Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Sayang." panggil Laras manja pada Dafa.
"Apa?" sahut Dafa yang tengah mengusel usel kepalnya di leher istrinya. Aroma tubuh Laras begitu menggida dan membuat candu.
"Ga balik kantor apa, sayang ?" tanya Laras karna Dafa masih saja asik di kamar tanpa berniat beranjak pergi.
"Kamu mengusir saya?" Dafa merajuk.
"Bukan begitu, sayang. Aku kan cuma bertanya." jawab Laras serba salah.
"Lagi malas, aku mau di rumah menemani kamu saja." ujar lelaki itu santai sambil mencium leher jenjang istrinya membuat Laras merasa geli.
"Laras." panggil Dafa.
"Apa, sayang?"
"Jangan terlalu mudah percaya sama orang meskipun mereka itu sangat baik sama kamu. Orang baik dan jahat itu susah di bedakan. Kedepannya kamu harus lebih berhati - hati." tegas Dafa. Ia tau jika Laras itu orangnya masih polos gampang di pengaruhi. Dafa memeluk istrinya dan menciuminya membuat Laras tertawa karna merasa geli.
"Kalian semuanya aneh hari ini, aku pusing dan ga ngerti apa yang kalian maksudkan." baik suami dan ibu Siti sepertinya menyembunyikan sesuatu tapi Laras tak tau apa itu, mau cari tau juga percuma ga bakal ada yang mau ngasih tau dirinya.
"Sudahlah ga usah bahas itu lagi. Lebih baik kita olahraga siang." Dafa menaik dan menurunkan alisnya sambil tersenyum memberi kode istrinya.
"Mana ada orang olahraga siang, sayang. Olah raga itu pagi." jawab Laras saking polosnya. Dafa menepuk jidatnya, ia di buat gemes dengan kepolosan istrinya.
"Kalau gitu kamu mau apa?" tanya Dafa kemudian
"Ga ada, aku cuma mau rebahan di kamar." jawab Laras yang memang betah berada di kamar.
"Ga pengen kemana gitu atau beli apa gitu?" pancing Dafa.
"Ga." geleng Laras yang moodnya berubah buruk karna merasa semua orang aneh. Dan hanya dirinya yang tak tau apa - apa.
"Kalau gitu mas akan temanin kamu tidur." Dafa merengkuh tubuh mungil istrinya masuk kedalam pelukanya. Semenjak kehamilannya Laras merasa sering mengantuk, apalagi jam segini wanita itu pasti tidur saat suaminya tak ada di rumah. Dafa membatalkan niatnya yang tadi karna kasihan melihat istrinya.
Dafa mematikan istrinya tertidur dan perlahan turun dari ranjang. Lelaki itu memanggil ibu Siti ke ruang kerjanya untuk memberi peringatan ini Siti karna telah lalai dari tugasnya hingga membahayakan istri dan calon anaknya.
"Permisi tuan." ucap ibu Siti sambil menunduk. Ia tak berani menatap majikannya itu karna rasa bersalah.
"Harusnya bibik hati - hati, untung tadi saya pulang jika tidak bukan hanya satu nyawa yang melayang tapi dua nyawa sekaligus." ucap Dafa dingin.
"Saya tau saya salah tuan, saya teledor. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi." jawab Wanita itu mengakui kesalahannya.
"Siapapun itu yang ingin mencelakai istri dan anak saya tidak akan saya maafkan meskipun itu orang terdekat." kecam Dafa geram.
"Maaf tuan." ucap bik Siti yang tak punya kosakata lain.
"Di rumah ini pasti ada mata - mata mama, cari tau dan bibik tau apa yang harus di lakukan. " perintah Dafa.
"Baik tuan, akan saya laksanakan. Saya permisi dulu, tuan." pamit buk Siti.
Bik Siti langsung melaksanakan tugas dari tuanya. Tanpa ada rasa iba dan kasihan Wanita itu menghukum kaki tangan nyonya Veronica yang menyusup kedalam rumah Laras.
Sangat mudah bagi Dafa mencari kebenaran, orang - orang kepercayaannya banyak tersebar tak terkecuali di rumah mamanya sendiri. Ia juga tak menaruh percaya pada mamanya meskipun itu ibu kandungannya sendiri. Musuh itu bisa datang dari mana saja, bisa dari rivalnya di bisnis ataupun keluarganya sendiri terutama sang mama yang lebih mengutamakan status dari pada perasaan.
Jika Dafa kejam itu adalah hasil didikan sang mama sendiri. Lelaki itu sedari awal sudah waspada akan bahaya yang akan mengancam istri sirinya, baik itu dari mamanya sendiri maupun dari Mila istri pertamanya.
...****************...
Assalamualaikum kk,di tunggu saran dan masukannya.
Akankah Laras dan anaknya akan selamat dari marabahaya yang selalu mengintai kapan dan bisa dimana saja? Apa yang akan Dafa peluakn untuk melindungi istri dan calon anaknya?