Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 TIDAK PERNAH BERHENTI
Di sebuah kebun pisang dan ada beberapa pohon besar di sekitar kebun, tampaknya Leon kebingungan kemana perginya mereka membawa janet, kini dirinya berdiri di tengah-tengah kebun di kelilingi pohon pisang dan juga pohon besar, ia melangkah jalan cepat mencari sekeliling kebun tersebut.
Orang-orang suruhan Aska membawa tubuh janet ke dalam sebuah gubuk rumah di tengah kebun. setelah berhasil lolos dari kejaran mobil Leon, kini mereka melangkah masuk ke dalam gubuk rumah, membaringkan tubuh janet di atas ranjang terbuat dari dahan bambu. Setelah selesai meletakkan tubuh janet di atas bambu, kini mereka berdua terlihat capek dan lelah. mereka berdua pun duduk di bawah tanah dengan nafas berat karena capek.
"Gila ya... hanya menculik seorang wanita, gimana amat! ". Ujar nya mengeluh
" iya". jawab teman nya
tap
Tap
Tap
Leon terus menyusuri sebuah kebun di mana-mana namun tak kunjung temukan, sepertinya Leon sedikit tersesat
"Sial!! ". Ucap Leon kesel menyalahkan dirinya sendiri
Malam semakin gelap gulita dan semakin dingin banyak nya nyamuk di serbu. tubuh Leon di kelilingi nyamuk berdarah. ia terus tampar kaki dan tangan setelah di gigit nyamuk berdarah.
Leon masih belum menyerah ia melangkah cepat mencari janet lagi walaupun malam semakin gelap dan dingin
Di gubuk rumah...
"nih... ". temannya memberikan sebuah teh hangat untuk nya.
" Bos kita akan kesinii?? ". tanya nya duduk di bawah dahan pohon besar sambil minum air
" iya... besok". jawabnya singkat meminum air di gelasnya itu.
Berlahan janet tersadar ia membuka mata dengan pelan melihat sekeliling dengan ekpresi bingung dan heran. Dirinya pun kaget kedua tangannya sudah di ikut kuat di bambu yang ia tiduri itu. Janet panik dan ketakutan.
"TOLONG, TOLONG!! ". Terak keras janet dengan nada meminta tolong.
sontak mereka berdua kaget, mereka bergegas banget berjalan cepat masuk kedalam gubuk rumah itu.
" HEI.. TOLONG!! ". Teriak janet dengan rasa ketakutan
" HEI DIAM...!!! ". Seorang pria yang menculik janet datang dengan nada tegas dan bentakan pada janet.
" kalian berdua siapa?? lepaskan saya! ". minta janet memberontak berusaha melepaskan diri
" SAYA.. BILANG DIAM!! ". Ucap nya bentak pada janet.
Di rumah aska...
Pesta yang seharusnya menjadi sesuatu hiburan dan menyenangkan kini menjadi kacau dan berantakan setelah orang-orang jahat itu datang mengecam mereka.
para polisi datang mencari olah TKP kejadian beberapa tamu undangan memberikan kesaksian pada pak polisi.
ana yang sedang memberikan kesaksian pada polisi, dirinya memperhatikan sekitar mereka, ia melihat aska dan ayahnya lagi kasih keterangan pada polisi juga.
ana menatap sinis dengan tajam, ia mencurigai sesuatu, ana curiga pada mereka berdua, aska terlalu tenang begitu juga dengan ayahnya.
setelah memberikan kesaksian pada polisi ana melangkah.
"ana!! ". sahut Dev melangkah mendekat
ana pun menoleh pada Dev
" kamu tahu janet ada di mana?? ". tanya Dev pada ana
" hah?? aku tidak tahu. memang nya tidak ada di antara mereka? ".Tanya balik ana pada Dev
" tidak ada. aku sudah mencarinya juga tidak ada, aku sudah berusaha menelepon janet tapi ponsel nya tidak aktif ". ujar Dev kebingungan
ana terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Dev barusan, dirinya mulai mencurigai sesuatu.
"gimana dengan sopir pribadinya, nona janet apakah dia ada?? ". tanya ana pada Dev
" tidak. aku tidak melihat nya sama sekali dia juga hilang entah kemana ". Ucap dev
Tampaknya ana semakin gelisah tidak tenang mendengar kedua orang itu tidak ada di tempat kejadian. sekilas ana melihat sebuah mobil hitam milik aska di ikuti oleh ayahnya ana, kini ana pun bernick akan mengikuti mereka berdua.
Dev yang melihat wajah ana yang sedang memperhatikan sesuatu jadi heran.
"kamu kenapa?? " tanya Dev pada ana
"Tidak ada apa-apa, aku pergi dulu iya ". Pamit ana langsung bergegas pergi meninggalkan Dev
Tampaknya aska tidak menyadari ada sebuah mobil mengikuti dirinya dari belakang, ia begitu asik mendengar ka musik dengan keras menyetir mobil sendiri, ia pun gas menambah kecepatan mobil nya.
" aku datang... love you!! ahahahha". Tawa senang aska di dalam mobil menyetir sendiri.
Mobil muncul di belakang Ayahnya, ana tampaknya itu mobil ana mengikuti mobil ayahnya sendiri. ia tahu ini pasti akan terjadi dirinya tidak akan membiarkan hal buruk.
Tidak lama kemudian setelah perjalanan jauh, kini mobil aska berhenti di sebuah tempat pom bensin menunggu pengisian bensin. setelah selesai mengisian bensin aska lanjut jalan. aska melihat ke kiri dengan ria lalu melihat ke kaca spion, sontak aska terkejut ada sebuah mobil hitam mengikuti dirinya.
aska tahu siapa yang mengikuti dirinya itu. Aska berfikir untuk mengalihkan perhatian, aska pun ada ide... dirinya membelokan setir mobil melaju cepat.
di belakang mobil ayahnya, ana pun mengikuti dengan hati-hati agar tidak ketahuan.
Ayahnya ana heran kenapa aska ke arah pemakaman kuburan. Mobil aska berhenti di depan pemakaman kuburan, ia keluar dari dalam mobil membawa sebuah buket bunga untuk menziarahi pemakaman seseorang.
Ayahnya, ana jadi bingung dan terheran-heran, dirinya bertanya-tanya entah siapa aska menziarahi.
"kenapa orang itu, masuk ke pemakaman?? mau apa dia sebenarnya? ". Gumam ayahnya, ana dengan rasa bingung nya.
ana yang memperhatikan dari jauh hanya terseyum. ia tahu ini trik aska agar mengelabui ayahnya.
" aska!! sangat pintar dia itu!! hmm! ". Gumam Ana senyum sinis di dalam mobil nya.
Lama menunggu aska keluar dari pemakaman, ayahnya ana sedikit curiga dan aneh. dirinya pun keluar dari dalam mobil. melihat sekitar, ia melangkah jalan memasuki pemakaman kuburan itu.
Ayah ana masuk ke dalam melihat sekeliling pemakaman tapi tidak ada siapa pun, ia pun terheran-heran kemana pergi nya aska.
Tampaknya aska berhasil mengelabui ayahnya ana, ia melangkah jalan memasuki mobil lain yang sudah menunggu dirinya menjemput.
ana yang melihat itu pun bergegas menjalankan mobil nya mengikuti mobil aska dari belakang mobil.
mengikuti aska adalah pilihan ana mencari keberadaan janet, ia tahu rencana kekacauan pesta itu ulahnya aska bukan ayahnya sendiri. ana akan mencari tahu. apa yang aska ingin kan dari janet.
mobil aska memasuki wilayah pedesaan melaju dengan cepat. tampaknya aska belum menyadari kalau mobil ana mengikuti dia.
sampai lah di sebuah gubuk rumah tengah perkebunan, dirinya ke luar dari dalam mobil melangkah jalan menghampiri pintu itu.
Ana yang melihat itu ia keluar dari dalam mobil tidak lupa tutup pintu mobil nya. Ia melangkah pelan dan tetap waspada sekitar tempat perkebunan ini. dirinya mengedap-gedap berhenti-hati dengan langkah tenang. ia ana melihat ada celah, dirinya pun melihat celah itu memeriksa di dalam gubuk itu.