Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
Selama diperjalanan menuju apartemen Santa sahabat Alisha, Vania berusaha mengorek informasi tentang Fandi. "Alisha, kamu sama kak Fandi sudah lama ya punya hubungan spesial?" tanya Vania ingin tau.
"Lumayan lama sih, sekitar 1 tahunan. Memangnya kenapa Van?" tanya Alisha balik.
"Eh enggak kenapa napa, cuma tanya aja sih" sahut Vania santai tapi dalam hati ingin mengetahui informasi lebih tentang Fandi.
"Oh ya Lis, kak Fandi orangnya seperti apa sih? Soalnya sejak kenal tadi sepertinya dia tipe cowok yang hampir sempurna gitu. Dia ramah , kalau diajak ngobrol nyambung dan juga aku perhatikan dia sangat perhatian sekali sama kamu" ucap Vania lagi.
Alisha tersenyum kecil, memang dia akui kekasihnya adalah tipe pria perhatian dan baik hati. Fandi juga sangat dewasa, sehingga Alisha merasa nyaman saat bersama Fandi.
"Iya kamu benar Van, mas Fandi adalah sosok pria penyayang dan perhatian. Meskipun mas Fandi sibuk kuliah dan kerja, akan tetapi mas Fandi selalu sempetin waktu untuk aku sehingga aku tidak merasa dicuekin" jawab Alisha tersenyum manis saat mengingat momen indah saat bersama sang kekasih.
Vania yang mendengar perkataan Alisha, kedua tangannya meremas dress yang ia kenakan.
"Wah kamu beruntung Lis, punya kekasih seperti kak Fandi. Aku juga pingin suatu saat nanti punya pasangan seperti kak Fandi. Kamu tau sendiri kan sampai saat ini aku belum pernah dekat dengan cowok. Baru pertama kali ini aku bertemu cowok sebaik kak Fandi" ujar Vania memasang wajah lesu.
"Iya aku doakan semoga kelak kamu akan bertemu pria yang kamu idam idamkan Van. Asal bukan cowok aku yang kamu rebut" sahut Alisha santai.
Deg
Vania yang mendengar perkataan Alisha langsung tersenyum canggung, padahal dalam hati dia menahan kesal karena seolah Alisha menuduh dirinya.
"Hahaha...kamu ada ada aja Lis, ya enggak mungkin aku sejahat itu tega merebut pacar kamu. Aku memang ingin punya pasangan seperti kak Fandi tapi bukan berarti ingin merebut dia dari kamu Lis. Toh laki laki baik bukan hanya pacarmu saja kan?" tawa canggung Vania nampak terlihat jelas namun Alisha hanya diam saja fokus menyetir mobil.
"Syukurlah kalau kamu enggak ada niatan kayak gitu, soalnya sejak tadi kamu berbicara tentang mas Fandi seolah kamu tertarik dengan pacar aku" sahut Alisha datar. Setelah itu tidak ada lagi percakapan apapun didalam mobil tersebut. Hingga tak lama kemudian mereka sudah sampai disebuah bangunan menjulang tinggi yaitu apartemen mewah ditengah kota.
Sedangkan Santa yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan Alisha langsung masuk kedalam, namun saat akan duduk di kursi samping pengemudi ternyata ada seseorang yang tak lain Vania sepupu Alisha.
Ceklek
Saat pintu mobil terbuka nampak Vania tersenyum ramah menyapa Santa, namun saat Santa melihat Vania tiba tiba expresi wajahnya berubah datar.
"Oh sorry gue kira enggak ada orang, bug" Santa langsung menutup pintu mobil cukup keras sehingga Vania dan Alisha terkejut dibuatnya.
"Aduh Santa kampret..!! kalau tutup pintu pelan pelan ngapa, kalau pintunya copot gimana?" protes Alisha kesal dengan kelakuan sahabatnya.
"Kalau rusak beli lagi, enggak usah bergaya kayak orang susah. Bokap Lo kalau cuma beli 10 mobil mewah sekaligus masih sanggup kali" sahut Santa terdengar menyebalkan.
"Serah deh, asal kamu bahagia" ucap Alisha lebih baik mengalah.
"Nah gitu dong, baru sahabat gue yang cantik jelita" ujar Santa langsung duduk nyaman menyandarkan punggungnya di kursi penumpang.
Alisha hanya mendengus kesal dengan sikap sahabatnya, namun mau bagaimana lagi dia sudah terbiasa dengan sikap Santa. Alisha tau apa yang membuat sang sahabat berubah badmood, itu semua karena tempat duduk yang biasa ia tempati diduduki orang lain.
Alisha langsung tancap gas menuju mall terbesar di kota itu, tidak sampai 30 menit mobil yang ia kendarai sudah sampai di mall.
Saat ini 3 gadis cantik tersebut berjalan beriringan seraya melihat lihat apa saja yang akan mereka beli. Meskipun Santa berpenampilan seperti cowok namun wajah cantiknya tidak bisa dianggap remeh. Penampilan seperti cowok namun wajah cantik sekaligus tampan bersamaan membuat siapapun akan berfikir bahwa dia cowok tampan berpenampilan menarik. Dulu Fandi sempat cemburu terhadap Santa, karena penampilan Santa dilihat dari sisi manapun terlihat seperti pria tulen berwajah tampan rupawan bahkan ketampanan Fandi tertandingi dengan wajah Santa padahal Santa seorang cewek tulen hanya saja penampilannya seperti pria. Namun sejak dia tau kalau Santa seorang perempuan barulah Fandi tenang.
Sejak keluar dari dalam mobil, Santa langsung menggenggam tangan mungil Alisha. Tubuh Santa yang tinggi 175 cm membuat Alisha terlihat mungil karena tinggi badan Alisha 160 cm. Alisha yang sudah terbiasa dengan sikap Santa hanya pasrah enggak menolak sama sekali saat tangannya digenggam sahabatnya. Sedangkan Vania yang melihat Santa pertama kali Vania sempat terpesona dengan ketampanan Santa, namun saat dia tau bahwa Santa seorang perempuan Vania sedikit kecewa.
"San, kamu mau beli apa?" tanya Alisha kepada sahabatnya saat mereka sudah masuk kedalam mall.
"Gue mau beli jaket Hoodie dan topi, lo mau beli apa?" tanya Santa balik.
"Aku mau beli skincare dan jepitan rambut. Kalau kamu mau beli apa Van, tadi mama sudah transfer uang untuk belanja keperluan kita" tanya Alisha kepada sepupunya yang sejak tadi diam saja.
"Aku mau beli beberapa pakaian dan keperluan aku Lis, soalnya tadi malam enggak sempat bawa apapun hehehe. Kalau soal uang aku ada kok Lis, kebetulan aku juga bawa beberapa uang cas dan kartu ATM" jawab Vania.
"Oke, kalau gitu ayo kita berpisah saja mencari barang masing-masing yang mau dibeli, nanti kita kumpul disini lagi. Biar enggak pulang terlalu malam, apalagi kita mau nonton bioskop juga kan?" usul Alisha yang disetujui oleh mereka berdua. Akhirnya mereka bertiga berpisah karena mau membeli barang keperluan masing masing.
Vania yang sedang asyik memilih pakaian tiba tiba ponselnya berdering, saat ia mengambil ponselnya dari dalam tas ternyata panggilan dari mamanya. "Mama" Vania langsung menerima panggilan tersebut.
"Hallo ma.." belum sempat Vania menyapa mamanya tiba-tiba terdengar suara dingin papanya.
"Dasar anak tidak berguna, bikin malu saja kamu..!! Pergi enggak pamit kamu anggap apa kami hah..!!? Pulang sekarang!" bentak Roni dari balik telfon dengan nada marah.
"Tapi pa, aku.."
"Enggak ada tapi tapian, papa minta kamu pulang sekarang Vania Larissa!! Kalau sampai kamu enggak pulang hari ini, papa enggak akan pernah menganggap kamu anak, tut tut" panggilan dimatikan sepihak. Air mata Vania langsung luruh seketika, padahal ia ingin menenangkan diri dirumah tantenya, justru membuat papanya marah.
Tak lama terdengar notifikasi pesan masuk" ting" 1 pesan masuk dari nomor mamanya. "Vania pulanglah mama mohon, jangan membuat papamu marah besar" pesan dari Laras mama Vania.
Vania tidak membalas pesan dari mamanya, ia langsung memasukkan ponselnya kedalam tasnya kembali. Vania buru buru menghapus jejak air matanya agar tidak ada yang tau termasuk Alisha. Vania melanjutkan urusannya yang tertunda memilih beberapa pakaian seolah olah tidak terjadi apapun.
Setelah puas berbelanja, mereka bertiga langsung menuju bioskop yang ada di dalam mall.
Saat ini Santa duduk sebelah kanan Alisha sedangkan Vania sebelah kiri Alisha, posisi Alisha ditengah tengah diapit Vania dan Santa. Santa yang sejak tadi ingin menanyakan sesuatu kepada Alisha, akhirnya ia mempunyai kesempatan bertanya tentang Vania.
"Eh kampret, kenapa Lo ngajak sepupu Lo segala sih?" protes Santa tidak suka.
"Sorry..
Aku enggak ada niatan ngajak Vania, tapi mama nyuruh aku ngajak Vania sekalian. Karena mama sedang ada keperluan dengan pekerjaannya, jadi karena kasihan akhirnya mama nyuruh aku ngajak Vania juga. Maaf ya San, aku enggak sempat kasih tau kamu" jawab Alisha.
"Oke enggak apa apa, tapi lain kali jangan ngajak dia lagi gue kurang suka" bisik Santa. Sedangkan Alisha hanya mengangguk saja kebetulan film sudah mulai diputar dan mereka mulai fokus menonton film.