NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:759
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aksi boncengan

Y/n menggosok dahinya pelan sambil meringis

" iya iya bujang yg paling pinter, ganteng, baik.. "Ledek [y/n]

Mendengar rentetan pujian yang jelas-jelas bernada ledekan itu, langkah kaki Ariel mendadak berhenti. Dia mematung di tengah koridor, membelakangi [y/n] agar gadis itu tidak bisa melihat bagaimana ekspresi wajahnya sekarang.

​[y/n] yang masih asyik meringis sambil menggosok dahinya, hampir saja menabrak punggung tegap Ariel.

​"ada apa?, Bujang yang paling pinter, ganteng, baik...kenapa berhenti di tiba tiba? " ulang [y/n] sekali lagi dengan nada suara yang sengaja dibuat imut, mencoba melihat reaksi dari Ariel.

​Ariel berbalik perlahan. Matanya menyipit tajam, tapi ada kilatan aneh di sana—bukan marah, melainkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi jantung [y/n].

​"Lu bilang apa tadi?" tanya Ariel rendah. Dia melangkah maju satu tindak, membuat [y/n] terpaksa mundur sampai punggungnya menyentuh loker besi di koridor.

​"E-eh? Tadi... pinter, ganteng, baik?" [y/n] menjawab terbata-bata, nyalinya yang tadi setinggi langit gara-gara pantun ubur-ubur mendadak menciut. "Kan... emang bener? Lu pinter tawuran, ganteng kalau diliat dari monas, terus baik karena nggak biarin gua dimakan si Pirang..."

​Ariel menumpukan salah satu tangannya di loker tepat di samping kepala [y/n], mengurung gadis berambut biru itu dalam jarak yang sangat dekat. Aroma parfum Ariel yang bercampur sedikit bau deterjen menyergap indra penciuman [y/n].

​"Ganteng, ya?" gumam Ariel. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringai tipis. "Baru sadar lu?"

​[y/n] menelan ludah, matanya yang cokelat menatap ke mana saja asal bukan ke mata Ariel. "P-pede banget lu! Udah ah, awas! Nanti diliat guru!"

​"Biarin," sahut Ariel cuek. Dia tidak beranjak, malah semakin mendekatkan wajahnya. "Habis ini lu langsung ke kafe Paman Indra kan?"

​[y/n] mengangguk kaku. "Iya, kan gua kerja sore nanti."

​"Bagus. Berangkat sama gue. Jangan berani-berani naik angkot sendirian lagi," perintah Ariel tegas.

Dia akhirnya menjauhkan tubuhnya, memberikan ruang bagi [y/n] untuk bernapas lega.

​Ariel berjalan mendahului [y/n] menuju kelas, [y/n] tidak bisa melihat jelas bagaimana tangan Ariel meremas ujung hoddie nya sendiri dengan kuat—sebuah tanda kalau sebenarnya cowok itu juga sedang berusaha menahan rasa salah tingkahnya sendiri gara-gara pujian "ganteng" .

​[y/n] menarik napas panjang, mencoba menormalkan detak jantungnya yang sudah seperti mau meledak.

​"Dasar Bujang... dikasih pujian dikit aja langsung mode alpha," batin [y/n] sambil menyusul Ariel masuk ke kelas.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring. [y/n] segera membereskan buku-bukunya, memasukkan alat tulis ke dalam tas ranselnya yang sudah penuh dengan baju ganti. Dia sempat melirik ke arah bangku belakang, tapi Ariel sudah menghilang lebih dulu.

​"Duh, tadi katanya mau bareng, malah ngilang si Bujang," gumam [y/n] pelan.

​"Cieee, nyariin siapa tuh? Yang rambutnya item, mukanya galak, tapi sukanya cewe manis kayak elu?" goda Yupi yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya bersama Amu.

​[y/n] cuma bisa nyengir pasrah. "Udah ah, gue mau kerja. Duluan ya!"

​Saat [y/n] sampai di depan gerbang sekolah, dia melihat kerumunan siswi yang sedang berbisik-bisik heboh. Di tengah kerumunan itu, terlihat sebuah motor sport hitam legam yang mesinnya sedang menderu pelan. Sang pengendara, Ariel, duduk santai di atasnya sambil menyandarkan helm full-face di tangki motor.

​Begitu melihat [y/n], Ariel langsung mengarahkan pandangannya tajam. Dia melemparkan sebuah helm bogo warna biru—yang entah sejak kapan dia punya—ke arah [y/n].

​"Lama banget lu. Berkarat nih mesin motor gue nungguin lu doang," ketus Ariel, tapi dia tetap mengulurkan tangan untuk membantu [y/n] naik ke jok belakang yang cukup tinggi itu.

​[y/n] memakai helmnya, wajahnya sedikit memerah karena jadi pusat perhatian. "Ya maaf, tadi beresin buku dulu."

​"Pegangan," perintah Ariel singkat.

​"Hah?"

​Belum sempat [y/n] bereaksi, Ariel sudah menarik kedua tangan [y/n] dan melingkarkannya ke pinggangnya. "Pegangan yang kenceng kalau nggak mau terbang. Gue nggak mau tanggung jawab kalau lu jatuh terus jadi gepeng di aspal."

​[y/n] terpaksa memeluk pinggang Ariel dengan erat. Dia bisa merasakan otot perut Ariel yang keras di balik jaket hitamnya. Jantung [y/n] kembali berdisko nggak karuan.

​VROOOOM!

​Ariel menarik gas dengan kencang, meninggalkan area sekolah dengan kecepatan tinggi. Angin sore menerpa rambut biru [y/n] yang menjuntai di balik helm.

​Di tengah perjalanan menuju Meo Kafe, suasana terasa sangat seru. [y/n] yang biasanya merasa dunia ini gelap, kini merasa bebas. Dia menyandarkan kepalanya di punggung Ariel, menikmati aroma maskulin dan kehangatan dari cowok yang katanya "kriminal" itu.

​"Riel! Pelan-pelan dong! Gua belum mau mati muda!" teriak [y/n] di balik helm.

​Ariel tertawa kecil—tawa yang jarang sekali terdengar. "Biar adrenalin lu naik! Biar lu lupa sama masalah rumah lu!"

​Tapi, saat mereka sedang asyik menikmati perjalanan, sebuah mobil sedan merah melaju kencang dari arah belakang dan sengaja memepet motor Ariel.

Kaca mobil itu terbuka, dan terlihat Velora di dalam sana bersama seorang cowok yang tampak seperti kakak kelas atau pacar barunya yang terlihat sangar.

​"Woi, sampah jalanan! Minggir nggak?!" teriak si cowok pengendara mobil itu sambil membunyikan klakson berkali-kali.

​Velora menjulurkan kepalanya keluar jendela sambil tertawa mengejek. "Liat tuh, pasangan gembel lagi jalan-jalan pakai motor butut! Minggir, Ariel! Lu nggak level jalan sama cewek berantakan kayak dia!"

​Ariel menyipitkan matanya. Dia melirik ke arah [y/n] lewat spion. "Lu pegangan yang bener, [y/n]. Kita bakal kasih pelajaran sedikit buat si Pirang dan anteknya."

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!