NovelToon NovelToon
Sumpah Badai

Sumpah Badai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: andre kurnia

11 tahun Yuse dilatih jadi ksatria. Tugas pertamanya membawanya ke Desa Angin yang hancur misterius 5 tahun lalu. Di sana ia bertemu Yamaika, gadis pengendali badai yang menyimpan trauma. Ternyata kehancuran desa itu bukan bencana... tapi pengkhianatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andre kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis kerajaan

Mendengar niat Yuse untuk melanjutkan perjalanan, Yamaika Brisa langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan tegas. Ia sama sekali tidak mau ditinggalkan sendirian di tempat yang penuh dengan kenangan pahit dan trauma mengerikan ini. Lagipula, Desa Angin memang sudah benar-benar hancur rata dengan tanah, tidak layak lagi untuk ditinggali oleh siapa pun. Setelah menimbang-nimbang dengan hati nuraninya, Yuse akhirnya memutuskan untuk membawa Brisa ikut bersamanya.

Namun, baru saja mereka melangkah beberapa langkah melewati batas desa, langkah kaki mereka terhenti seketika. Dari balik semak-semak yang lebat, terdengar suara bisik-bisik beberapa warga yang sedang berbincang dengan nada penuh kebencian dan amarah.

“Semua kemalangan dan kelaparan ini gara-gara wanita sialan itu!” umpat salah satu suara kasar. “Kita harus segera cari wanita yang punya tanda Kumaliti di tangannya itu lagi, terus langsung korbankan saja! Biar kutukan ini hilang dan desa kita selamat!”

Mendengar kalimat kejam itu, seluruh tubuh Brisa mendadak gemetar hebat tak terkendali. Wajahnya yang tadi sedikit berwarna kini menjadi pucat pasi persis seperti kertas. Secara refleks ia langsung memeluk erat lengan kanan Yuse, menyembunyikan seluruh wajahnya di balik pundak pemuda itu seolah sedang berlindung dari kejaran mimpi buruk yang paling menakutkan.

Yuse yang melihat perubahan drastis itu hanya bisa melongo keheranan. Dalam hatinya ia bergumam tak habis pikir:

‘Lho?! Mana perginya kekuatan badai dahsyat yang semalam nyerangku habis-habisan? Gadis ini kok berubah 180 derajat banget dari yang aku kenal awal-awal?!’

Demi keselamatan Brisa, Yuse berpura-pura tidak mendengar apa pun. Dengan langkah cepat dan sigap, mereka berdua segera menjauh dari tempat itu untuk mencari tempat istirahat yang aman dan jauh dari jangkauan warga desa yang masih dipenuhi dendam buta.

Tak jauh dari wilayah Desa Angin, mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan kecil yang tampak cukup aman di tepi jalan raya. Namun baru saja mau melangkah masuk ke lobi, Yuse tiba-tiba berhenti mendadak. Sebuah pikiran konyol melintas cepat di otaknya yang polos.

‘Tunggu dulu… kalau aku sewa satu kamar di sini, berarti aku harus tidur sekamar sama dia?!’

Seketika itu juga, wajah Yuse memerah padam. Bayangan-bayangan aneh mulai berterbangan di kepalanya, membayangkan mereka berdua berada di ruangan yang sama semalaman — membuatnya tiba-tiba jadi salah tingkah dan gugup luar biasa. Tapi karena rasa lelah yang teramat sangat setelah menempuh perjalanan jauh dan bertarung habis-habisan, Yuse segera menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk menepis semua pikiran konyol itu. Ia memantapkan hatinya, lalu masuk dan memesan satu kamar untuk mereka berdua.

Keesokan paginya, sinar matahari hangat mulai menembus masuk lewat celah jendela kayu. Yuse terbangun lebih awal dari biasanya. Saat menoleh ke arah tempat tidur sebelah, ia melihat Brisa masih tertidur pulas sekali. Wajahnya tampak sangat tenang, damai, dan tanpa beban sama sekali — sangat berbeda jauh dari sosok yang penuh amarah yang ia temui pertama kali. Karena perutnya sudah mulai keroncongan tak tertahankan, Yuse memutuskan untuk beranjak keluar mencari makanan untuk mereka berdua.

Namun baru saja ia berjalan agak jauh di koridor depan penginapan, sebuah kejadian tak terduga langsung menghampirinya. Dari arah depan, seorang gadis muda dengan gaun yang sangat indah dan mewah — persis seperti seorang putri dari istana kerajaan — sedang berlari tergesa-gesa ke arahnya. Tanpa aba-aba sedikit pun, gadis itu langsung menubruk dan memeluk lengan Yuse dengan sangat erat, bahkan sedikit menariknya menjauh dari keramaian orang yang lalu lalang.

Yuse tersentak kaget bukan main sampai matanya hampir copot.

“Eh?! Aduh Nona… ini kenapa?! Siapa dirimu?! Tolong lepaskan dulu ya!” seru Yuse kebingungan sambil berusaha menarik lengannya pelan.

Gadis itu perlahan mendongak, menatap wajah Yuse dengan sorot mata yang terlihat sangat kecewa dan sedih.

“Kau… kau benar-benar tidak mengenaliku sama sekali?”

Yuse hanya diam bingung. Ia memeras seluruh isi otaknya, mencoba mengingat-ingat kapan ia pernah bertemu dengan wanita bangsawan secantik dan semewah ini. Tapi hasilnya tetap kosong, tidak ada satu pun ingatan yang muncul. Melihat wajah Yuse yang benar-benar tidak tahu apa-apa, gadis itu akhirnya menarik tangannya dan mengajak Yuse duduk di sebuah bangku kayu panjang di tempat yang agak sepi.

Meskipun sudah duduk berdampingan, Yuse tetap melontarkan pertanyaan yang sama dengan wajah polosnya yang khas.

“Sebenarnya… siapa dirimu, Nona? Kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Cihhh! Kamu ini keterlaluan banget sih!” Gadis itu langsung menggembungkan kedua pipinya dengan kesal, menatap Yuse dengan wajah cemberut yang malah terlihat sangat menggemaskan. “Udah besar begini kok pelupa parah!”

“Ya mana mungkin aku bisa ingat?” jawab Yuse sambil menunjuk pakaian ksatria sederhana dan agak lusuh yang ia pakai. “Lihat pakaian kita saja udah beda jauh banget, kayak orang dari dua dunia yang berbeda. Mana mungkin kita pernah kenal?”

Gadis itu menghela napas panjang lebar, lalu menatap Yuse dengan tatapan yang jauh lebih serius dan penuh harap.

“Coba kau ingat-ingat lagi ya… sepuluh tahun yang lalu, kau pernah menolong seseorang. Menolong aku!”

“Sepuluh tahun yang lalu?” Yuse mengerutkan dahinya, masih belum ingat juga. “Maaf Nona, aku benar-benar nggak ingat.”

“SEPULUH TAHUN YANG LALU!” desak gadis itu lagi makin semangat, berusaha menyegarkan ingatan pemuda di depannya. “Aku adalah salah satu dari tiga gadis kecil yang waktu itu hampir dibawa paksa oleh dua orang pendekar jahat masuk ke dalam hutan! Dan kau… meski waktu itu tubuhmu masih kecil, kurus, dan gemetar ketakutan setengah mati, kau tetap nekat maju sendirian buat menyelamatkan kami!”

DEG!!!

Seketika itu juga, ingatan Yuse langsung terlempar kembali ke masa lalu. Ia teringat kejadian di pasar, saat ia kalah telak, jatuh tersungkur, dan menangis di bawah pohon besar sebelum akhirnya diselamatkan oleh Bibi Liana. Wajahnya seketika memerah padam sampai ke telinga, teringat betapa lemah dan memalukannya dirinya waktu itu.

“A-Ah! Jadi… jadi kamu salah satu dari anak kecil yang waktu itu?!”

Gadis itu langsung tersenyum lebar sampai matanya menyipit, wajahnya bersinar terang karena senang akhirnya dikenali. Ia kemudian merogoh saku dalam gaun mewahnya, lalu mengeluarkan sebuah buku tua yang sampulnya sudah agak kusam tapi terlihat sangat terawat dan dijaga dengan sepenuh hati.

“Dan kau… waktu itu pernah memberikan buku ini kepadaku,” lanjut gadis itu sambil menyodorkan buku tua itu tepat di depan wajah Yuse. “Kau bilang, ini adalah buku jurus yang pernah kau temukan di dalam gua. Tapi kau bilang isi jurusnya nggak cocok sama gaya bertarungmu, jadi kau kasihkan ke aku supaya nggak terbuang percuma.”

Yuse menatap buku itu dengan takjub dan haru.

“Ah benar! Aku ingat buku ini sekarang! Jadi… selama sepuluh tahun ini kamu simpan dan pelajari isi buku itu?”

“Tentu saja!” jawab gadis itu dengan dada dibusungkan bangga, lalu memeluk buku tua itu erat-erat ke dadanya seolah itu adalah harta paling berharga di dunia. “Aku sudah hafal dan kuasai beberapa gerakan dasarnya. Buku ini aku jaga baik-baik dengan taruhan nyawaku sendiri, karena ini adalah satu-satunya pemberian dari penyelamat hidupku — orang yang paling baik yang pernah aku kenal!”

1
broken home
semoga lebih diperbaiki kosakata dan penempatan katanya
andara
berikan saran kalian terhadap karya ini, pendapat kalian adalah kunci ku untuk terus maju agar lebih berkembang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!