NovelToon NovelToon
Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:175.2k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.

Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.

Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

Abram mengangguk perlahan, tangannya masih terus meraba batu di dadanya. Rasanya seperti mengenal sesuatu yang sudah menjadi bagian dirinya tapi baru saja dikenali dengan benar.

 "Jadi sekarang... apa yang terjadi pada ku? Mengapa aku bisa mengobati orang itu dengan cara yang tidak kuketahui sebelumnya?" tanyanya penasaran.

"Kau kehabisan energi karena mengekstrak kekuatan dari batu untuk menyembuhkan wanita itu tanpa tahap persiapan. Seharusnya kau istirahat selama minimal sehari dan mengumpulkan energi alami dari sekitar sebelum menggunakan kekuatan batu ini. Selain itu, kau juga tidak boleh bermalas-malasan, tubuhmu perlu dilatih agar bisa menahan dan mengendalikan kekuatan yang mengalir melalui dirimu. Tanpa latihan yang tepat, kau hanya akan menyia-nyiakan bakat yang ada padamu," kata Gur Zeno.

Abram mengangguk dengan penuh pemahaman. "Baik, Guru Zeno. Aku akan mengikuti segala yang kau katakan."

"Kemarilah mendekat," kata Guru Zeno sambil mengajak Abram ke sebuah alas bulu yang terletak di tengah gua.

Abram bergerak dengan perlahan, tubuhnya mulai terasa sedikit lebih ringan seiring dengan setiap langkah. Ia berdiri di depan kakek tua itu dengan sikap hormat.

"Duduklah," perintah Guru Zeno dengan suara yang tenang.

Abram pun duduk dengan tegak di atas alas bulu. Tanpa basa-basi lagi, kakek tua itu meletakkan ujung jari telunjuknya tepat di tengah dahi Abram.

Saat itu, sebuah aliran panas menyebar dari dahinya ke seluruh tubuhnya, seolah ribuan buku kuno terbuka sekaligus di dalam pikirannya.

 Ia melihat gambar-gambar tentang tanaman obat, cara membaca aliran energi tubuh manusia, teknik menyembuhkan berbagai penyakit dari ringan hingga berat, dan bahkan cara mengumpulkan energi alam untuk memperkuat diri.

Pada saat yang sama, kekuatan kembali mengalir ke setiap urat dan ototnya, membuat tubuhnya terasa segar dan kuat seperti baru saja bangun dari tidur panjang.

"Wah... aku sekarang bisa merasakan setiap aliran darah di dalam tubuhku, bahkan bisa melihat titik-titik energi yang ada di sekitar kita!" teriak Abram dengan kagum, matanya penuh dengan keheranan saat melihat kedua tangannya yang kini tampak lebih jelas dan seolah menerapkan cahaya samar. "Seolah aku menjadi seorang dokter yang hebat!"

Guru Zeno menggelengkan kepalanya dengan senyum lembut. "Lebih tepatnya menjadi seorang tabib, orang yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tapi juga jiwa dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Dokter mengandalkan obat dan alat, tapi tabib mengandalkan pemahaman mendalam tentang keseimbangan hidup."

Ia kemudian membungkuk sedikit, menatap mata Abram.

 "Nak, ada satu aturan utama yang harus kau patuhi selama hidupmu: kamu harus menjadi orang yang rendah hati dan selalu siap menolong orang lain. Jangan pernah menggunakan ilmu dan kekuatan yang kamu miliki untuk menyakiti orang atau mencari keuntungan semata. Jika mereka yang kamu bantu ingin membayar balas budi, biarkan mereka melakukannya sesuai kemampuan mereka. Tapi jika mereka tidak mampu, jangan pernah memaksakan untuk mengambil bayaran darinya. Keseimbangan yang baik hanya bisa terjaga jika kekuatan digunakan dengan niat yang suci."

Abram mengangguk dengan penuh semangat, tangannya mengepal erat. Rasa tanggung jawab yang besar mulai tumbuh di dalam hatinya, bersama dengan tekad untuk menjadi orang yang berguna bagi banyak orang.

"Baik, Guru. Aku akan selalu mengingat pesan mu ini dan menjalankannya dengan sepenuh hati," kata Abram mengangguk dengan mantap.

1
Endro Budi Raharjo
bingung bawa nya....
Mamat Stone
buktikan merah Mu Jagoan /Casual/
Mamat Stone
waktunya Jagoan beraksi /CoolGuy/
Mamat Stone
sehat selalu Thor /Ok/
less22: oke siapppp
total 1 replies
Mamat Stone
tetap semangat Thor /Good/
Was pray
kamu gak pernah menempa jiwamu sih bram, kamu kebanyakan tidur, tabib itu harus paham ilmu kebatinan/spiritual jadi lebih peka terhadap bahaya serangan bin fisik dengan jalan sering meditasi,
Was pray
yah... tabibnya kecolongan dua kali... persepsi spiritualnya mana bib? seharusnya udah merasakan kalau ada energi negatif mendekat... ini sampai masuk ke tubuh pasien baru menyadarinya... kamu gak pernah melatih kepekaan spiritual sih tabib Abram... seharusnya sering meditasi untuk menyerap energi alam, gak cuma menerima energi warisan dari kakek zeno doang...
Was pray
lah katanya udah jadi ahli beladiri? didorong ma orang yg gak punya skil beladiri sempoyongan .. 🤣🤣🤣
Was pray
ya pakai energi kehidupanmu untuk memulihkan kondisi tubuhmu dong abram
Was pray
ha ha ha.... masak asap ditusuk pake jarum ya pasti tembuslah..... kalau gethuk pasti nancal tuh jarumnya.... 🤣🤣🤣
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Applaud/
Mamat Stone
/Yawn/
Mamat Stone
/Shy/
Mamat Stone
/Silent/
Mamat Stone
/Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!