihat tingkah Ivana pada suaminya itupun sedikit merasakan apo cemburu yang terlihat jelas.
"Tidak perlu, disini saya istri Altas!. Jadi saya yang akan mengurus suami saya. Tak perlu repot!" menarik tangan Altas dan naik ke menuju kamar.
Tiba di kamar, Sera mengambilkan jas Altas di lemari dengan wajah kesal memberikannya.
"Pakai ini!"
Altas yang paham gelagat Sera yang cemburu pun tersenyum dengan tawa tipis menatap istrinya itu. Kerut alis Sera menatap sinis Altas sembari bertanya apa yang membuatnya sampai tertawa seperti.
"Sepertinya tidak ada yang lucu."
"Apakah istriku ini cemburu?" goda Altas menarik tubuh Sera mendekat tubuhnya.
Gugup Sera menjawab lirih mengatakan kalau tidak ada rasa cemburu, dan meminta Altas untuk segera mengganti jasnya yang basah. Namun, Altas tak juga melepaskan pelukan pada Sera dan terus menggodanya.
"Katakan saja jika cemburu. Wajahmu terlihat lucu, pipi memerah seperti api yang menyala jika cemburu seperti itu, manis sekali."
Sera terus mengelak dan menjauhkan tubuhnya, paham ia sebagai istri membuka kancing jas Altas dan memakaikan jas yang sudah ia siapkan sembari mengoceh lucu.
"Siapa wanita itu?. Sepertinya kau sangat suka ya jika digoda wanita lain!. Kenapa kau tidak dengan wanita itu saja, dia juga cantik dan juga seorang mafia mungkin!"
Senyum Altas tertawa lirih.
"Berhentilah dengan wajah seperti itu, kau ini sudah beristri. Jangan samakan seperti lelaki lajang yang belum menikah dan bebas dekat dengan wanita lain!" lanjutnya terus mengoceh panjang meluapkan kekesalah.
Setelah selesai jas di pasang, kembali Altas menarik tubuh Sera mendekat, ia mengatakan sembari meredakan cemburu Sera kalau tidak ada wanita cantik lain selain istrinya (Sera), dan ia juga tidak senang di goda wanita lain.
"Aku sudah mencoba menjauh sayang, kamu saja yang terlalu cemburu. Lagi pula untuk apa aku menunggumu lama jika mengharapkan wanita lain. Tidak ada yang lain, cukup kamu!" mencium lembut bibir Sera.
Hela nafas Sera dengan amarah yang sedikit reda, ia pun mengajak Altas untuk segera turun karena tentunya pesta masih terus berlanjut dan tamu juga menunggu pengantin tentunya.
Dari belakang sembari berjalan keluar kamar Altas terlihat begitu manja seperti anak kecil memeluk Sera mencium gemas pipinya beberapa kali.
"Ahh sudah, hentikan. Lanjutkan nanti" ceplos Sera.
"Baiklah!" semangat Altas.
...