NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31.Perempuan tahun-90 vs pangeran monster.

Pesta di aula utama masih berlangsung meriah. Musik mengalun lembut, tawa para bangsawan terdengar di mana-mana, dan cahaya lampu kristal memancarkan kemegahan yang membutakan mata. Namun, Luna ria merasa sesak. Terlalu banyak orang, terlalu banyak tatapan, dan terlalu banyak drama yang harus ia mainkan.

Tanpa banyak bicara, ia mengajak Ka el meninggalkan keramaian. Ia butuh kejelasan. Ia butuh bicara dari hati ke hati sebelum semuanya menjadi terlalu rumit dan tidak bisa ditarik kembali.

"Pangeran, bisakah kita bicara berdua. "

"Baik, ikuti aku. "

Ka el pun berjalan didepan Luna ria, dan Luna ria perlu berbicara berdua setelah pembicaraan dengan orang tua Ka el.

Mereka berdua kini berada di ruang kerja pribadi Ka el. Ruangan yang luas, gelap, dan dipenuhi aroma kayu cendana yang bercampur dengan aroma dingin khas sihir tingkat tinggi. Di sini sunyi. Sangat sunyi. Hanya suara detak jam dinding antik yang terdengar berirama.

Luna ria berdiri tegak di tengah ruangan, tepat berhadapan dengan Ka el yang bersandar santai di tepi meja kerjanya yang besar. Wajah gadis itu datar, matanya tajam menatap lurus ke arah pria di depannya. Tidak ada lagi rasa takut yang berlebihan, hanya rasa kesal dan keinginan kuat untuk menyelesaikan masalah ini.

"Baiklah, sekarang kita berdua saja," buka Luna ria langsung, suaranya tenang namun tegas. "Aku tidak mau bertele-tele,pangeran Ka el. Kita perlu bicara soal pernikahan ini."

Ka el mengangkat sebelah alisnya, senyum tipis selalu terukir di bibirnya. Senyum yang membuat orang lain tidak bisa menebak apa yang sebenarnya ia pikirkan.

"Memangnya ada masalah, Sayang? Bukankah semuanya berjalan lancar? Orang tuamu sudah dihukum, Raja sudah setuju, dan seluruh Avalon tahu kalau kau akan menjadi Ratu-ku."

"Itulah masalahnya!" potong Luna ria cepat, ia melangkah maju selangkah. "Aku tidak mau! Aku menolak pernikahan ini, pangeran Ka el!"

Suasana di ruangan itu seketika membeku.

Luna ria menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri agar suaranya tidak bergetar karena intimidasi aura pria itu.

"Dengar, aku tahu kau butuh istri dari keluarga Star born. Dan keluargaku punya dua anak. Aku dan Lae ria," kata Luna ria perlahan, menjelaskan logika yang menurutnya paling masuk akal. "Lae ria itu cantik, pintar, penyihir hebat, dan dia sangat mengidolakanmu. Dia yang selalu bermimpi jadi Ratu. Dia jauh lebih pantas daripada aku. Dia yang seharusnya ada di sini, bukan aku."

Luna ria bicara panjang lebar, menjelaskan betapa cocoknya Ka el dengan Lae ria. Bagaimana Lae ria bisa mengimbangi kekuatannya, bagaimana Lae ria bisa beradaptasi dengan kehidupan istana, dan bagaimana dirinya sendiri hanyalah gadis biasa yang tidak punya sihir, tidak punya bakat, dan hanya ingin hidup tenang.

Ia berharap Ka el akan mengerti. Ia berharap pria itu akan berpikir logis dan setuju untuk bertukar pasangan.

Namun...

Harapan Luna ria pupus seketika.

Selama Luna ria bicara, Ka el hanya diam. Ia tidak menyela, tidak bertanya, dan tidak menunjukkan tanda-tanda setuju atau tidak setuju. Pria itu hanya menatap wajah Luna ria lekat-lekat, matanya yang merah itu tampak berkilat aneh, dan senyum di bibirnya justru semakin lebar. Seolah-olah apa yang baru saja dikatakan Luna ria bukanlah sebuah penolakan serius, melainkan sebuah lelucon yang lucu.

"Kau dengar tidak apa yang aku katakan?!" Luna ria mulai kesal melihat sikap Ka el yang cuek dan seolah meremehkannya. "Aku bilang aku tidak mau! Dan Lae ria lebih pantas untukmu! Kenapa kau malah tersenyum?! Aku tidak sedang bercanda, pangeran Ka el!"

Baru setelah Luna ria membentak, Ka el akhirnya bergerak.

Perlahan, pria itu mendorong tubuhnya dari meja. Ia melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah.

Setiap langkah kakinya terasa berat, membuat lantai kayu di bawahnya seakan ikut bergetar. Aura gelap yang selama ini ia tahan, mulai sedikit terlepas, membuat udara di ruangan itu terasa semakin berat dan sulit untuk bernapas.

"K-Kau... mau a...apa?" Luna ria mulai gugup. Instingnya mengatakan untuk mundur. Ia mulai melangkah mundur menjaga jarak, sementara Ka el terus maju mendekat. "Jangan dekat-dekat! Kita sedang bicara serius!"

Ka el tidak menjawab. Ia hanya terus menatap Luna ria dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa ingin memiliki, obsesi, dan sesuatu yang lain yang lebih dalam.

"Lae ria..." gumam Ka el pelan, suaranya rendah dan bergetar, seolah sedang mengeja nama yang tidak penting. "Kau pikir aku butuh penyihir hebat? Kau pikir aku butuh wanita yang sempurna dan anggun seperti boneka porselen?"

Mundur. Luna ria terus mundur. Jantungnya berdegup kencang bukan karena jatuh cinta, tapi karena rasa was-was yang bercampur adrenalin. Pria ini gila! Benar-benar gila!

Hingga akhirnya...

BRUK!

Punggung Luna ria menabrak dinding batu yang dingin.

Ia terpojok. Tidak ada jalan untuk mundur lagi.

Ka el berhenti tepat di depannya. Sangat dekat. Jarak mereka hanya tinggal beberapa jengkal saja. Dada bidang pria itu hampir menyentuh dada Luna ria. Luna ria bisa merasakan hangatnya tubuh pria itu, bisa mencium aroma maskulin yang kuat, dan bisa melihat jelas pupil mata merah itu yang membesar menatapnya.

Luna ria mendongak menatap wajah tampan namun menakutkan itu. Tangannya terkepal kuat di sisi tubuh, siap siaga.

Ka el menundukkan wajahnya, mendekatkan wajahnya ke telinga Luna ria, membuat gadis itu menahan napas.

"Kau salah besar, Luna ria," bisik Ka el, suaranya serak dan dalam, bergema langsung di dalam kepala Luna ria. "Aku tidak butuh Lae ria. Aku tidak pernah menginginkannya. Wanita seperti dia terlalu lemah, terlalu manja, dan terlalu membosankan untukku."

Ka el mengangkat tangannya, menyentuh dinding tepat di samping kepala Luna ria, mengurung gadis itu dalam pelukan lengannya tanpa benar-benar menyentuhnya.

"Yang aku inginkan... adalah kau. Hanya kau. Dan kau tidak punya hak untuk menolak," ucap Ka el tegas, nada bicaranya berubah menjadi perintah mutlak. "Kau milikku. Tubuhmu, hatimu, hidupmu... semuanya milikku. Tidak peduli kau punya sihir atau tidak. Tidak peduli kau mau atau tidak. Aku yang menentukan, dan aku memilihmu."

Luna ria memejamkan mata sejenak, merasa frustrasi setengah mati.

Dasar egois! Dasar diktator! Pikirnya kesal.

Ia tidak mau menjadi Putri Mahkota! Ia tidak mau hidup dalam aturan ketat, upacara mewah, dan tekanan politik! Yang ia inginkan hanyalah hidup santai, makan enak, tidur nyenyak, dan bebas melakukan apa saja tanpa ada yang mengatur!

Tapi pria di depannya ini, si monster bernama Ka el drago mir, seolah sengaja datang untuk menghancurkan seluruh rencana hidupnya yang indah!

"Kau salah, Pangeran," jawab Luna ria akhirnya, suaranya bergetar tapi bukan karena takut, melainkan karena menahan amarah. "Aku bukan boneka yang bisa kau ambil seenaknya. Aku punya keinginan sendiri! Dan aku bilang TIDAK! Aku tidak mau!"

"Keras kepala ya..." Ka el tersenyum miring, ia mengangkat dagu Luna ria dengan jarinya, memaksa gadis itu menatap matanya. "Suka atau tidak suka, besok lamarannya tetap jalan. Kau akan menjadi istriku."

"ARGH! DASAR PRIA GILA!"

Luna ria sudah tidak tahan lagi. Ia tipe wanita yang tidak suka ditekan. Ia bukan gadis lemah yang akan menangis atau pasrah begitu saja.

Siapa sangka, di dalam tubuh Luna ria Star born yang lemah dan tidak punya sihir ini, tersimpan jiwa dan raga seorang pemimpin geng jalanan dari era modern! Jiwa seorang wanita tahun 90-an yang tangguh, berani, dan sudah terbiasa menghadapi preman, penjahat, dan orang-orang berbahaya jauh lebih menyeramkan daripada Pangeran mana pun!

Bagi Luna ria, Ka el hanyalah seorang laki-laki sombong yang kebetulan punya kekuatan lebih. Dan cara terbaik menghadapi laki-laki yang sok berkuasa dan berlebihan dalam bertindak... ada satu jurus ampuh yang selalu berhasil!

Tanpa pikir panjang, tanpa rasa takut sedikitpun.

Saat Ka el sedang asyik menikmati momen 'mengintimidasi' calon istrinya, merasa menang dan berkuasa...

DORRR!!!

Dengan gerakan cepat dan akurat, Luna ria mengangkat lutut kanannya dengan sekuat tenaga!

DUARR!!

Lutut keras itu mendarat tepat sasaran! Tepat di area paling sensitif dan paling vital milik pria itu!

"AGGH!!!!"

Terkejut! Sangat terkejut!

Ka el tidak pernah menyangka! Tidak pernah terpikirkan olehnya sedikitpun!

Wanita ini... wanita yang baru ia selamatkan, wanita yang seharusnya lemah dan takut padanya... berani menyerangnya?! Dan dengan cara se-jorok ini pula?!

Wajah tampan Ka el yang biasanya dingin dan angkuh, seketika berubah pucat pasi. Matanya membelalak lebar, keringat dingin langsung membanjiri dahinya. Ia langsung menekuk kedua kakinya, membungkuk ke depan dengan kedua tangan menutupi area sensitif yang baru saja diserang brutal.

"Ughhh... a-argh..." Ka el meringis kesakitan, rahangnya mengerat menahan nyeri yang luar biasa yang menjalar dari bawah perut hingga ke tulang punggung. Rasanya seperti disambar petir! Rasanya seperti dunia mau kiamat!

Luna ria berdiri tegak di depannya, napasnya memburu, wajahnya merah padam karena marah dan juga malu, tapi matanya menatap tajam tak gentar.

"Rasakan! Itu pelajaran buat kau! Jangan anggap remeh wanita! Jangan sok kuasa dan jangan main sentuh seenaknya!" bentak Luna ria, tangannya terkepal siap menyerang lagi kalau perlu. "Kau pikir aku ini gadis lemah yang bisa kau intimidasi seenaknya?! Kau salah besar! Aku bukan Lae ria yang cuma bisa melamun dan bermimpi jadi Ratu!"

Luna ria melangkah maju selangkah, membuat Ka el yang masih meringis kesakitan refleks mundur sedikit.

"Dengar baik-baik ya, Pangeran Kesayangan!" Luna ria menunjuk hidung Ka el dengan jarinya. "Laki-laki macam kau yang sok gagah dan suka main tangan ini sudah biasa aku hadapi! Kalau kau pikir kau bisa menekanku, seenaknya mengatur hidupku, dan memaksaku melakukan hal yang tidak aku mau... bersiaplah saja!"

Luna ria mendengus kasar, menepuk bahu Ka el yang kaku dengan keras.

"Kalau kau masih nekat mau menikahiku, bersiaplah hidup dalam neraka! Karena aku tidak akan jadi istri penurut yang kau mau! Aku akan buat hidup kau berantakan! Paham?!"

Ka el masih diam, masih memegang bagian tubuhnya yang sakit parah. Ia menatap Luna ria dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Antara kaget, kesakitan, dan... rasa takjub yang aneh.

Selama hidupnya, tidak ada satu pun manusia, baik itu prajurit, penyihir, maupun bangsawan yang berani melakukan hal seperti ini padanya. Semua orang gemetar ketakutan hanya dengan menatap matanya. Semua orang tunduk dan patuh.

Tapi wanita ini...

Dia tidak hanya berani menolak, dia bahkan berani menyerang 'kelemahan utama' seorang pria dengan cara yang sangat brutal dan tidak sopan!

Dan yang lebih gila lagi... rasa sakit itu justru membuat jantung Ka el berdegup lebih kencang.

Perlahan, Ka el mengangkat wajahnya. Wajahnya masih pucat dan sedikit berkeringat, tapi sudut bibirnya justru kembali membentuk senyum. Senyum yang kali ini terlihat lebih 'hidup', lebih liar, dan lebih bersemangat.

"Kau... hahaha..." Ka el tertawa pelan, meski tawanya terputus karena rasa sakit. "Dasar wanita iblis... sungguh tak terduga..."

"Jangan tertawa! Aku serius!" Luna ria makin kesal.

"Aku tahu..." Ka el mengusap keringat di dahinya, lalu menatap Luna ria dengan mata yang berbinar. "Justru karena kau seperti ini... aku makin yakin. Lae ria tidak akan pernah bisa melakukan ini padaku. Lae ria tidak akan pernah berani menendangku dan memarahiku seperti ini."

Ka el berusaha berdiri tegak kembali, meski langkahnya sedikit pincang dan wajahnya masih menahan sakit.

"Kau unik, Luna ria. Kau liar, kau berani, dan kau... menyakitkan," kata Ka el pelan, tapi matanya memancarkan obsesi yang semakin dalam. "Tepat seperti apa yang aku butuhkan. Wanita lain membosankan karena terlalu mudah ditaklukkan. Tapi kau... kau akan menjadi tantangan yang menyenangkan."

Luna ria ternganga. "Hah?! Kau ini benar-benar gila ya?! Aku baru saja menyerangmu dengan sangat kejam! Dan kau malah bilang itu menyenangkan?!"

"Justru itu yang membuatku semakin menginginkanmu," jawab Ka el santai, meski sesekali ia masih meringis. "Jadi jangan harap aku akan berubah pikiran dan mengambil Lae ria. Aku lebih suka istri yang galak dan bisa menjaga dirinya sendiri, daripada istri manja yang cuma bisa menangis."

Ka el melangkah mendekat lagi, kali ini Luna ria tidak mundur, tapi tetap siap siaga.

"Tendangan tadi... aku catat sebagai bunga tidur," bisik Ka el, menatap tajam. "Tapi ingat, lain kali kalau kau marah, jangan serang bagian sana. Aku butuh itu untuk... 'mengurusmu' nanti."

PLAK!

Luna ria langsung menepis wajah Ka el dengan telapak tangannya, bukan menampar keras, tapi cukup untuk membuat pria itu menjauh. Wajahnya memerah padam karena malu mendengar godaan kotor pria itu.

"Dasar mesum! Jijik!" cerca Luna ria, lalu berbalik badan. "Aku mau pulang! Jangan ikuti aku! Dan pikirkan lagi omong kosong pernikahan itu!kita berbeda!"

Luna ria berjalan cepat meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Ka el yang masih berdiri mematung sambil memegang dadanya yang terasa sakit... dan juga bagian tubuh lainnya yang masih berdenyut nyeri.

Di luar ruangan, Luna ria menghela napas panjang. Jantungnya masih berdegup kencang.

"Sialan... pria itu benar-benar bukan manusia normal," gumamnya kesal. "Bahkan setelah ditendang sekeras itu masih saja senyum-senyum gila. Dasar gila,dia bilang apa dia itu butuh mengurusku?!"

"AKU AKAN PANGKAS MILIK MU ITU!. " Teriak Luna ria, sambil berbelok kearah tempat dia keluar.

Untuk disekitar sana tidak ada yang mendengar teriakan itu, Luna ria pun pergi dengan kesal pada Ka el.

Namun di dalam sana, Ka el menyandar ke dinding, tersenyum sendiri.

"Bagus... sangat bagus," bisiknya. "Semakin keras kau melawan, semakin aku ingin menaklukkanmu. Bersiaplah, Luna ria Star born. Permainan kita baru saja dimulai."

Malam itu, Luna ria pulang dengan perasaan campur aduk. Ia sudah berusaha menolak, ia sudah menggunakan jurus pamungkasnya, tapi sepertinya... ia justru membuat pria itu makin tergila-gila padanya.

Dan Luna ria sadar, melawan pria gila seperti Ka el drago mir tidak akan semudah melawan preman pasar. Ini akan menjadi perang panjang yang melelahkan.

1
Etty Rohaeti
boleh ga Thor cariin pasangan buat Luna yang mencintai nya melebihi pada dirinya sendiri.
jangan yang banyak masa lalunya kasihan dia sudah dikhianati di kehidupannya dulu.
Carikan yang setia
Kusii Yaati
bau" orang ketiga mulai tercium... kalau ka el belum bisa move on dari masa lalunya mending jangan menikah dulu deh Thor, kasihan Luna udah di khianati di kehidupan pertama masak mau terulang kembali di kehidupan kedua ini... 😔
T28J
buat Luna 👍
Kusii Yaati
dah lah mending segera nikah aja dari pada terjadi insiden kayak gitu terus... mungkin bagi ka el itu berkah tapi bagi Luna itu memalukan 😂😂😂
Kusii Yaati
huh untung nggak ada drama hilang ingatan 😩
Kusii Yaati
semoga ka el baik" saja 🥹
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪😘
Kusii Yaati
malah ada adegan kayak gini 😭
Kusii Yaati
selain adegan romantis Luna dan KA El,aq suka adegan yang kayak gini.di mana Luna ria bertarung dengan badasnya seru banget tau!😁
Kusii Yaati
bencana buat Luna, rezeki nomplok buat KA El 😂😂😂... jangan menyalahkan ka el ya lun, salahkan handuknya kenapa pakai nyangkut segala kan jadi kelihatan semua 🤣🤣🤣
Frida
😍😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍....mantap thor lanjutkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Titah Ibrahim
semangat thor 💪👍
Kusii Yaati
senyumnya secerah senyum Pepsodent ya ka el 😁
Kusii Yaati
gimana nasibnya 3 murid Luna Thor, semoga tidak di tindas sama keluarga Star bron🤔
Kusii Yaati
gimana Lea ria butuh damkar nggak? ...puas banget aq lihat mereka tak berkutik di depan pangeran KA El 😂
Kusii Yaati
up lagi ya Thor please...aq ingin lihat Luna ria di sayang dan di manjakan sama raja,ratu dan KA El... biar Lea ria kepanasan melihatnya.selama ini kan hanya dia yang di sayang dan di manjakan sama keluarganya tapi cintanya di tolak sama KA El pasti nanti dia tantrum.nggak sabar lihat muka mengenaskan Lea ria Thor 💪💪💪😘😘😘
Frida
kerennnnnnn thor...lanjut
Frida
sukaaaaaa.... deg2 an bacanya seruuuuu, belum lagi ditambah adegan romantis 17 thn ke atas...lemgkap sudah...😍😍😍😍
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!