NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan kakak ipar

Angga menatap Tyas tajam, sorot matanya masih menyimpan gumpalan emosi yang siap meledak. Namun, saat mendengar permintaan Tyas, ia menarik napas panjang, menekan amarahnya agar tidak tumpah di pekarangan rumah yang terbuka.

​"Masuk," perintahnya singkat dengan suara yang terdengar seperti geraman rendah.

​Tyas segera membalikkan badan, membiarkan gerbang besi terbuka sedikit sementara Angga menuntun mogenya masuk ke garasi. Mereka berdua berjalan cepat menuju pintu utama. Begitu masuk, Tyas langsung memutar kunci dan menguncinya rapat-rapat, memastikan tidak ada mata luar yang bisa mengintip ke dalam.

​Di ruang tamu yang sunyi, Angga meletakkan kantong makanan di meja kayu, lalu melepaskan jaket kulitnya dengan kasar hingga jatuh ke lantai. Ia tidak peduli. Ia kembali melangkah mendekati Tyas, memojokkan gadis itu hingga punggungnya menyentuh dinding ruang tamu.

​"Jelaskan," desis Angga, kedua tangannya kini menangkup sisi wajah Tyas, memaksa gadis itu menatap matanya. "Siapa yang berani menyentuhmu seperti ini? Satya? Apa dia sempat melakukan sesuatu yang lebih dari ini?"

​Tyas bisa merasakan detak jantung Angga yang berpacu kencang, menunjukkan bahwa pria itu benar-benar murka. "Iya, Mas... Satya. Tadi dia mencegatku di parkiran mall. Dia tahu kalau ponselnya diretas, dia mengamuk dan... dan mencekikku sebelum ada satpam yang datang," jelas Tyas dengan suara bergetar, air matanya tak lagi bisa ia bendung.

​Mendengar pengakuan itu, rahang Angga mengeras sampai otot-otot di lehernya menonjol. Ia tidak menyangka Satya akan senekat itu.

​"Dia sudah melewati batas," ucap Angga dengan nada yang sangat dingin, jenis nada yang membuat Tyas merinding. "Dia pikir dia bisa menyentuhmu setelah apa yang dia perbuat? Dia sudah mencari masalah dengan orang yang salah."

​Angga menarik Tyas ke dalam pelukannya yang posesif, mencium pucuk kepala gadis itu dalam-dalam, seolah sedang menandai kembali miliknya yang sempat diganggu orang lain. "Tenang, Tyas. Satya tidak akan bisa mengganggumu lagi. Mas akan pastikan dia tidak akan berani menampakkan wajahnya di depanmu seumur hidupnya."

Tyas menenggelamkan wajahnya di dada bidang Angga, meremas kuat kemeja pria itu hingga kusut oleh cengkeraman tangannya yang gemetar. Tangisnya yang sejak sore ditahan kini pecah seada-adanya di dalam pelukan sang kakak ipar. Tubuh mungilnya terguncang hebat, meluapkan seluruh rasa takut, syok, dan trauma yang menghimpit batinnya sejak insiden di basemen mall tadi.

​"Mas... aku takut banget tadi... kalau enggak ada satpam, aku enggak tahu apa yang bakal dia lakuin ke aku..." bisik Tyas di sela-sela tangisnya, suaranya terdengar begitu parau dan rapuh.

​Angga tidak melepaskan pelukannya sedikit pun. Alih-alih melonggarkan, lengan kekarnya justru semakin merapat, mendekap tubuh Tyas dengan begitu erat dan posesif, seolah ingin mengunci gadis itu dalam zona aman yang hanya bisa ia berikan. Tangan kanannya bergerak naik ke tengkuk Tyas, mengusap lembut rambut pendek sebahunya untuk menenangkan gejolak ketakutan adik iparnya.

​"Ssst... sudah, jangan menangis lagi. Kamu sudah di rumah, kamu aman sama Mas," bisik Angga di dekat telinga Tyas, suaranya kini melunak namun tetap menyiratkan ketegasan yang mutlak.

​Aroma maskulin dari tubuh Angga dan kehangatan pelukannya perlahan-lahan bekerja seperti obat penenang bagi Tyas. Di dalam dekapan terlarang ini, rasa bersalah Tyas kepada Mbak Rani mendadak menguap, kalah telak oleh rasa ketergantungan yang teramat besar pada sosok pria di hadapannya. Bagi Tyas saat ini, moralitas tidak lagi penting; yang ia butuhkan hanyalah perlindungan dari Angga, sang pemegang kendali penuh atas hidupnya sekarang.

​Angga perlahan mengurai pelukannya, namun kedua tangannya tetap bertengger di bahu Tyas. Ia menunduk, menatap lekat-lekat wajah Tyas yang sembap dan memerah karena tangis.

​"Masuk ke kamar mandi, bersihkan wajahmu. Setelah itu kita makan mie ayamnya di kamar," ujar Angga lembut, namun tatapan matanya yang kembali melirik bekas kemerahan di leher Tyas menyiratkan bahwa pria itu sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk memberi pelajaran mematikan pada Satya.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!