NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Siasat di Balik Cangkir Porselen

Sementara tawa lepas Kirei, Sherly, dan Keyra masih menggema renyah di sudut apartemen Kuningan yang hangat, atmosfer di belahan Jakarta yang lain justru mendingin drastis hingga ke titik beku. Di dalam sebuah ruangan privat di lantai dasar sebuah kafe tersembunyi bernuansa klasik Eropa di kawasan elit Menteng, pendar lampu gantung kristal yang temaram memantulkan ketegangan yang amat pekat. Ruangan itu sengaja dipesan tertutup, terisolasi sempurna dari bisingnya deru mobil di luar jalan raya, memberikan privasi bagi dua wanita yang sedang melakukan siasat busuk di balik dinding kedap suara.

Bianca duduk menyandarkan punggungnya yang tegap di kursi kulit pembungkus beludru hitam. Gaun sutra kelabu rancangan desainer Paris yang dikenakannya malam ini memancarkan aura kemewahan kelas atas, tampak sangat kontras dengan kusamnya gurat wajah wanita tua yang duduk di hadapannya.

Mirna Elviana—ibu dari Reza—duduk dengan jemari yang saling meremas gemetar di atas meja marmer. Kehancuran finansial akibat dari pembekuan seluruh rekening bank oleh tim kejaksaan, ditambah pemutusan sepihak kontrak distribusi pasokan oleh Mahendra Motors, telah merenggut paksa seluruh sisa keangkuhan sosialitanya. Wajah Mirna kuyu, dipenuhi kerutan rasa frustrasi, namun sepasang matanya menyiratkan amarah membara yang tidak terkendali dari balik kantung matanya yang menghitam.

"Ini semua dokumen rahasia yang kamu minta, Bianca," suara Mirna bergetar parau, hampir berbisik lirih saat menyodorkan sebuah map kulit cokelat yang sudah agak usang ke tengah meja. "Ini berkas riwayat medis asli dari rumah sakit jiwa di Jakarta Timur, tempat Evelyn Morose—ibu kandung Kirei—dirawat dalam kondisi depresi akut yang sangat parah sebelum akhirnya dia menghilang secara tragis tanpa jejak. Aku menyimpannya dengan rapi selama lima tahun ini sebagai jaminan kalau anak gubuk pinggiran rel itu berani macam-macam atau mencoba merayu Reza kembali."

Bianca tidak langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuh map tersebut. Wanita cantik dengan kuku berpewarna merah pekat itu meraih cangkir porselen berisi teh kamomil hangat, menyesapnya perlahan dengan gerakan lambat yang kelewat anggun khas kalangan old money yang penuh manipulasi. Matanya yang tajam bak elang menyipit, memancarkan binar kepuasan yang sangat dingin begitu mendengar rahasia besar mengenai ibu kandung Kirei. Visual kecantikan Bianca malam ini tampak luar biasa menawan, namun setiap lekuk senyumnya menyimpan racun yang mematikan.

"Rumah sakit jiwa dan gangguan depresi akut akibat kemelaratan yang mencekik," desis Bianca, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis yang penuh rasa iri yang pekat terhadap posisi Kirei saat ini. "Skenario yang sangat sempurna untuk meruntuhkan seluruh harga diri seorang CEO yang selama ini berlagak suci dan tak tersentuh di puncak Vancort Tower. Terima kasih, Nyonya Mirna. Kamu sudah menjalankan bagianmu dengan sangat baik untuk membantuku."

"Lalu bagaimana dengan janji pasokan finansialmu?!" Mirna mencondongkan tubuh tuanya ke depan meja dengan pandangan mata penuh keputusasaan, menuntut kepastian yang nyata. "Suamiku terancam hukuman belasan tahun penjara karena audit investigasi sepihak dari Zhaklyn Mobile! Rekening kami harus segera dipulihkan atau kami akan hancur tersungkur di lantai!"

Bianca meletakkan cangkir porselennya kembali ke atas tatakan dengan ketukan halus yang sengaja dibuat lambat, memamerkan wibawanya memegang kendali penuh atas situasi.

"Tenang saja, jangan panik seperti orang miskin," ujar Bianca, suaranya mengalun sangat tenang, datar, namun sarat akan kekuatan manipulatif yang matang. "Satu jam yang lalu, konsorsium keuanganku di Paris sudah menyuntikkan dana segar secara anonim ke rekening luar negeri milik pengacara suamimu. Jaringan hukum dan koneksi raksasa keluarga Mahendra di Eropa terlalu besar untuk sekadar meredam kasus audit lokal dari perusahaan kemarin sore seperti Zhaklyn Mobile. Aku jamin suamimu akan bebas bersyarat minggu depan."

Mendengar janji perlindungan dari kekuatan tersembunyi milik Bianca, Mirna akhirnya bisa mengembuskan napas lega. Sisa-sisa kesombongan lamanya yang angkuh perlahan merangkak naik kembali, menghapus kepanikan di wajah tuanya yang berkerut.

Bianca menarik map kulit cokelat itu ke dekatnya, membukanya dengan perlahan, dan memeriksa lembar demi lembar catatan medis almarhum ibu Kirei. Setiap baris kalimat di kertas usang yang menguning itu adalah senjata paling kejam yang siap dia ledakkan di depan umum. Bianca tahu betul, Kirei mungkin sangat kuat hadapi sabotase server komputer atau pelabrakan fisik biasa. Tapi menghantam mental seseorang menggunakan aib darah dagingnya sendiri adalah pembalasan terjahat yang tidak akan pernah bisa diantisipasi oleh sistem keamanan enkripsi tercanggih mana pun.

"Vaxerion Mahendra adalah milikku sejak kami masih kuliah di London, dan aku tidak akan membiarkan seonggok ponsel pintar buatan lokal merusak tatanan masa depan dinasti keluargaku," ujar Bianca, suaranya mengalun sangat tenang namun sarat akan ketegasan yang mematikan. "Kirei boleh saja memenangkan panggung pameran nasional kemarin. Tapi di acara Gala Dinner Tahunan Konglomerat bulan depan, aku akan memastikan seluruh dunia melihat dari lumpur dan selokan mana ratu es mereka sebenarnya berasal."

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!