NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:243
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Valen

" Itu yang sedang aku pelajari pada saat ini kak, Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar bisa memaafkan kedua orang tuaku."

" Kita belajar pelan-pelan ya, nanti kakak yang akan mengajarimu secara perlahan-lahan."

" Makasih ya Kak karena udah mau meluangkan waktunya untuk mengajarkanku melupakan semua kisah masa laluku yang buruk itu."

" Jangan terlalu cepat berterima kasih kepadaku, aku hanyalah orang biasa. Aku akan mengajarimu secara pelan-pelan, nanti setelah semuanya selesai kau baru bisa berterima kasih kepadaku."

" Baiklah kak."

" Ya udah sekarang kembali ke kamarmu dan tidur!"

" Aku belum bisa tidur Kak, aku masih ingin berada di sini."

" Ya udah kalau begitu Kakak akan menemanimu di sini, sampai kau merasa ngantuk dan kemudian memutuskan untuk kembali ke kamar."

Keduanya terus aja berbincang, tentunya Galuh menceritakan sama kisah kehidupannya kepada Valen. Vallen yang mendengar semua kisah kehidupan dari Galuh, ya tentunya sangat tidak menyangka kalau bisa yang dialami oleh Galuh sampai seperti itu. Awalnya ia mengira kalau kehidupan Galuh tidak terlalu menyedihkan itu, tapi hari ini dia merasakan kalau hidupnya sangat menyedihkan.

Keduanya terus saja berbincang, hingga tanpa mereka sadari hari sudah semakin gelap. Dan perlahan-lahan Galuh mulai tertidur di pundak Valen, Vallen pun bisa melihat wajah Galuh yang tampak sangat lelah. Iya tahu kalau adik angkatnya itu saat ini pasti sedang memikirkan banyak hal, ya dia yakin kalau yang dipikirkannya pasti bukan hanya mengenai orang tuanya yang hari ini melakukan final sidang perceraian.

Vallen pun menatap ke arah wajah Galuh yang tampak sangat pada lahar, matanya memang sedang tertidur tapi sepertinya tampak semurat-urat di dalam dahinya. Iya pun tampak sedang berpikir sangat keras, Dan Valen tahu kalau itu adalah kisah kehidupannya. Yang tentunya tidak bisa diceritakan kepada semua orang, dan akhirnya hanya bisa dipendam sendiri saja.

Setelah dirasa kalau Galuh sudah tertidur dengan sangat lelap, akhirnya Vallen memutuskan untuk menggendongnya dan mengantarnya ke kamar. Ia pun berjalan dengan sangat perlahan-lahan agar galau tidak terbangun, dan tiba-tiba saja ketika ia berjalan menuju ke arah pintu kamar Galuh. Ia pun bertemu dengan maminya, dan sang Mami sedikit terkejut ketika melihat Vallen menggendong Galuh.

" Ada apa dengan Galuh?"

" Nanti ya mi aku antar Galuh ke kamar dulu." ucapnya dan sang Mami pun mengangguk.

Vallen akhirnya melangkahkan kakinya untuk mengantar Galuh menuju ke kamarnya, kemudian Ia pun membaringkan Galuh di tempat tidur. Setelah itu Ia memutuskan untuk keluar dan menemui sang mami, karena ia tahu maminya pasti sangat penasaran mengapa Galuh tiba-tiba saja digendong olehnya.

Saat ini mereka sedang berada di ruang makan, dan hanya ada mereka berdua saja di tempat tersebut. Sang Mami menatap dengan sorot mata yang sangat tajam, dan tentunya hal itu membuat Vallen merinding.

" Apa yang terjadi hingga akhirnya kau menggendong Galuh menuju kamarnya?"

" Tadi aku ingin mencari udara segar ke taman belakang, tapi rupanya aku melihat Galuh yang sedang melamun sendirian."

" Iya sedang memikirkan apa?"

" Katanya ia sedang memikirkan kedua orang tuanya karena hari ini adalah sidang final perceraian kedua orang tuanya."

" Ternyata dia mengetahui kalau hari ini adalah sidang final perceraian kedua orang tuanya, mami pikiran dia tidak mengetahui hal tersebut."

" Dia mengetahuinya Mami dan Sepertinya dia terlalu memikirkan mengenai hal tersebut, hingga akhirnya membuatnya tidak bisa tidur."

" Jadi dia menceritakan semua kisahnya kepadamu Valen?"

" Aku yang memintanya bercerita agar dia tenang dan kemudian bisa langsung tidur, dan sesuai dengan tebakanku ketika dia tenang maka dia tertidur."

" Kalau begitu kalian sudah cukup lama bercerita di taman belakang dong, apalagi ini sudah lewat tengah malam."

" Ya kurang lebih begitulah mami, apalagi aku juga tidak tega melihatnya yang terlalu banyak berpikir. Aku takut jika tidak ditemani nantinya dia akan bertindak hal buruk, apalagi sekarang dia dan situasi yang tidak memungkinkan."

" Mami paham dan juga mengatur, kalau begitu sekarang kau kembali istirahat di kamarmu sendiri. Mungkin besok pagi Mami juga akan menyampaikan mengenai maminya Galuh."

" Memangnya ada apa dengan maminya Galuh?"

" Sore tadi beliau telah mendarat di Jogja, dan mungkin dalam waktu dekat dia akan datang dan membawa Galuh untuk pergi dari rumah ini."

" Mami akan membiarkannya untuk pergi membawa Galuh?"

" Mami tidak bisa berkata apa-apa Valen, walau bagaimanapun dia adalah ibu kandungnya. Jadi wajar-wajar saja jika dia datang dan membawa Galuh pergi, Mami tidak ada hak."

" Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu di rumah maminya dia, Mami tahu sendiri kalau Galuh tampak sudah tidak perduli dengan orang tuanya. Dia sudah sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya itu, yang pada akhirnya membuat Ia memutuskan untuk pindah ke sini."

" Tetapi Mami juga tidak ada hak untuk memisahkan mereka berdua, tetapi hal ini bisa dikatakan lain jika memang Galuh sendiri yang memutuskan untuk tinggal bersama dengan kita dan tidak mau tinggal bersama dengan maminya."

" Ya sudahlah semoga saja Galuh bisa memilih kehidupan yang terbaik untuknya." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan maminya sendiri yang di meja.

Vallen bukannya masuk ke kamarnya Iya justru masuk ke kamar Galuh, Iya melihat Galuh yang sedang tertidur dengan sangat lelap. Ia pun membayangkan rasa sakit yang dirasakan oleh Galuh, dia tidak menyangka kalau Galuh mengalami hal yang seperti itu.

" Semoga saja kau bisa menentukan pilihan yang terbaik untukmu, jujur saja aku merasa khawatir dan takut terjadi sesuatu kepadamu Galuh. Tetapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa di sini, Aku hanya bisa berharap kau memilih yang terbaik untuk kehidupanmu nantinya." ucapnya dengan mengelus surai milik Galuh dan kemudian pergi meninggalkan kamar tersebut.

...🕊️🕊️🕊️...

Winda yang sebelumnya sempat mendengar pembicaraan antara Kakak dan juga ibunya, tentunya ia masih tidak menyangka dengan apa yang ia dengar. Dan ia juga tidak bisa membayangkan Apa yang dirasakan oleh Galuh ketika mengetahui hal ini, sahabatnya itu memutuskan untuk pergi ke sini karena ingin menghindari kedua orang tuanya. Tetapi ia sangat tidak menyangka kalau sang Ibu justru pindah ke sini, dan pastinya sang ibu akan memintanya untuk ikut tinggal bersama dengannya.

" Mengapa Tante itu harus pindah ke daerah sini, padahal Galuh sudah memutuskan untuk pindah ke sini agar tidak bertemu dengan kedua orang tuanya. Tetapi ibunya justru pindah ke daerah sini, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dirasakan oleh Galuh nantinya."

Ia pun berencana ingin memberitahukan kabar tersebut kepada Galuh, tetapi ia takut nantinya gali justru akan semakin bersedih ketika mengetahui hal tersebut. Ia tampak pingin dan juga bimbang, dan ahirnya memutuskan untuk bungkam saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!