Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Saat inspektur polisi sedang berbicara dengan Adiguna, ada anak buahnya membawa sepasang suami istri tuna wisma yang sedang bermalam di hutan kota.
" Maaf pak Adiguna saja jeda sebentar ini sepertinya ada saksi mata baru, mungkin bisa membantu penyelidikan kasus kecelakaan ini" ujar inspektur polisi.
Setelah menutup telpon dari inspektur polisi Adiguna mengepalkan tangannya dengan kuat sambil bicara sendiri. " Kalian sudah mencelakai anakku,,,kalian akan terima akibatnya...!!", Ayo keluar tikus got...keluar dari sarangmu..akan kubuat kalian menyesal seumur hidup!!! gumamnya lagi.
Adiguna memanggil asistennya dan memerintahkan agar menghubungi wartawan dan stasiun televisi agar menyiarkan berita anaknya yang mengalami kecelakaan.
" Aldo hubungi wartawan media cetak dan stasiun televisi , minta mereka menyiarkan berita mengenai kecelakaan Dara. Bila perlu suruh mereka buat Headline besar di media cetak maupun elektronik.
" Baik tuan, saya akan menghubungi pihak wartawan"
\=\=\=\=\=\=\=\=
Kemudian inspektur polisi itu melihat ke arah sepasang suami istri tunawisma dengan penampilan yang lusuh itu . Mereka terlihat sangat ketakutan terlebih dilokasi kejadian sudah banyak tim polisi yang diturunkan untuk menyisiri hutan kota dengan anjing pelacak.
Melihat mereka berdua yang sangat ketakutan, inspektur itu berbicara dengan tenang dan sopan.
Inspektur polisi :" Apakah bapak/ ibu melihat kejadian kecelakaan mobil itu? " Saat kejadian bapak/ ibu sedang berada dimana? Bisa ceritakan apa yang Bapak/Ibu lihat?
Tunawisma :" Saat hujan deras kami berteduh di bekas pos jaga di hutan kota" Saat kami sedang beristirahat terdengar bunyi klakson mobil yang kemudian langsung terdengar bunyi hantaman yang sangat kuat sekali"
"Tetapi karena hujan sangat lebat disertai guntur dan petir kami mengira itu suara guntur. Sesudah itu kami mendengar suara alarm mobil di dekat pohon besar itu" ia menunjuk pohon besar di belakangnya.
"Karena penasaran kami berniat kesana untuk melihat, kami sangat kaget ternyata ada mobil yang menabrak pohon" Ketika berjalan hendak mendekati mobil itu, dari semak-semak kami melihat seseorang memakai jaket hitam dan helm hitam juga berjalan kearah mobil merah itu. Dia seperti berbicara dengan seseorang dan berkata, 'Misi selesai , gadis itu sudah mati'.
"Karena mendengar ia berbicara tentang kematian kami yakin pasti dia orang jahat. Kami sangat ketakutan dan mengurungkan niat kami untuk melihat kesana, kami juga mendengar ia memerintahkan teman-temannya untuk segera pergi dari hutan kota menggunakan mobil van hitam.
Kemudian orang berjaket hitam itu juga berlari keluar hutan menggunakan motor setelah ada kendaraan yang lewat disana.
"Saat orang itu pergi kami kembali berniat ingin menolong penumpang dalam mobil, tetapi niat kami urungkan karena ada 2 orang yang turun dari mobil sedan hitam mendekati mobil itu kami pikir mungkin mereka satu komplotan dengan orang jahat tadi.
" Kami sangat ketakutan ditambah cuaca yang gelap dan hujan lebat akhirnya kami berjalan mengendap-mengendap diantara semak belukar untuk bersembunyi di tempat tadi kami berteduh bekas pos jaga dalam hutan kota".
"Selama kami bersembunyi disana kami selalu berdoa semoga ada orang baik yang menyelamatkan penumpang dalam mobil itu".
Inspektur polisi : Saat kejadian apakah bapak/ibu melihat ada orang lain disekitar lokasi kejadian? Atau ada kendaraan lain disana?
Tunawisma : Kami melihat ada beberapa orang yang berpakaian hitam-hitam dan memakai topeng kami tidak tau persis jumlahnya berapa karena saat itu kondisinya gelap dan hujan lebat. Tapi kami melihat mereka pergi menggunakan mobil van hitam.
Inspektur polisi : Terima kasih atas keberanian bapak/Ibu untuk memberikan kesaksian atas kasus ini. Keterangan dari Bapak/Ibu sangat membantu kami dalam mengungkap penyebab kecelakaan maut ini.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏